My Life As New Person

My Life As New Person
bab 8, Angin sejuk



Aku pun membuka mataku secara perlahan sehabis pertarungan kemarin dan aku menengok ke sekeliling.


Di samping ku terdapat Frisca yang tertidur dalam keadaan duduk di sebelahku.


Aku meraba sekeliling ku dan ternyata aku sudah berada di atas kasur yang sangat lembut disertai selimut hangat yang menutupi tubuhku.


Aku pun menyingkirkan selimut yang berada di atas ku dan aku ingin beranjak dari kasur itu, namun ketika aku ingin beranjak pergi, Hera memasuki ruangan tempat ku berada.


Cekrek


"Oh kau sudah bangun?"


Nampak Hera datang dengan membawa semangkuk makanan hangat, terlihat


asap mengepul di atas makanan itu.


Ckrak


Ia memasuki ruangan tempat ku berada dan ia menutup kembali pintunya.


"Kau jangan bangun dari tempat tidur dulu, lebih baik kau perbanyak istirahat karena kau baru saja sembuh" ucap Hera lembut.


Ia melangkahkan kakinya hingga berada tepat disebelah ku.


Aku terheran heran, kenapa Hera bisa mengetahui aku sedang terluka? Dan bagaimana bisa lukaku sembuh secara total sedangkan obat yang dibawa Frisca habis?


Aku tak sempat bertanya tetapi sudah dijelaskan oleh Hera secara langsung setelah melihat mukaku yang terheran heran.


Ia menjelaskan bahwa sesaat aku dan Frisca pergi Hera juga ingin pergi melaksanakan quest namun setelah ia berada di Mading yang penuh quest pintu serikat petualang tiba tiba di buka secara kencang dan suaranya terdengar sangat keras


Bruuuk


"Gawat!"


Seorang pria datang dengan pakaian lusuh dan sedikit robek dengan nafas yang terengah-engah ia berhenti tepat di depan pintu.


Petugas resepsionis dengan sigap menghampiri pria itu dan bertanya apa yang sedang terjadi dan apa tujuannya datang kesini.


Pria itu pun menjelaskan bahwa hutan Bahmon telah kedatangan monster yang sangat berbahaya.


Pria itu menjelaskan dengan nafas terengah-engah dan wajahnya diselimuti oleh ketakutan.


Wajahnya terlihat murung ketika menceritakan apa yang terjadi terkait hutan Bahmon, Hera mendengar dari arah Mading quest dengan seksama.


"Hutan Bahmon terjadi sesuatu yang be…belum pernah terjadi sebelumnya!"


"Hu….hutan itu kedatangan seekor monster yang sangat mengerikan!"


Pria itu menjelaskan dengan terbata bata dan petugas resepsionis mencoba menenangkan pria tersebut.


Setelah lebih tenang pria itu kembali menjelaskan kejadian yang sedang terjadi di hutan Bahmon.


"Monster kelas A muncul di hutan Bahmon! Monster itu adalah Gigante Cyclone!"


Ruangan yang ramai itu menjadi hening seketika, siapa sangka monster Rank A bisa berada di hutan tempat pemula menambah pengalaman.


Alangkah terkejutnya Hera mendengar hal tersebut, ia yang awalnya memegang kertas quest ditangannya pun menjatuhkannya tanpa sadar setelah mendengar hal tersebut.


Hera pun berlari menuju pria itu dan memegang baju pria itu dan mengangkatnya.


"Apa yang kau katakan adalah benar?!"


Hera mencengkeram baju pria itu dengan kuat. Pria itu menjadi takut dan mengangguk pertanda benar adanya.


Hera pun melempar pria itu dan berlari keluar dari serikat dengan cepat. Pria itu terlempar cukup jauh hingga lantai serikat manjadi rusak.


Hera berlari hingga akhirnya ia sampai di hutan Bahmon dan benar dugaan Hera sebelumnya bahwa monster itu telah memasang penghalang supaya orang lain tak bisa masuk kedalamnya.


Walaupun Hera adalah petualang rank S penghalang itu memiliki rangkaian sihir yang begitu rumit hingga akhirnya membuat Hera memakan waktu cukup lama untuk menghilangkan penghalang itu.


Setelah berusaha cukup lama akhirnya penghalang itu pun hancur


Ckraaaang


Hera berlari dengan cepat kedalam hutan setelah menghancurkan penghalang tersebut.


Ia mencari sekeliling area hutan Bahmon dan tak berhasil menemukan monster itu.


