
"Walaupun sudah kami kalahkan mereka tetap muncul dan rekan rekan kami satu persatu tumbang akibat luka dalam yang tak bisa disembuhkan dan karena kelelahan"
"Kami bahkan sudah berusaha untuk kabur menggunakan kereta kuda yang kami miliki namun mereka dengan cepat menyerang kuda kuda kami dan kereta kudanya menjadi terbalik akibat serangan mereka"
Viola menceritakan kejadian buruk yang telah menimpanya kepada Valdois dengan perasaan berat akibat di tinggal rekannya
Pria berpakaian sederhana itu mengangguk dan berusaha menenangkan Viola wanita yang berada di hadapannya yang sedang bersedih itu
"Anu sekali lagi aku ucapkan terimakasih karena telah menyelamatkanku, mungkin sekarang aku tak bisa membalas kebaikanmu tetapi apakah kau mau membantuku sekali lagi?" Ucap Viola tersedu sedu
Viola mengelap air matanya dari wajahnya dan memohon pertolongan kembali kepada Valdois dengan perasaan berat
"Apa yang bisa aku bantu? Ucap Valdois penasaran
"Bisakah kau mengantarkan ku ke kota Pulenprob?"
Valdois tak langsung menjawab pertanyaan Viola
Terjadi keheningan sejenak hingga Valdois selesai berfikir dan berkata
"Baiklah, tetapi aku sedang mencari material, jika kau tak keberatan dengan itu maka aku setuju" ucap Valdois
Wanita cantik yang berhadapan dengan Valdois mengangguk pertanda setuju
Berangkatlah mereka menuju kota Pulenprob disertai dengan petualangan Valdois untuk mencari material yang dibutuhkan.
Di perjalanan menuju kota Valdois berniat pergi ke Goa Gobhlop yang tempatnya tak berseberangan dengan tujuan akhir mereka
"Kita mau pergi kemana terlebih dahulu tuan Valdois?"
Viola yang ditemani oleh Valdois untuk pergi menuju kota Pulenprob mengikuti Valdois dari belakangnya
"Kita pergi ke Goa Gobhlop terlebih dahulu dan juga jangan panggil aku tuan, panggil saja Valdois"
Viola menganggukkan kepalanya dan terus mengikuti Valdois dari belakang tanpa mengeluh sedikitpun
"Oh iya Viola, bukankah menggunakan gaun untuk berjalan itu sulit?" Ucap Valdois khawatir
"Kau baik sekali peduli padaku tapi kau tak perlu khawatir Valdois gaun ini memang di desain untuk berjalan dan lainnya, ini bisa di lipat supaya mirip pakaian militer"
"Lihatlah"
Viola melipat gaunnya yang mengembang menjadi kecil dan berbentuk seperti celana militer, Valdois pun melirik kan kepalanya dan melihat gaun Viola berubah menjadi seperti celana militer
Valdois terkagum dengan pakaian yang Viola kenakan ia pun bertanya kepada Viola berbagai macam pertanyaan dan juga obrolan ringan sebelum sampai ke tujuan berikutnya
Di perjalan mereka diiringi oleh gelak tawa dari keduanya, mereka menikmati perjalanannya hingga akhirnya tujuan berikutnya sudah berada di depan mata
Valdois berhenti di ikuti oleh Viola yang berhenti karena melihat Valdois yang berhenti
Valdois mengambil pedang yang berada di pinggangnya lalu memegangnya dengan erat
Ia mengambil posisi bertahan dan menyerang, Valdois maju perlahan ke dalam goa yang dimaksud dengan hati hati
Viola yang berada di belakang Valdois hanya bisa mengikutinya dengan rasa bingung yang melanda hatinya
"Valdois, musuh apa yang akan kau lawan kali ini?" Ucap Viola penasaran
Valdois tak menjawab pertanyaan dari Viola dan terus melangkah secara perlahan, Valdois melihat sekeliling dengan seksama dan nampak wajah dari Valdois sangat berbeda dibanding pertama kali ia bertemu dengan Viola
Viola merasa cemas dengan monster yang akan Valdois lawan
"Semoga Valdois baik baik saja" Gumam Viola
Di saat Viola yang terus bergumam sendiri tiba tiba datang seekor monster menyerang Viola dengan kecepatan penuh
