My little angel

My little angel
9. ALBUM LAMA



Nina langsung membersihkan beling yang ada di lantai dan tidak sengaja membuat tangannya sedikit mengeluarkan darah.


"Awsh..." ucapnya seraya memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulutnya


"Lo gapapa na?" tanya dina yang langsung mendatangi nina saat suara nyaring itu terdengar. Nina sedang tidak baik baik saja. Dan dirinya menyadari akan hal itu. Dina membantu nina membersihkan sisa pecahan piring itu. Setelah selesai, dina menuntun nina untuk duduk.


"Ada apa sebenernya?" Tanya dina


"A-aku ta-tadi nemuin ini di depan rumah" ucap nina seraya memberikan surat yang dibacanya tadi kepada dina


"Apa ini?" Tanya dina seraya menerima surat itu dari tangan nina


"Itu surat dari alya" ucapnya lemah


Dina langsung membuka surat itu dan membacanya tanpa ada yang tertinggal sedikitpun. Air mata dina lolos begitu saja. Dina sama terpukulnya seperti nina.


"Jadi alya udah bahagia sama suaminya? Aku ga yakin soal ini" ucapnya pelan namun pasti


"Kenapa ga yakin?" Tanya nina


"Alya gak pernah cerita sebelumnya kalo dia punya tunangan, pacar ataupun gebetan. Dan satu satunya mantan alya cuman Dika. Selebihnya alya gak pernah deket sama laki laki manapun" ucapnya meyakinkan


"Eh tunggu dulu, ini ada surat lagi di dalam amplopnya" ucap dina


"Surat lagi? Mana?" Tanya nina


"Ini" ucapnya seraya menunjukkan sebuah surat kecil


"Ada tulisannya na" ucap dian antusias


"Apa tulisannya?" tanya nina


🥀Temui aku di taman kota pukul 6 sore ini🥀


"Ini serius?" Tanya nina tidak percaya


"Iya ini seriusan" jawab dina


"Yaudah nanti sore aku bakal temuin alya" ucapnya dengan mata yang berbinar


"Jangan sedih lagi aku juga bakal nemuin alya nanti" ucap dina


Mereka kembali kepekerjaan mereka masing masing. Nina kembali mencuci piring dan dina kembali ke meja kasir.


****


Alya masih sibuk membereskan semua ruangan yang ada di mansion ini. Dirinya sudah menyelesaikan seluruh ruangan. Kini tinggal kamar yang berada di paling ujung. Ruangan itu sangat gelap dan alya benci kegelapan. Tubuhnya sudah panas dingin saat melihat ruangan itu. Dirinya meraba raba dinding mencari saklar lampu untuk dihidupkan. Dan kini tampaknya dirinya menemukan saklarnya. Alya langsung menekannya dan akhirnya lampu di ruangan tersebut hidup.


CEKLEK!!!


"akhirnya dapet juga saklarnya" ucapnya lega


Alya terkesima dengan ruangan itu. Ternyata ruangan itu adalah ruangan tempat membaca buku. Banyak buku buku novel yang telah berjajar rapi disana. Tangan alya sudah gatal ingin segera membaca buku buku itu. Namun dirinya teringat akan perbuatan azka padanya. Dirinya buru buru membersihkan ruangan terssbut. Mulai dari menyapu, mengepel, melap semua barang barang yang ada disana termasuk foto yang ada disana. Pandangannya jatuh kepada sebuah foto. Disana mereka terlihat sangat bahagia. Seorang anak kecil yang tangannya tengah digandeng oleh ayah dan ibunya. Anak itu tampak sangat bahagia. Tanpa disadari alya tersenyum kecil kala dirinya melihat foto itu. Disana juga banyak foto seorang anak yang tengah memakan eskrim belepotan. Sangat lucu. Alya juga menemukan album foto. Tangannya terulur untuk membuka album teraebut. Alya pun membuka album tersebut. Di lembaran pertama ada foto seorang wanita muda yang tengah menggendong seorang bayi. Wanita itu tampak sangat cantik. Wajahnya yang teduh membuat siapa saja yang memandangnya tidak akan pernah bosan. Lembaran demi lembaran alya membukanya dan kini tibalah pada lembaran terakhir. Disana terdapat foto dua orang pria yang saling merangkul. Alya kenal dengan salah satunya dan bahkan sangat mengenalinya. Ya, pria itu adalah ayahnya. Banyak opini opini yang muncul di kepalanya saat ini. Banyak pertanyaan pertanyaan yang memenuhi fikirannya. Apa hubungan antara ayahnya ddngan pria yang ada di foto itu. Lebih tepatnya apa hubungan ayahnya ddngan ayah azka? Tanpa fikir panjang, alya langsung menutup album itu dan meletakkannya ketempat ssmula dan kembali membereskan ruangan itu. Tanpa terasa hari sudah sore mungkin azka sebentar lagi akan pulang fikir alya. Alya bergegas pergi menuju dapur untuk memasak, dirinya berusaha dengan sebaik mungkin agar masakannya terasa enak. Tak butuh waktu lama untuk alya menyelesaikan masakannya karena dirinya sudah terbiasa. Setelah selesai memasak, alya menata masakannya di atas meja. Deru mobil dari luar sudah terdengar yang artinya azka sudah kembali. Alya bergegas membukakan pintu dan menyambut azka.


CEKLEK!!!!


Pintu terbuka dan menampakkan seirang pria yang gagah berdiri di depan pintu. Alya sempat terpana dengan pemandangan yang ada di depannya. Azka langsung masuk ke dalam mansion dan meninggalkan alya yang masih di ambang pintu. Suara bariton milik azka menyadarkan lamunan alya.


"Apa kau akan terus ada disana?" tanya azka dengan suara baritonnya


"M-maaf tuan" ucapnya pelan


Azka membuka jasnya dan langsung melemparkannya kepada alya. Alya yang tak siap kewalahan menangkap jas azka dan


BRUKKK