
Jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Hari ini adalah hari dimana alya akan kembali ke mansion mewah nan megah milik suaminya- ralat suami di atas kertas. Alya mulai terbangun dari tidurnya kala salah ssorang suster membukakan tirai jendela ruang rawat inapnya. Alya mulai mengerjapkan matanya perlahan dan mulai membulat sempurna.
"selamat pagi nona alya" sapa dokter tersebut
"pagi dokter" jawab alya
"hari ini saya udah diizinin buat pulang kan dok?" tanyanya seraya menunjukkan puppy eyesnya.
Dokter yang melihatnya dibuat gemas oleh tingkah absurd alya. Bagaimana tidak, tingkahnya seperti anak kecil yang tengah meminta sesuatu agar dituruti.
"ya, anda hari ini sudah diperbolehkan pulang" ucapnya pada alya
"yeayy" ucapnya seraya menunjukkan ekspresi senang
"sekarang saya boleh beresin barang barang saya kan dok?" tanyanya lagi
"lebih baik jika suster yang membereskannya, karena anda tidak boleh terlalu kelelahan nona" ucapnya pada alya
"yaudah kalo gitu, makasih ya dok" ucapnya pada dokter tersebut
"sama sama nona, saya permisi" ucapnya pada alya
...****************...
Pagi ini, azka baru saja bangun dari tidur panjangnya. Azka melihat jam beker yang berada di atas nakas samping kasurnya. Setelah melihatnya, dirinya kembali meletakkan jam tersebut di atas nakas dan mulai bergerak dari kasurnya. Dirinya pergi ke kamar mandi yang berada di kamarnya dan bergegas mandi bersiap siap ke kantor. Tak butuh waktu lama, akhirnya dirinya telah selesai dengan aktivitas mandi dan mengganti pakaiannya. Azka turun ke lantai bawah dan melirik ke arah dapur sekilas, seperti kemarin. Ya, dirinya merasa sedikit kehilangan tanpa kehadiran alya di mansionnya. Ingat hanya sedikit, tidak lebih. Azka langsung melanjutkan langkahnya keluar mansionnya dan bergegas pergi ke kantor. Dirinya mengendarai mobil sport kesayangannya dan mulai melajukannya dengan kecepatan sedang. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di kantor karena jalanan lumayan padat. Setelah sampai di kantor dirinya bergegas pergi ke ruangannya karena ada beberapa hal penting yang langsung ingin disampaikannya kepada Dave. Dalam perjalanan menuju ruangannya banyak para karyawan yang menyapanya.
"Selamat pagi tuan" ucap salah seorang karyawan
"CEO kita makin hari makin ganteng aja ya" ucapnya sedikit berbisik kepada temannya
"Iya, tapi sayang dia itu dingin banget jadi susah buat ngegapai" ucap seorang lagi
"Coba aja kalo orangnya ramah, pasti nggak susah" ucapnya
"Heh, kalian berdua kok malah jadi ngomongin pak azka, awas loh ya entar lo bedua di pecat kalo sampe pak azka denger, beh.... auto langsung dikeluarin sama pak azka lo bedua" ucap salah seorang karyawan yang melerai mereka berdua
Azka baru saja memasuki ruangan kerjanya dan langsung disuguhi oleh begitu banyaknya berkas yang menumpuk di meja kerjanya. Dirinya langsung mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya dan mulai membuka laptop miliknya. Dirinya mulai berkutat dengan laptopnya dan mulai mengerjakan berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
Baru saja dirinya memulai pekerjaannya, pintu ruangannga sudah di ketuk oleh seseorang. Tanpa berfikir panjang lagi dirinya menyuruh orang terssbut untuk masuk.
"Masuk" ucapnya pada orang tersebut
Tak lama kemudian, pintu ruangannya terbuka dan manampakkan dave dengan beberapa berkas di tangannya
"Permisi tuan, saya ingin mengantarkan beberapa berkas yang perlu anda tandatangani" ucapnya pada azka
"Letakkan saja di mejaku" ucapnya pada dave
"Hari ini, anda akan bertemu dengan salah satu client yang berasal dari inggris pukul 09:00. Setelah itu anda akan rapat dengan beberapa perusahaan dalam negri pada pukul 14:00" ucap dave dengan penuh penjelasan
"Hanya itu?" Tanya azka pada dave
"Ya tuan" jawabnya
"Persiapkan dokumen dokumen penting untuk meeting hari ini" ucapnya pada dave
"Baik tuan" ucapnya pada azka
"Kapan dia kembali dari rumah sakit?" Tanya azka lagi
Dave sedikit bingung dengan pertanyaan tuannya itu, namun seperkian detik kemudian, dirinya baru menyadari siapa dia yang dimaksud oleh tuannya.
"Hari ini tuan" jawab dave lagi
"Awasi dia, jangan sampai dia kabur" ucapnya pada dave memperingati
"Baiklah tuan, permisi" ucapnya seraya sedikit menunduk hormat sebelum pergi dari hadapan azka
"Hmm" ucap azka seraya mengangguk pelan
Dave pergi meninggalkan ruangan azka. Dirinya pergi ke ruangannya dan mulai mengerjakan apa yang diperintahkan azka padanya. Dirinya teringat akan satu hal dan mulai mrncari satu benda Dirinya merogoh saku celananya dan menemukan benda yang tengah di carinya. Ternyata dirinya tengah mancari handpone miliknya. Dirinya membuka aplikasi berwarna hijau dan menekan beberapa angka disana. Tak lama kemudian, sambungan telfonnya terhubung.
"Tetap awasi dia" ucapnya pada seseorang di seberang telefon
".........."
"Lakukan dengan baik" ucapnya pada orang yang berada di sebrang telefon
"........"
"Hmm" ucapnya pada orang tersebut
Tutt... tutt...
Sambungan telfon pun terputus. Dave kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda tadi.
...****************...
Alya kini berada di depan mansion milik azka, dirinya membuka pintu mansion perlahan dan mulai melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu. Dirinya menenteng tas berukuran sedang ke arah kamarnya. Dirinya membuka pintu kamarnya dan nampaklah nuansa ruangan yang mencekam. Bagaimana tidak mencekam, bayang bayang dirinya disiksa kembali teringat.
"Huft...." Alya menghela nafas pelan saat berada di depan kamarnya. Bukan, lebih tepatnya gudang
Alya memasuki ruang kamarnya dan mengganti pakaiannya dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah. Seperti biasa dirinya akan menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci pakaian, menyetrika, dan banyak lagi yang akan dikerjakannya. Jika ditanya apakah tidak ada art di rumah azka? maka jawabannya adalah tidak ada. Karena azka memang sengaja tidak memperkerjakan art agar seluruh pekerjaan rumah alya yang mengerjakan. Ya, alya memang akan di siksa oleh azka dan salah satu penyiksaannya adalah dengan cara mengerjakan pekerjaan rumah sendiri. Namun, alya sudah biasa akan hal itu, karena memang pekerjaan rumah adalah pekerjaannya setiap hari. Alya memulai pekerjaannya dari kamar azka. Dirinya berjalan menaiki anak tangga yang cukup jauh dan melelahkan. Setelah memasuki kamar azka, seperti biasa dirinya akan disuguhi oleh aroma tubuh azka.