My Life As New Person

My Life As New Person
Filler 1 bag 2, Demon with one wing



Valdois memegang pedang yang masih berada di sarungnya dengan gemetar, tangan Valdois di penuhi oleh keringat


Valdois mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak dari monster berbulu itu supaya ia bisa menghindari serangan yang tak bisa ia tangkis


Ketika Valdois mundur tiba tiba terpancar aura membunuh yang sangat besar dari belakang kelinci tersebut


"K….kau bercanda bukan?"


Creapy bunny muncul satu persatu dari belakang kelinci berbulu tersebut


Nampak creapy bunny yang lain lebih buas daripada yang berada di hadapan Valdois saat ini


"Oi oi yang benar saja, untuk menahan serangan satu ekor saja aku kesulitan bagaimana jadinya jika ada sebanyak itu?" Gumam Valdois


Keringat dingin membasahi wajah Valdois dengan cukup deras, Valdois yang masih petualang rank G itu di hadapkan oleh sekumpulan creapy bunny


Valdois berpikir dengan keras cara dia bisa terhindar dari pertarungan yang tak bisa ia menangkan


Di situasi yang gawat itu Valdois berpikir tanpa mengurangi sedikit pun kewaspadaannya


Gyaaaaarrr


Di sela Valdois sedang berpikir creapy bunny yang berada di depan Valdois pun melesat dengan cepat ke arah Valdois, monster itu mengeluarkan gigi taring panjangnya yang tajam ke arah Valdois


Valdois yang masih dalam keadaan berpikir tak sempat untuk menahan serangannya sehingga ia mendapatkan sedikit luka di pinggang kanannya


"Aaargh sakit"


Valdois terjatuh setelah ia mendapat luka dari creapy bunny tersebut, ia memegang pinggangnya yang bersimbah darah itu dengan tangan kirinya


"Cih kecepatannya sangat tinggi aku jadi kesulitan untuk menghindar"


Valdois berdiri dari jatuhnya dan dengan cepat ia mengambil posisi bertahan sekaligus menyerang


Creapy bunny yang berada di belakang Valdois melancarkan kembali serangan kepada Valdois, serangan kelinci itu berhasil ia hindari tanpa luka sedikitpun


"Hhh hampir saja"


Creapy bunny yang tak berhasil memberi luka kepada Valdois berubah menjadi lebih ganas, nampak ia semakin marah mulutnya di penuhi dengan lebih banyak busa berwarna putih serta matanya berubah menjadi merah kehitaman


"Sepertinya ia akan menjadi lebih kuat ketika ia tak berhasil memberi luka? Yang benar saja!"


Di sela sela Valdois mengeluh para monster tersebut terus menyerangnya secara bertubi tubi


Karena mengetahui sumber kekuatan dari creapy bunny kini Valdois tak menghindari serangannya melainkan menepisnya dengan ujung pedangnya


"Ternyata benar! Ia menjadi semakin kuat jika ia tak berhasil memberikan serangan tetapi tak terkecuali untuk senjata" gumam Valdois


Pria berbaju sederhana dengan pedang berwarna hitam dan putih itu terus menahan serangan monster itu dengan ujung pedangnya sekali kali ia menggunakan punggung pedang supaya pedangnya tak langsung rusak akibat menahan kecepatan kelinci berbulu itu


Selang beberapa saat Valdois menahan serangan kelinci itu akhirnya ia merasa lelah karena ia harus waspada dengan kecepatan dari kelinci serta ia harus bereaksi sesuai dengan kecepatannya dan itu cukup sulit


Baaang


Pedang berwarna hitam dan putih itu pun terjatuh dari tuannya, pedang itu terpental cukup jauh dari Valdois akibat serangan terakhir monster kelinci itu


Pria berpakaian sederhana itu akhirnya tumbang setelah menahan serangan monster itu berulang kali


Ia jatuh tersungkur di atas tanah, detik detik sebelum ia tak sadarkan diri ia menyempatkan melihat pedangnya yang terpental cukup jauh akibat serangan monster berbulu itu


"Kuroshi maken!" Ucap Valdois lemah


Valdois mengulurkan tangannya berusaha mengambil pedangnya dari tempat ia tersungkur, beberapa saat ia mengulurkan tangannya matanya pun tertutup secara perlahan dan Valdois pun dinyatakan pingsan


"hoi kau tak apa apa?"


Sayup terdengar suara pelan seorang wanita sebelum Valdois pingsan


"Beberapa saat kemudian


"Buaaaah monster kelinci kesambet petir!"


