My little angel

My little angel
10. PERTEMUAN



BRUK!!!


Jas yang dilemparkan azka terjatuh ke lantai karena alya yang tak siap menerimanya. Alya langsung mengambil jas milik azka yang berada di lantai. Azka yang melihat hal itu langsung menjambak rambut alya kuat hingga sang empu mendongak menatapnya.


"Shhhh s-sakit t-tuan... l-lepaskan" lirihnya


"Apa kau tau berapa harga jasku ini? Bahkan jika kau menjual dirimu kau tidak akan mampu membelinya" desisnya tajam


"M-maafkan ak-aku t-tuan" ucapnya lirih seraya mengatupkan kedua telapak tangannya


Azka menghempaskan alya hingga alya jatuh ke lantai.


"Gantilah pakaianmu aku akan mengajakmu menemui seseorang" ucapnya dingin


"CEPATTT!!!!"bentaknya lagi


"B-baiklah tuan" ucapnya yang langsung bergegas pergi ke kamar


Alya bergegas mandi dan bersiap siap. Tak butuh waktu lama alya sudah selesai dengan acara mandi dan bersiap siapnya. Alya memakai celana kulot berwarna hitam dan kemeja bermotif kotak berwarna hitam dan coksu. Alya semakin terlihat cantik dengan polesan make up tipis di wajahnya. Alya keluar dari kamarnya dan langsung menghampiri azka yang tengah duduk santai di sofa.


"A-aku su-sudah selesai tu-tuan" ucapnya gemetar


"Ikut aku" ucapnya dengan nada dingin


"B- baik tuan" ucapnya seraya mengikuti azka dari belakang


Azka membuka pintu mobil dan langsung memasukinya, sementara alya masih bingung harus naik dimana. Azka yang menyadari akan hal itupun langsung membukakan pintu mobil yang ada di depan.


"Masuk" titahnya


"Baik tuan" ucap alya


Alya langsung memasuki mobil dan azka bergegas pergi ke tempat tujuan. Didalam mobil hanya ada keheningan tidak ada yang membuka suara satupun. Azka sekilas melirik alya yang masih tetap menunduk. Tak dapat dipungkiri bahwa pesona alya memang menggoda. Wajahnya yang sendu dan aroma vanilla yang menyeruak keluar dari tubuhnya semakin membuat azka terpesona. Sepersekian detik kemudian, azka menepis semua fikirannya yang mulai tertarik kepada alya. Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di taman kota. Azka turun dari mobil yang kemudian disusul oleh alya. Azka duduk di salah satu bangku yang ada di taman kota tersebut diikuti oleh alya.


"Kamu lihat dua orang perempuan yang ada disana?" tanya azka pada alya


Sontak alya menoleh melihat arah tujuan azka. Alya tak percaya melihat itu. Dua orang wanita yang selalu dirindukannya.


"S-saya lihat tuan" jawab alya


"Pergilah kesana dan temui mereka. Anggap ini adalah pertemuan terakhirmu dengan mereka" ucap azka


"Hmm" jawab azka singkat. Azka melirik jam tangannya dan menatap alya sekilas "cepatlah waktuku tidak banyak. Dan... jangan coba" untuk kabur atau kau akan merasakan akibatnya" sambungnya lagi


"B-baiklah tuan" ucap alya


Alya berlari ke arah mereka berdua yang telah menunggunya sejak tadi. Setelah sampai alya langsung memeluk mereka berdua dan sontak membuat kedua orang tersebut terkejut. Tak lama kemudian mereka membalas pelukan alya. Setelah itu terdengar suara isakan kecil dari mulut alya. Mereka berdua menuntun alya untuk duduk di antara mereka berdua.


"Stttt jangan nangis lagi entar kalo cantiknya ilang gmna?" tanya nina seraya mengelus punggung mungil alya


Setelah alya merasa tenang mereka mulai bertanya dan meminta penjelasan kepada alya


"Sebenernya apa yang terjadi al? kok lo bisa sampe gini?" tanya nina pada alya


"Gue... gue gatau harus mulai darimana buat ngejelasin sama kalian, gue tau kalian khawatir sama gue tapi gue ga bisa balik lagi kaya dulu" ucapnya menjelaskan


"maksud lo?" tanya mereka berdua kompak


"Gue...." alya menarik nafas panjang dan menjelaskan seperti yang azka ajarkan padanya


"gue dijodohin sama orangtua gue sebelum gue lahir mereka udah buat kesepakatan sama mertua gue jadi sesuai kesepakatan kalo gue udah siap buat nikah ya gue bakalan nikah sama orang itu" tuturnya dengan jelas


"Beneran al?" tanya nina dengan alis sedikit di tekuk menandakan kalau dirinya tidak percaya


"I...iya beneran" jawabnya gugup


Nina dan Dina saling pandang hingga beberapa detik kemudian mereka mengangguk.


"Yaudah kalo emang gitu kejadiannya. Tapi kok lo gak pernah cerita sih ke kita" kalo lo itu dijodohin? Terus suami lo siapa? Lo sekarang tinggal dimana? Mertua lo baik atau engga? Lo-"mulut nina dibungkam oleh tangan dina


"Lo tuh kalo nanya satu" napa jangan nyerocos gak jelas gini" ucap dina pada nina


"Gue gak enakan kalo harus cerita sama kalian karena gue ngerasa cuma buat kalian susah aja. Oh ya setelah ini jangan khawatirin gue lagi ya soalnya gue udah bahagia kok kalian tenang aja. Dan jangan cariin gue lagi ya karena setelah ini gue bakalan dibawa pergi sama suami gue" tuturnya


"Kemana al?" tanya dina


"Katanya sih ke luar negri tapi gue gatau pasti dimananya" jawabnya


"Emm hiks... hiks... sahabat gue udah nikah aja... mana mau dibawa pergi lagi... hiks... lah guenya kapan? hiks..." suara isakan itu ternyata berasal dari nina


"Eh... kok lo nangis sih nin?" tanya alya seraya mengusap air mata nina