
"Jadi…. Siapa lagi dia?"
Terdengar suara wanita yang sedang marah
"Oh dia, aku bertemu dengannya di…"
"Aku bertanya siapa dia!"
"Viola"
Nampak sesosok wanita yang sedang memegang pinggangnya dengan kedua tangannya, wajahnya terlihat sedang kesal
Di depan wanita itu terdapat seorang pemuda yang sedang terduduk, wajah pemuda itu nampak pucat ketika berhadapan dengan wanita yang berada di depannya
"Lalu kenapa kau bisa bersamanya?"
"I…itu karena tujuan kita sama" ucap seorang wanita sayup
"Aku tak bertanya padamu, jadi Valdois bagaimana?"
Pemuda yang terlihat sedang terduduk pasrah itu berusaha ingin menjelaskan pada wanita yang di hadapannya namun ketika ingin menjelaskan ucapannya selalu di potong oleh wanita tersebut
"Anu….jadi"
"Ngomong yang jelas!" Ucap wanita itu tegas
Diantara mereka bertiga terdapat seorang gadis cilik yang berusaha untuk menengahi permasalahan yang terjadi namun usahanya tak di tanggapi oleh mereka
"Anu…Kak Frisca bukankah lebih baik kita mendengar ucapan kak Valdois terlebih dahulu?" Ucap gadis cilik itu pelan
Wanita yang bernama Frisca itu melirik sejenak gadis kecil yang berusaha menengahi mereka dan berkata
"Leviathan kamu jangan kasihan padanya, seharusnya dia di perlakukan lebih keras jika tidak kejadian seperti ini akan terjadi lagi"
Frisca menunduk untuk mengelus kepada gadis kecil itu dan berbicara dengannya dengan nada pelan dan lembut
"Anu…kalau boleh tau kak Frisca dengan kak Valdois ada hubungan apa? Kenapa kak Frisca sangat marah ketika melihat kak Valdois membawa seorang wanita?
Apakah kau pacarnya?"
Dengan polosnya Leviathan menanyakan pertanyaan yang membuat Frisca tak bisa berkata apa apa
"Bu…bukan aku bukan pacarnya, hanya aku tak ingin melihatnya bersama cewek gatal lainnya karena Valdois orang yang polos khawatirnya ia akan di tipu dan di manfaatkan" ucap Frisca
Wajah Frisca berubah menjadi sedikit kemerahan setelah mendengar pernyataan dari Leviathan
Berlanjutlah pertengkaran di antara mereka dan Leviathan terus berusaha meredamkan amarah Frisca hingga siang menjelang
Hhhhhh
Valdois menghela nafas sangat panjang, ia duduk di atas kasurnya sembari menatap langit langit atap
"Kenapa kau ikut kemari Viola? Bukankah seharusnya kau berada di kota Pulenprob?, Karena kau aku jadi kena marah"
"Maafkan aku atas hal tersebut tapi aku punya utang Budi yang belum ku bayar pada mu, aku akan malu sebagai manusia jika tak bisa membayar utang budiku"
"Huuuuh, memangnya dia punya utang Budi apa pada ku?" Gumam Valdois
Valdois terus memikirkan kejadian tadi hingga ia terlelap dalam tidurnya akibat ia tak tidur sedari kemarin
Viola yang melihat Valdois telah tertidur lelap di atas kasur pun menghampirinya lalu ikut berbaring di sebelahnya setelah ia memindahkan kasur yang tak jauh dari kasur yang Valdois gunakan
Viola melihat wajah Valdois yang masih membekas luka cakaran yang cukup dalam
"Bekas Luka yang berada padanya tak bisa hilang walau sudah menggunakan sihir, sepertinya luka itu adalah kutukan atau semacamnya" gumam Viola
Viola yang terus terpikir bagaimana caranya menghilangkan bekas luka yang berada di wajah Valdois tanpa sadar matanya tertutup secara perlahan dan ia pun tertidur pulas di samping Valdois
Beberapa saat setelah mereka tidur
Leviathan datang ke kamar yang di tempati oleh Valdois saat ini, ia pun membuka pintunya perlahan setelah ia mengetok pintunya
Ckraak
Kriiiiiik
"Kak Valdois apakah kau di dalam?"
