My little angel

My little angel
8. SURAT DARI ALYA



Tak butuh waktu lama, akhirnya alya sudah selesai dengan acara memasaknya. Dirinya menata makanan di meja makan dan menyajikan makanan tersebut kepada azka yang sudah menunggunya di meja makan. Alya melayani azka sebagaimana harusnya seorang istri melayani suaminya. Alya menaruh nasi di piring azka dan tak lupa dengan sayur yang telah di masaknya tadi. Setelah itu, alya memberikannya pada azka untuk disantap. Azka mencoba menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Baru saja satu suapan yang masuk ke dalam mulutnya, dan...


"Cih... apa kau ingin membunuhku?" tanyanya seraya mencengkram lengan alya dengan sangat kuat


"M-maaf tuan, a-aku..." ucapannya terhenti kala azka mencengkram lengan alya semakin kuat


"Bereskan makanan ini. CEPAT!!!"bentaknya


"I-iya tuan" jawab alya


Alya bergegas membereskan makanan yang ada di atas meja makan. Setelah selesai, azka menyuruhnya untuk mengambil selembar kertas dan sebuah pena. Alya dipaksa menulis oleh azka. Sstelah selesai, azka mengambil paksa surat itu dan melenggang pergi begitu saja. Azka bergegas pergi ke kantor,setelah sampai dirinya langsung memasuki ruang kerjanya dan mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya. Tak lama kemudian, dave datang ke ruangannya.


"Ada perlu apa tuan?" tanya dave pada azka


"Kirimkan surat ini kepada temannya, harus sampai kepadanya. Ingat itu!!!" Ucapnya seraya menyerahkan secarik kertas yang telah ditulis oleh alya tadi


"Baik tuan" jawabnya patuh


Azka mengibaskan tangannya yang menandakan agar dave segera pergi.


"Permisi tuan" ucapnya seraya membungkuk


"Hmmm" jawabnya


Dave bergegas mengirimkan surat itu kepada teman alya, nina. Dave menuju alamat yang sudah dicarinya beberapa hari lalu. Tak butuh waktu lama, dirinya sudah berada di depan kos milik alya dan nina. Dave keluar dari mobil dan langsung memasuki pekarangan kos alya. Dave meletakkan surat itu di depan pintu, lalu dirinya pergi sedikit menjauh dari tempat itu. Tak lama kemudian seorang wanita muda keluar dari dalam rumah. Dave sempat terhipnotis oleh kecantikan wanita tersebut. Hingga tak lama kemudian dirinya kembali sadar dan kembali fokus mengamati gerak gerik wanita tersebut. Wanita itu tampak celingak celinguk memperhatikan sekitar. Dirinya mulai membuka surat itu dan tak lama kemudian air matanya lolos begitu saja. Dirinya merosot lemas saat membaca surat itu. Ya, wanita itu adalah nina sahabat alya. Alya dipaksa membuat surat untuk nina agar nina tidak curiga atas hilangnya dirinya. Isi surat itu adalah...


To : Nina


Nina, aku minta maaf sama kamu karena udah buat kamu khawatir. Maaf karena sebelumnya aku gak pernah bilang ke kamu kalau aku udah punya seseorang yang aku harapkan di masa depan. Maaf karena aku gak pernah cerita ke kamu. Sekarang, aku udah bahagia sama pilihan aku. Aku harap kamu bisa ngertiin aku dan jangan cari aku lagi. Intinya adalah aku udah bahagia. Maaf sekali lagi karena aku udah ninggalin kamu sendirian. Jangan fikirin aku, aku udah bahagia kok disini. Jangan cari aku lagi ya


Makasih buat kenangan yang pernah kita ukir bersama. Aku janji gaakan pernah lupain kenangan kita bersama dulu. Kamu jangan nangis pas baca surat ini. Jangan cengeng deh. Aku aja yang cengeng kamunya jangan. Kamu kan bestie aku yang paling kuat. Jangan nangis gitu dong. Entar ilang cantiknya gimana? Aku yakin kamu pasti bisa bahagia tanpa aku. Ya jelas kamu bahagia lah tanpa aku, aku kan cuman ngerepotin kamu selama ini. Yaudah, semoga kamu bahagia ya na. Doain juga aku bisa bahagia. Bay my bestieh...


Nina tak bisa menyembunyikan kesedihannya lagi. Airmatanya sudah menggenang membasahi pipinya. Dirinya sudah terduduk lemas di ambang pintu.


"Kenapa lo ninggalin gue dadakan gini al? Kenapa? Hiks..." suara tangisan nina semakin terdengar jelas


"Lo gak ngerepotin gue... hiks... sama sekali enggak al... hiks..." ucapnya dengan nada parau


"Gu-e sa-sayang sama l-lo... hiks..." ucapnya lagi


Nina mengembalikan lipatan surat itu seperti semula dan memasukkannya kedalam tasnya. Setelah itu, nina bergegaa pergi ke cafe karena dirinya sudah terlambat. Tak butuh waktu lama, nina sudah sampai ketempat tujuannya. Hanya membutuhkan waktu lima menit saja dirinya sudah sampai di cafe karena jarak antara kos dan cafe nya tidak terlalu jauh. Setelah sampai, nina bergegas masuk dan memakai apron. Dirinya langsung memasuki dapur dan menjalankan tugasnya. Nina tidak bisa menahan air matanya agar tidak meluncur bebas membasahi pipinya. Tanpa disadari, piring yang baru saja akan diletakkan nina kedalam rak piring meluncur bebas dari tangannya dan berakhir pada suara nyaring yang menyita atensi orang yang berada disana.


PRAKKK!!!


Nina yang baru menyadari hal itupun langsung membersihkan pecahan piring tersebut. Tak lupa pula dirunya mengucapkan kata maaf kepada orang berada disana karena telah mengganggu aktifitas mereka sejenak


"M-maaf..."cicitnya seraya menunduk