My little angel

My little angel
11. BERPISAH



"Eh... kok lo nangis sih nin?" tanya alya seraya mengusap airmata nina menggunakan ibu jarinya "sttt jangan nangis lagi ya kalian bakal selalu gue inget kok dan gue gak bakalan lupa sama kalian, percaya deh sama gue" sambungnya lagi seraya memeluk mereka berdua secara bersamaan.


Perlakuan mereka tak luput dari pandangan seseorang. Senyuman tipis tercetak jelas di wajahnya saat melihat kebersamaan mereka bertiga hingga sepersekian detik kemudian senyum itu hilang dan tergantikan dengan wajah datarnya. Dirinya merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih yang ada disana dan menelfon seseorang.


"Bawa dia kemari, waktu pertemuan sudah selesai" ucapnya pada orang yang ada di sebrang telefon


"Baik tuan" jawab orang tersebut


Tak lama kemudian seorang pria dengan setelan serba hitam berdiri tegap di hadapan mereka bertiga dan membuat mereka terkejut terutama alya. Wajahnya langsung pucat pasi kala melihat orang yang ada di hadapannya ini. Bagaimana tidak dirinya sudah sangat yakin jika orang yang ada di hadapannya ini adalah orang suruhan suaminya. Siapalagi jika bukan azka.


"Permisi nona tuan menyuruh saya untuk menjemput nona karena sebentar lagi nona dan tuan akan berangkat" ucap orang tersebut seraya membungkuk sekilas


"B...baiklah" balasnya sopan


"Gue pergi dulu ya babay" ucap alya seraya melambaikan tangannya kepada dina dan nina


"Babay" jawab mereka bertiga kompak


Pria yang menjemput alya tadi mengantarkan alya sampai ke mobil azka dan membukakan pintu mobil untuk alya. Dan kegiatan itu tak luput dari pandangan nina dan dina.


"Gue yakin sih kalo alya bakalan bahagia soalnya dari tampangnya kayanya suaminya orang kaya" ucap nina


"Iya yakin gue" timpal dina


"Jadi pengen nikah deh gue" ucap nina


PLAKKK


Dina menggeplak mulut nina lumayan kuat hingga membuat sang empu meringis. "Apaan sih lo?" ucap nina kesal


"Lo yang apaan nikah mulu pikiran lo" ucap dina tak kalah kesal


"Yakan kalo dapet suami kaya lumayan gue dijadiin ratu gitu kaya di film" ucapnya seraya menyengir kuda


"Kok gue jadi takut ya" jawabnya seraya mengusap tengkuknya


"Ih... kok jadi mikirin yang aneh aneh sih udah ah mending pulang aja daripada mikirin yang aneh aneh" ucap dina seraya menarik alya agar berjalan


*******


Azka dan alya baru saja sampai di mansion. Alya langsung turun begitu azka turun dari mobilnya. Alya mengikuti langkah azka dari belakang. Azka membuka jasnya dan melemparkannya pada alya dan alya dengan sigap menangkap jas yang azka lemparkan.


"Siapkan air mandi untukku" ucapnya datar


"B...baiklah tuan" ucap alya seraya berjalan ke kamar azka.


Setelah samlai di kamar azka alya sempat tertegun sejenak. Kamar azka sungguh wangi. Hingga membuat alya terhipnotis. Wangi vanilla yang membuatnya terhipnotis ditambah lagi dengan tatanan kamar azka yang sangat rapi dan tersusun membuatnya enggan pergi dari kamar ini. Rasanya dirinya ingin merebahkan tubuhnya di kasur king size milik azka. Alya tersadar dari lamunannya dan bergegas pergi ke kamar mandi. Alya menuangkan sabun cair ke dalam bath tub dan menghidupkan shower dengan setelan air hangat. Setelah selesai alya beralih ke lemari azka dan membukanya perlahan. Lemari itu lima kali lipat lebih besar dari lemari miliknya. Alya mengambil kaos putih polos dengan lengan pendek dan celana santai selutut. Alya mengeluarkan pakaian itu dari lemari dan meletakkannya di kasur king size milik azka. Setelah semuanya selesai alya turun ke bawah dan melihat azka tengah menonton televisi di ruang tamu. Alya pergi menghampiri azka.


"S...saya sudah menyiapkan air mandi dan pakaian ganti untuk anda tuan" ucapnya seraya menundukkan wajahnya


"Tatap aku ketika kau sedang berbicara padaku" ucapnya datar namun menusuk


"B...baiklah t-tuan" ucapnya


"Siapkan makan malam untukku" ucapnya seraya beranjak pergi ke kamarnya


"B-baiklah tuan" jawabnya lagi seraya menatap mata azka


Manik mata mereka bertemu sejenak. Tak dapat dipungkiri jika ada kehangatan di manik hitam milik alya. Tatapannya yang sendu membuat siapa saja nyaman dengan tatapannya. Namun semua itu tak berlangsung lama karena azka langsung memutuskan tatapan matanya dan bergegas ke kamarnya. Sementara alya pergi ke dapur untuk memasak. Alya membuka kulkas dan mencari bahan masakannya disana. Setelah menemukannya alyakembali berkutat dengan alat dapur dan memasak untuk azka. Hari ini alya memasak ayam sambal dan kangkung tumis. Alya memasak sambil bersenandung kecil. Setelah masakannya selesai alya menatanya di atas meja dan kembali ke dapur untuk membersihkan alat dapur yang kotor. Setelah selesai alya kembali ke meja makan dan menyajikan masakannya kepada azka seperti biasanya. Azka menyuapkan satu sendok nasi dan ayam sambal ke dalam mulutnya. Hingga tak lama kemudian...


Uhuk.... uhuk....


"Apa kau tidak bisa memasak? HAH!!?" Bentaknya seraya mencengkram dagu alya kuat