
Selepas kekalahan king Goblin Valdois menerima luka yang cukup banyak akibat serangannya sehingga membuat Valdois jatuh tersungkur tak sadarkan diri, Viola yang sedang dalam posisi duduk bangun dari duduknya menghampiri Valdois yang jatuh tak sadarkan diri
"......jika diingat kembali sudah berapa lama aku di dunia ini?, Apakah aku sudah hidup dengan bahagia di sini?"
"Apakah hidup ku sepadan dengan bahaya yang ada?"
Tak lama pingsan Valdois pun akhirnya siuman, ia membuka matanya perlahan, setelah membuka matanya ia disambut oleh atap Goa
"Ukh, aku dimana?" Ucap Valdois pelan
"Kau sudah lupa?, Kita masih di dalam Goa"
Valdois memegang kepalanya yang sakit, ia melihat sekelilingnya dan ia teringat bahwa ia sedang melawan king Goblin
"Benar juga aku tadi sedang melawan king Goblin!, Dimana dia sekarang?"
Valdois bangun dari tempat ia tertidur lalu ia melihat sekeliling untuk mencari keberadaan dari king Goblin yang tadi ia lawan
"King Goblinnya sudah kalah, apa kau menerima serangan di kepala sehingga kau lupa ingatan?"
"Sudah dikalahkan?"
"Benar" ucap Viola menganggukkan kepalanya beberapa kali
Valdois yang masih tak percaya terus melontarkan beberapa pertanyaan kepada Viola hingga akhirnya ia mendapatkan ingatannya kembali
Setelah luka Valdois sembuh dari serangan king Goblin itu mereka memutuskan untuk keluar dari Goa setelah menyimpan semua monster yang di buru ke dalam item box milik Valdois
Sesampainya di luar Goa mereka di sambut oleh matahari yang baru saja terbit dan suara indah dari burung burung sekitar
Kini mereka melanjutkan perjalanannya menuju tempat selanjutnya untuk mencari material sekaligus menuju kota Pulenprob
Di perjalanan menuju tempat selanjutnya Viola wanita yang mendampingi Valdois menanyakan mengenai tujuan berikutnya kepada Valdois
"Selanjutnya Kita akan pergi kemana Valdois?" Tanya Viola tersenyum
"Hmmmm benar juga, sepertinya selanjutnya kita akan ke laut Srioplida" ucap Valdois melihat secarik kertas
"Laut?, Di sana kau ingin mencari apa?" Tanya Viola
"Di sini tertulis bahwa aku membutuhkan batu sihir dan sisik dari monster yang bernama ceytrus"
Mendengar perkataan Valdois membuat Viola menjadi tak bisa berkata apa-apa ia merasa terkejut dan bingung di waktu yang bersamaan
Viola yang tiba tiba terdiam membuat Valdois menjadi penasaran dan bertanya kepada Viola apakah ia baik baik saja
Viola yang terdiam lantas bersuara dengan cukup keras kepada Valdois
"Bagaimana aku bisa baik baik saja? Sedangkan monster yang akan kau lawan dari namanya saja sudah sangat kuat!"
"Memangnya kau ini mau membuat apa sehingga kau ingin mempertaruhkan nyawan mu yang berharga?" Ucap Viola pelan
Valdois tak lantas menjawab pertanyaan Viola, ia terus berjalan tanpa menghiraukan pertanyaan Viola karena ia berpikir bahwa jika memberitahunya akan percuma jadi ia memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanannya tanpa memberikan jawabannya
Di perjalanan mereka bertemu dengan monster yang bertujuan mencelakai Valdois beserta Viola namun monster itu berhasil Valdois dan Viola kalahkan dengan mudah, diperjalanan menuju laut Srioplida Valdois mencairkan suasana yang cukup tegang di antara dirinya dengan Viola dengan menanyakan berapa pertanyaan
"Viola aku ingin menanyakan sesuatu mengenai kota yang akan kau datangi"
"Sebenarnya kota itu berada di sebelah mana?" Tanya Valdois penasaran
"Kota Pulenprob kalau tak salah dekat dengan laut, jadi kalau kita dari laut Srioplida kurang lebih akan memakan waktu 3 hari perjalan menggunakan kereta kuda"
"3 hari? Berarti kalau berjalan kaki kita membutuhkan 5 hari perjalanan, cukup jauh juga"
Mereka terus berbincang hingga tak sadar akhirnya mereka tiba di laut Srioplida, disana terdapat sebuah kota kecil yang mempunyai laut itu sehingga untuk memasukinya di kenakan biaya masuk per orang adalah 1 koin silver tetapi karena Valdois adalah seorang petualang ia tak harus membayar biaya masuk
Dari yang Viola ceritakan kepada Valdois kota yang sedang mereka tempati bernama kota Oplit, kota itu adalah dikelola oleh seorang bangsawan Count
Semenjak kematian count pertama kota itu menjadi semakin buruk, kemiskinan menjadi hal biasa karena banyaknya jumlah mereka, banyak penjahat di dalam kota sehingga berbahaya pergi di malam hari
Kota Oplit ini sekarang di kelola ole count yang bernama Count Alexander Peter Stanley II, semenjak kematian ayahnya count Alexander menjadi berbuat semaunya terhadap kota sehingga membuat kita yang dulunya cukup besar dan makmur menjadi kota kecil yang di penuhi penjahat dan orang miskin
"Cukup mengerikan juga count apalah itu" ucap Valdois
"Ngomong ngomong count pertama itu meninggal karena apa?"
