My little angel

My little angel
3. INCARAN



"Ma... maafkan saya tuan" ucap alya memelas seraya mengatupkan kedua telapak tangannya


Perbuatannya itu membuat atensi semua orang teralihkan padanya. Tak sedikit orang yang berbisik bisik tentangnya karena dirinya tengah berurusan dengan tuan Azka Anggara Pradipta Wijaya . Ya, siapa yang tidak kenal dengannya. Pengusaha muda dengan segudang prestasi dan sejuta kemisteriusannya.


"Berani sekali dia" bisik salah satu pelanggan yang berada di ruangan VIP tersebut


"Mungkin dia tidak tahu siapa tuan azka yang sebenarnya" ucap salah seorang pelanggan lainnya


Karena terjadi keributan, kepala pelayan pun datang menghampiri mereka. Dia adalah Dion, kepala pelayan di cafe ini. Setelah mengetahui apa yang terjadi dirinya segera meminta maaf kepada tuan Azka


"Saya minta maaf atas kesalahan yang telah diperbuat oleh salah satu karyawan kami,sekali lagi saya minta maaf tuan" ucapnya


"Tidak apa apa" jawab azka


Setelah mengucapkan kalimat itu, azka pergi bersama asistennya menuju parkiran. Selama di perjalanan dirinya tidak henti hentinya memikirkan kejadian tadi. Dirinya sempat terpaku sejenak dengan wajah alya. Tidak dapat dipungkiri bila wajahnya yang teduh dapat menarik perhatian kaum pria. Tatapannya yang sendu mengingatkannya kepada seseorang. Dania. Ya, mata teduh milik alya sangat mirip dengan mata teduh milik Dania, ibunya. Maka tak heran jika dirinya sempat terpaku kala melihat sorot mata alya. Tapi semua itu hilang kala ingatannya kembali mengingat peristiwa 18 tahun lalu yang menyebabkan dirinya menjadi anak yatim piatu. Penyebabnya adalah orang tua alya. Seketika mata teduh itu berubah menjadi sorot mata kemarahan, dendam, dan kebencian.


"Apakah dia wanita itu?" Tanya azka pada Dave, asistennya sekaligus tangan kanannya dalam segala hal


"Benar tuan" jawab dave


"Lakukan tugasmu malam ini!" Perintahnya pada dave


"Baik tuan" jawab dave


"Jangan sampai kau melakukan kesalahan sedikitpun" ucapnya seraya tersenyum devil


"Baik tuan" jawab dave


Sementara di cafe, alya tengah diinterogasi oleh dion, dina, dan nina. Tak ada percakapan di antara mereka, hingga suara alya memecah keheningan.


"Maaf" ucapnya tertunduk lesu


"Emangnya kamu gak tau yang tadi itu siapa?" Tanya dina mulai membuka suara


"Ng... nggak" jawab alya


"Fuih.... dia itu tuan Azka Anggara Pradipta Wijaya, pemilik perusahaan terbesar di dunia, kalau sampai ada yang bermasalah sama dia pasti urusannya bakal panjang. Karena dia adalah orang yang paling berpengaruh di disini" ucap dina


"Aku bakal bantu kamu kok, tenang aja" ucap dion menenangkan


"Serius?" tanya alya


"Iya... dua rius" ucapnya seraya mengacungkan jari tengah dan jari telunjuknya


"Aku juga" ucap nina menimpali


"Makasih ya, kalian emang selalu ada buat aku. Makasih.... bangettt. Sayang kalian banyakkkk banyakkkk" ucapnya antusias


Mereka hanya bisa ikut tersenyum melihat alya yang sangat antusias.


"Oyah karena kalian berdua tadi datang terlambat, sebagai hukumannya kalian yang gantiin meli sama nisa buat piket hari ini" ucap dina


"Siap ketua" ucap alya dan nina serentak seraya bersikap hormat


Tanpa terasa sekarang jam sudah menunjukkan pukul 22:00, yang artinya cafe sudah tutup. Alya dan nina masih harus membersihkan cafe sebagai hukuman mereka karena datang terlambat. Alya yang masih mengepel lantai dan nina yang masih sibuk membereskan dapur. Keduanya tengah serius dengan tugas mereka masing masing. Hingga suara sendok yang terjatuh ke lantai dan menimbulkan suara nyaring yang membuat atensi alya teralihkan pada nina.


"Ya ampun nina!!!! Aku kira kamu kenapa" ucap alya yang langsung berlari ke arah dapur


"Hehhe aku gak sengaja jatuhin sendoknya" ucap nina


"Kamu udah selesai ngepelnya?" Tanya nina pada alya


"Tinggal dikit lagi" jawab alya


"Yaudah buruan, aku udah capek pengen rebahan" ucap nina


"Emangnya kamu aja yang mau rebahan, enak enakan? Ya aku juga mau kali na" ucap alya


"Yaudah makannya buruan ALYA AZZAHRA KUSUMA" ucapnya gemas


"Iya iya iya nenek lampir" balas alya tak kalah sewot


"Dih enak aja, masa cantik cantik gini dibilang nenek lampir sih" ucapnya seraya memanyunkan bibirnya


"Kan mirip" ucap alya


"Enak aja dibilang mirip" ucap nina sewot


"Iya deh iya nina sahabat aku yang paaaaaling cantik sedunia" ucap alya yang langsung memeluk nina


"Kamu jangan pernah berubah ya al, aku cuma punya kamu" ucapnya seraya membalas pelukan alya


"Ih.... kok jadi sedih sedih gini, aku gak mau ya kalo sampe kamu nangis" ucap alya sewot kala melihat air mata nina yang ingin tumpah


"Iya iya ya ampun sewot banget deh" ucap nina


"Udah deh acara sedih sedihannya, kalo gini terus kerjaannya gak bakal siap, kalo gak siap kita gak pulang, kalo kita gak pul-"


"Sssstttt!!!! Udah udah gausah dilanjutin nanti beneran gak siap siap kalo dengerin omelan kamu, jadi mulai ngerjain kerjaan lagi. NO KOMEN!!!!!" ucap nina tegas kala melihat alya yang hendak memprotes.