Namun monster itu tak menyadari bahwa Valdois sedari tadi memperhatikannya
Dengan cepat Valdois membelah monster itu menjadi dua dengan pedang yang berada di tangannya
Darah berwana hijau keluar seperti air mancur dari tubuh monster tersebut,
"M…monster apa itu?" Ucap Viola
Di karenakan penerangan di dalam goa yang sangat minim membuat Viola menjadi tak bisa melihat dengan jelas
Valdois pun menaruh kembali pedangnya dan mengambil sebatang kayu dari kotak dimensional yang ia miliki
Fireball
"Batang kayu itu terbakar oleh api yang dibuat oleh kemampuan Valdois dan berubah menjadi obor untuk penerangan sementara"
"Kau bisa menggunakan sihir?" Ucap Viola terkejut
"Bagaimana bilangnya ya?, Mungkin kurang lebih seperti sihir" ucap Valdois ragu
Viola yang bersembunyi di belakang Valdois pergi dari tempat persembunyiannya untuk melanjutkan perjalanannya di samping Valdois
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dan masuk lebih dalam ke dalam Goa setelah Valdois menyimpan monster itu di kotak dimensional tanpa Viola ketahui
Viola yang masih penasaran dengan apa yang Valdois cari di goa ini kembali bertanya kepada Valdois
"Hei Valdois kau ingin mencari monster atau material seperti apa?" Ucap Viola penasaran
"Oh iya pertanyaanmu tadi belum ku jawab, kita di sini sedang mencari monster yang bernama Goblin"
"Goblin?, Bukankah goblin banyak di hutan Bahmon? Kenapa kau susah susah datang kemari?" Ucap Viola semakin penasaran
Valdois melihat sejenak ke Viola lalu kembali melihat ke depan dan berkata
"Memang di hutan Bahmon ada banyak tetapi yang aku cari bukan goblin biasa melainkan rajanya yang aku cari"
Mendengar itu Viola menghentikan langkah kakinya, wajahnya berubah menjadi sangat terkejut setelah mendengar pernyataan dari Valdois
Valdois yang menyadari Viola berhenti berjalan membalikkan badannya dan bertanya kepadanya
"Ada apa dengan mu? Apa kau sudah tak kuat berjalan?"
Viola dengan cepat berjalan ke Valdois dan berkata kepada Valdois dengan nada takut
"Aaa…..apa kau tau apa yang kau katakan?, Itu raja goblin kau tau? Dari kabar yang aku dengar raja goblin itu sangat kuat bahkan petualang yang peringkat B tidak bisa mengalahkannya" ucap Viola
Viola menggoyangkan badan Valdois dengan menarik dan mendorong bajunya secara perlahan sembari menjelaskan kepada Valdois betapa berbahayanya King goblin itu
Valdois memegang tangan Viola dan menjauhkannya dari bajunya
"Aku tau itu tetapi kulit serta tongkat kayu yang ia miliki sangat aku butuhkan"
"Meski kau tau resikonya kau tetap ingin melawannya?"
Setelah mendengar ucapan Valdois Viola mundur beberapa langkah, ia menundukkan kepalanya untuk berfikir sejenak lalu kembali mengangkat kepalanya
"Aku tetap akan mengikutinya, Valdois itu kuat pasti bisa mengalahkannya" ucap Viola dalam hati
Viola menampar wajahnya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa Valdois mampu mengalahkannya
Ketika ia sedang melakukan hal tersebut ia menjadi teringat dengan kata kata Valdois sebelumnya
"Kau bilang ingin mencari material bukan? Berarti kau seorang petualang atau semacamnya?"
Valdois menganggukkan kepalanya setelah mendengar perkataan Viola
"Kalau kau petualang apakah peringkatmu adalah A atau di atasnya?"
"Tidak bukan, aku hanyalah petualang peringkat G"
Mendengar itu Viola menjadi terdiam kembali dan keheningan terjadi lagi
Viola yang pasrah dan tak bisa berbuat apapun menyerah untuk menolak ikut dan ia melanjutkan kembali perjalanannya dengan Valdois untuk mencari kulit dan tongkat dari king Goblin