"Kabarnya ia meninggal akibat di bunuh oleh anaknya yang ingin mengambil seluruh wilayah ayahnya"
Valdois mengangguk mengerti di ikuti makanan yang masuk ke dalam mulutnya
Valdois dan Viola kini berada di sebuah toko makan, mereka memutuskan untuk menghilangkan lapar terlebih dahulu lalu setelah itu mereka pergi untuk mengalahkan monster Ceytrus
Mereka makan dengan lahap hingga piring di atas meja mereka terus bertambah, setelah puas dengan makanan yang di hidangkan mereka merasa kenyang dan tiba saatnya mereka membayar makanan mereka
"Viola maaf aku sedang tak memiliki uang, bisa kau yang bayarkan?" Ucap Valdois pelan
"Apa? Bukankah kau yang akan membayarnya? Kau yang mengajak aku datang ke sini untuk makan bukan?"
"Yah itu benar tetapi aku kan telah mengajakmu agar kamu mentraktir makan"
Viola sedikit terkejut dengan perkataan Valdois, tetapi karena Valdois yang terlihat sangat bersikukuh ia memutuskan untuk membayar makanannya
Setelah membayar biaya makan mereka memutuskan untuk melihat lihat laut Srioplida terlebih dahulu untuk mendapatkan informasi lebih dalam mengenai monster yang akan mereka lawan
seperti laut pada umumnya disana terdapat pantai yang cukup indah, ketika mereka ingin memasuki daerah pantai mereka di halangi oleh sekumpulan orang untuk menagih biaya masuk pantai
"hah? Kami harus membayar hanya untuk melihat sebentar di sini?, kau sedang bercanda ya!" ucap Viola kesal
"kami tak bercanda Nona cantik, kalau kau tak punya uang bagaimana kalau...." ucap salah satu dari mereka
seorang pria yang berpenampilan buruk itu melihat Viola dengan tatapan mengerikan, ia melihat tubuh elok Viola dari bawah ke atas berulang kali sehingga membuat lidahnya menjulur keluar tanpa sepengetahuan dirinya sendiri
"bagaimana kalau begini saja nona cantik, kau datang saja ke tempat ku, aku bisa membuat mu lebih bahagia daripada dengan pria membosankan yang berada di sampingmu" ucap pria yang sedari tadi melihat tubuh Viola
"Cih, bahkan di sini pun masih ada perilaku buruk dari pria ke wanita?, ternyata di dunia manapun kejahatan akan selalu ada" Gumam Valdois
"maafkan saya tapi saya harus menolaknya, kenapa saya harus datang ke tempat mu sedangkan saya tak mengenal dirimu?" ucap Viola tegas
Viola menolak ajakan pria yang berpenampilan buruk itu, dan tentu saja pria itu menjadi sedikit emosi setelah mendengar ucapan Viola
"kau menolak undangan ku? Dasar tak tau diri!"
"apa kau tak tau siapa aku ini!"
"tidak aku tak mengenal mu, lagi pula kau mengajak seorang gadis yang bahkan dia tak mengenal dirimu! Mana mungkin dia akan ikut kepadamu?!" ucap Viola sinis
Mendengar ucapan Viola membuat pria tersebut menjadi terdiam, setelah berdiam cukup lama akhirnya mereka pergi dari hadapan Viola setelah dirinya mengusirnya dengan sihir api miliknya
"huuuuh, merepotkan sekali bertemu dengan orang seperti mereka" Gumam Viola
Setelah kepergian orang orang tak bertanggung jawab tersebut akhirnya mereka memutuskan untuk memasuki pantai untuk melihat keadaan lautnya untuk mendapatkan informasi mengenai monster ceytrus
Di lain tempat
"sialan!, dasar wanita ******! Beraninya ia menyerang ku dengan sihir api?"
"lihat saja kau wanita ******! Aku akan membuatmu menyesal telah menolak ku!" ucap seorang pria tersenyum licik dengan lebar.