Hera berhenti sejenak setelah berkeliling mencari, ia menutup matanya dan mencoba mendengar sekeliling.


Siiing.


"Dari arah sana kah?" Hera pun membuka matanya dan mengambil senjata yang ada di pundaknya. Ia mengayunkan senjatanya dan,


Kaaakh


Terdengar suara teriakan sesuatu


Ternyata di sekeliling Hera terdapat monster kecil yang menghalangi penglihatan dengan kabut.


Setelah terkena serangan dari Hera monster kecil itu menghilang menjadi butiran debu dan asap yang mengelilingi Hera pun menghilang.


Setelah hilangnya asap terlihat Frisca yang sudah menangis kearah seorang pria yang sedang tergelatak di tanah.


Hera yang melihatnya seketika menjadi marah dengan monster tersebut dan dengan segera ia melesat maju dan menyerang monster tersebut.


Hera menjelaskan kepadaku bahwa itu adalah kesalahannya karena tak mencari tau terlebih dahulu mengenai quest itu, ia menundukkan kepalanya dengan wajah penuh bersalah dengan diiringi kalimat permintaan maaf.


Aku pun merasa tidak enak dan menyuruh Hera mengangkat kepalanya dan berkata


"Sudahlah nona Hera kau tak perlu sampai segitunya"


Hera mengangkat kepalanya dan berkata kepadaku bahwa aku tak perlu memanggil namanya dengan kalimat nona dan ia menyuruhku memanggilnya dengan namanya saja. Aku pun menyetujuinya.


Hera pun duduk tepat di sebelahku dan membuka penutup makanan itu.


Ia mengambil sendok yang sudah ada disamping mangkuk itu.


Ia pun mulai menyendok makanan itu dan berniat menyuapiku namun aku dengan sigap menolaknya dan berkata bahwa aku bisa memakannya sendiri.


Hera tak membalas perkataan ku, ia tetap berniat menyuapiku hingga ia sendok yang sudah dipenuhi makanan itu berada tepat didepan mulutku.


Aku masih berusaha menolaknya namun ucapanku tetap tak didengarkan.


"Anggap saja ini sebagian dari permintaan maafku kepadamu, jadi jangan menolaknya atau aku akan menjadi semakin merasa bersalah kepadamu"


Mendengar itu aku pun tak berani untuk menolaknya lagi dan aku menerima suapan dari Hera.


Aku memakan makanan yang diberikan oleh Hera, Frisca yang terganggu akibat suaraku ia pun membuka matanya secara perlahan dan melihat ke arahku.


Kejadian canggung pun terjadi diantara kami.


…….


Suara hening mulai tercipta, aku merasa bingung apa yang harus kulakukan disaat situasi ini berlangsung.


"A….apa yang kau lakukan?"


Frisca pun berdiri dari tempat duduknya dan menunjuk kearah Hera.


Hera pun membalas perkataannya dengan santai "aku sedang memberinya makan supaya tenaganya bisa terisi kembali"


Frisca pun menghampiri Hera dan ia menghalanginya untuk menyuapiku.


"K…kau tak boleh melakukannya disini!"


"Memangnya kenapa tak boleh?, Aku kan hanya ingin memberinya makan"


Terjadilah perbincangan yang tak menyenangkan, disela mereka berbincang aku pun mulai bangkit dari tempat tidurku dengan pelan dan aku pun berhasil kabur dari tempat tersebut.


Aku berlari dan pergi menuju arah taman.


Suara angin sepoi-sepoi terdengar pelan, angin sejuk dari pohon dan sekitar terasa segar.


Aku menarik nafasku dengan dalam dan menghembuskannya.


Huuuh


Aku menatap ke langit dan berfikir sejenak hingga akhirnya aku melanjutkan dan pergi berjalan jalan ke sekeliling kota.


Aku berkeliling hingga terbenam lah matahari dan berakhir sudah hari yang berat ini.


Setelah terbenam, aku mencari tempat beristirahat dan terlihat ada pohon besar tak jauh dari tempatku dan dengan segera aku duduk di pohon besar tersebut.


Angin malam berhembus dengan pelan suara jangkrik pun terdengar. lampu lampu jalan menjadi menyala dengan bahan dasar sihir begitu yang kupikirkan.


Dengan rasa lelahku setelah berkeliling mataku tertutup secara perlahan hingga akhirnya mataku tertutup dan aku pun tertidur lelap di pohon besar yang sedang ku jadikan sandaran saat ini.