My little angel

My little angel
4. ALYA DICULIK



Alya dan nina sudah menyelesaikan pekerjaan mereka. Kini, alya dan nisa sudah bersiap untuk pulang ke rumah.


"Ayok" ajak nina


"AYOK!!!!!" jawab alya antusias


Dalam perjalanan pulang tangan mereka tak pernah lepas dari genggaman satu sama lain, seolah olah takut kehilangan. Dan seperti biasa alya akan terus mengoceh selama perjalanan pulang dan alya yang masih setia mendengarkan ocehannya. Bahkan alya tak segan segan menceritakan hal hal random pada nina. Tak heran, karena mereka memang sudah bersahabat lama. Nina merogoh tas selempangnya dan tangannya bergerak mencari sesuatu. Tapi nampaknya dia tak menemukan apapun. Alya yang menyadari tingkah nina pun langsung berhenti dan menanyakannya.


"Ada apa nin?" tanya alya heran


"Kok handpone aku gaada ya al" ucap nina seraya merogoh tas selempangnya


"Coba liat di kantung celana kamu, atau di kantung baju kamu. Eh... bentar bentar coba aku liat di tas aku dulu" ucapnya seraya membuka resleting tasnya dan mencari benda pilih tersebut di dalam tasnya


"Ada gak al?" tanya nina


"Gaada nin" jawab alya lesu


"Nah... aku tau" ucap alya seraya menjentikkan jarinya


"Apaan?" tanya nina


"Atau jangan jangan handpone kamu ketinggalan di cafe!!" Ucap alya heboh


"Oiyah" ucap nina seraya menepuk jidatnya


"Nah kan... untung aku inget" ucap alya


"Yaudah aku ambil dulu ya, kamu jangan kemana mana tunggu aku disini. Jangan pulang duluan loh ya tungguin aku. INGETTT!!!!" ucap nina pada alya


Punggung nina perlahan menghilang dari jalanan karena sudah semakin menjauh. Alya sedikit takut karena jalanan sudah sepi. Mengingat sskarang sudah pukul 23:00 dimana semua orang saat ini tengah asyik bermimpi. Alya memeluk tubuhnya sendiri kala hembusan angin menerpa tubuhnya. Sudah 15 menit alya menunggu nina namun yang ditunggu belum juga kembali. Alya berdecak kesal karena nina belum juga kembali.


"Ck... kok lama banhet sih nina. Nyari di jepang kali ni orang" ucap alya sebal


Tak lama kemudian sebuah mobil sport hitam dengan kecepatan tinggi datang menghampirinya. Dan keluarlah orang orang berbadan tegap dan menggunakan jas hitam dari dalam mobil tersebut. Tubuh alya gemetaran kala melihat dua orang berbadan tegap tersebut berada di hadapannya dan lanhsung membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah diberi bius. Alya meronta ronta minta dilepaskan tetapi apalah daya tenaganya kalah jauh dengan tenaga kedua orang tersebut. Tak lama kemudian, alya sudah pingsan akibat pengaruh bius tersebut. Setelah memasukkan alya ke dalam mobil tersebut, salah satu orang tadi menelfon atasannya.


"Kami sudah melaksanakannya tuan" ucapnya dengan mantap


"Baiklah, bawa dia kepadaku segera" ucapnya dengan penuh penekanan pada kata terakhir


"Siap tuan" ucapnya, lalu telfon dimatikan sepihak oleh atasannya tersebut


Tanpa menunggu lama mobil sport hitam itu melaju dengan kecepatan tinggi menuju tempat selanjutnya. Sementara itu, nina yang baru saja memasuki cafe tengah sibuk mencari handponenya yang tertinggal. Setelah sekian lama berusaha akhirnya nina menemukan benda yang tengah dicarinya. Dirinya langsung mengambil benda tersebut dan menaruhnya di dalam tas. Nina bergegas menghampiri alya yang tengah menunggunya sejak tadi.


"Pasti tuh anak lagi ngomel ngomel gak jelas, atau jangan jangan..... gue ditinggal lagi sama alya" nina berlari sekencang mungkin agar lebih cepat sampai.


Setelah sampai disana, nina tidak menemukan keberadaan alya disana. Nina mengira bahwa alya sudah kembali ke rumah sehingga nina buru buru pulang kerumah.


"Nah kan... gue ditinggal. Tuh anak gak bisa apa nungguin bentaaar aja" ucapnya heboh kala dirinya tidak melihat alya berada disana


Setelah sampai di rumah, nina melihat pintu rumah yang masih tertutup dan lampu lampu ruangan yang masih mati. Nina bergegas masuk ke dalam mencari keberadaan alya.


"ALYA!!! AL!!! PLIS DEH JANGAN BECANDA. KAMU DIMANA ALYA!!!" teriakannya memenuhi ruangan itu


Nina mencari keberadaan alya di seluruh ruangan. Dirinya juga sudah menghidupkan semua lampu ruangan, namun sayangnya dirinya tidak menemukan keberadaan alya. Alya memang suka bercanda dan bersembunyi dari nina lalu menhejutkannya. Tapi seperyinya kali ini berbeda. Biasanya alya tidak pernah berlama lama bersembunyi, tapi hingga sekarang alya belum muncul juga. Nina juga sudah menelfon alya namun sayangnya nomornya tidak aktif. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menangis. Menangisi kecerobohannya yang telah meninggalkan alya sendiri di tengah jalanan yang sepi.


"Hiks... hiks... lo dimana al... hiks... maafin gue yang udah ninggalin lo sendirian... hiks... ma... maafin gue al... lo dimana... hiks..." ucapnya seraya memeluk lututnya di sudut kamar