Pintu pun terbuka lebar, Leviathan yang masih berada di luar kamar terkejut melihat pemandangan yang berada di depannya
Viola yang pakaiannya sedikit terbuka akibat tidurnya yang selalu bergerak berada tepat di samping Valdois
Leviathan yang sedang memegang sebuah tongkat sihir tanpa sadar menjatuhkannya
"Ka….kak Valdois apa yang kau lakukan bersama berduaan di atas ranjang??!" Ucap Leviathan sedikit berteriak
Leviathan teringat kejadian tadi pagi lalu dengan cepat menutup mulutnya rapat rapat lalu ia masuk dan menutup pintu
Ia menghampiri Valdois bertujuan untuk membangunkannya sebelum kedatangan Frisca namun nasib buruk datang secara bergilir kepada Valdois, Frisca yang berada di lantai satu mendengar teriakan pelan dari Leviathan dan bergegas menghampirinya
"Leviathan apa kau baik baik saja?, aku mendengar kau berteriak apa yang sedang terjadi?"
Frisca yang berada di lantai satu menjadi khawatir setelah mendengar suara Leviathan, ia pun bergegas naik untuk melihat keadaannya
Kriiiiiik
"Leviathan kau berada di dalam?" ucap Frisca pelan
"ah kak Frisca kenapa kau datang kemari?, bukankah kau ada janji dengan kak Hera di serikat petualang?" ucap Leviathan gagap
Leviathan dengan cepat menghadang Frisca yang berusaha masuk kedalam, ia menahan pintu dan berdiri tepat di depan Frisca yang masih berada di luar
"daripada itu apa kau baik baik saja?, aku mendengar kau berteriak apa yang terjadi?"
"oh itu tadi ada serangga jadi aku sedikit berteriak"
"benarkah? Kau sedang tidak di ancam atau sejenisnya?"
"tidak aku baik baik saja, yang lebih penting ayo kita pergi ke serikat petualang untuk bertemu kak Hera"
Leviathan mendorong tubuh Frisca yang menghalangi pintu pelan lalu ia keluar dengan cepat lalu menutup pintunya dengan cepat
"kau tidak menyembunyikan sesuatu dari ku bukan?"
"a..apa yang kau katakan? Sudah ayo kita pergi untuk bertemu kak hera"
Leviathan menarik tangan Frisca untuk bertemu dengan Hera di serikat petualang untuk memenuhi janjinya
Frisca yang masih merasa khawatir sekaligus ragu hanya bisa ikut Leviathan yang sedang menarik tangannya
"hei tunggu Leviathan itu sakit, pelan pelan saja kita ke sana tak perlu terburu-buru"
"kita harus cepat kak Frisca, aku khawatir jika kak Hera sudah menunggu cukup lama nanti akan panjang urusannya mengingat dia yang selalu baik kepada kita"
pergilah Frisca dan Leviathan menuju serikat petualang untuk berjumpa dengan Hera salah satu dari petualang terkenal di kota ini
Miaaw
"kau sangat beruntung Valdois tak jadi kena marah, kau harus berterima kasih pada Gadis kecil itu nanti"
Seekor kucing keluar dari dalam baju Valdois, kucing itu melompat dan mendarat tepat di atas jendela, ia menjilat kakinya kemudian memandikan dirinya layaknya kucing pada umumnya
(notes: di karenakan idul Fitri saya berniat ingin libur dari menulis novel tetapi saya tak ingin melakukan hal tersebut jadi saya akan tetap menulis namun saya tak akan menceritakan cerita utamanya melainkan hanya filler yang menunggu cerita utamanya tetap lanjut mohon maaf sebesar-besarnya tolong bersabar lebih lama hingga saya selesai mengambil libur :)
Terimakasih yang telah stay untuk membaca dan yang mendukung semoga rezeki kalian di mudahkan, yang menunggu cerita utama bisa menunggu dengan membaca filler yang saya buat mohon maaf jika cerita yang saya buat kalimatnya masih banyak yang salah thank yang sudah mendukung>_<)