"sepertinya kau sudah sadar?, apa kau baik baik saja?"


tak jauh dari tempat Valdois tertidur nampak seorang wanita cantik jelita sedang berdiri berhadapan dengan sebuah tempat yang ia gunakan untuk menampung makanan


Aroma sedap keluar dari makanan tersebut, Valdois yang baru bangun dari pingsannya pun memutuskan untuk berdiri


"kau lebih baik istirahat lebih lama, anggap saja tempat ini sebagai rumahmu sendiri yah meski rumah ini hanya seadanya saja"


"kalau begitu boleh ku jual rumah ini?" Ucap Valdois bercanda


"aku memang menyuruh mu menganggap tempat ini sebagai rumahmu tetapi jangan kau jual rumah ini lagi pula disini tak ada manusia lain selain kamu"


Valdois yang baru bangun dari pingsannya dengan entengnya melontarkan kalimat becandaan kepada wanita yang telah menolongnya


"maaf aku jadi teringat temanku dahulu, maaf tapi tolong lupakan apa yang kuucapkan barusan" ucap Valdois meminta maaf


"tak apa aku tak marah kepadamu, dari pada membahas itu aku penasaran kenapa kau bisa berada di tempat ini? Seharusnya manusia biasa tak akan bisa masuk kedalam sini karena tubuh manusia tak akan kuat untuk melewati pintu pemakan kehidupan" ucap wanita itu heran


"pintu pemakan kehidupan? Maksudmu pintu besar sebelum aku masuk kedalam sini?"


Wanita itu mengangguk pertanda benar, wanita itu berjalan ke arah Valdois yang masih dalam keadaan berbaring di atas ranjang dengan memegang tempat seperti panci itu ke tempat Valdois


"Oh iya aku lupa mengenalkan diriku, perkenalkan namaku adalah Yavol smurt valkonis kamu bisa memanggil ku Yavol"


"Valdois"


Valdois mengenalkan dirinya kepada wanita berpakaian celemek hingga lutut itu dengan padat dan singkat


"Ngomong ngomong kenapa kau bisa tinggal di dalam sini Yavol? Kau bilang manusia tak akan bisa tinggal di dalam? Apakah kau bukan manusia?"


Wanita berpakaian celemek itu tak langsung menjawab pertanyaan Valdois, ia menaruh panci yang berisi makanan panas itu di atas meja


Selepas ia menaruh panci itu di atas meja ia pergi kembali kedalam dapur dan mengambil 2 buah mangkok yang terbuat dari kayu serta ia mengambil 2 buah sendok


Setelah ia mengambil barang yang di butuhkan ia kembali ke arah meja makan


Yavol menaruh mangkuk serta sendok itu di atas meja makan dan menatanya dengan rapih


"hmmm Valdois setelah kau tau ini tolong jangan beritahu siapapun" ucap Yavol pelan


"baiklah aku tak akan mengatakan apapun selepas daripada ini" ucap Valdois mengangguk


Yavol melihat Valdois sejenak untuk berpikir, setelah berpikir beberapa saat akhirnya ia memutuskan untuk memberi taunya


wanita cantik yang menggunakan celemek itu membuka celemek nya secara perlahan dari atas hingga bawah


Valdois melihat Yavol yang sedang membuka celemek nya dengan perasaan heran namun ia memilih diam hingga Yavol selesai dengan urusannya


Sekali lagi Yavol pun melihat sejenak ke arah Valdois, melihat Valdois yang kukuh untuk mengetahui pasal dirinya akhirnya ia melanjutkannya


Yavol membuka celemek yang ia gunakan hingga badannya terlihat dengan jelas


di balik celemek yang ia gunakan terlihat sepasang sayap berwarna hitam muncul di balik punggung Yavol


Di dadanya terlihat lambang mengerikan berwarna hitam dan merah darah


Valdois yang melihat sepasang sayap muncul dari belakang punggung Yavol sontak terkejut namun karena ia telah berjanji Valdois memutuskan untuk menahan wajahnya agar tak terlihat sedang terkejut


"seperti yang kau lihat aku adalah ras iblis, kau boleh takut terkejut atau sejenisnya tapi tolong ingat janjimu sebelumnya" ucap Yavol pelan


Yavol berputar untuk menunjukkan sayap hitam dan merah yang ia miliki, setelah ia berputar nampak salah satu sayapnya rusak seperti patah


di hadapan Valdois kini ada seorang wanita cantik yang memiliki sepasang sayap berwarna hitam dan merah, salah satu sayapnya nampak patah entah karena apa


Yavol wanita cantik yang berada di hadapan Valdois kini dalam keadaan tak mengenakan pakaian untuk menutup bagian tubuhnya


Bagaimana kisah Valdois selanjutnya? Stay tune selalu untuk mengetahui kisahnya lebih lanjut