
Setelah selesai memakan daging babi hutannya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan
Di perjalanan mereka menuju tempat king Goblin mereka selalu bertemu dengan monster yang menghadang namun kali ini mereka tidak di hadang oleh satu ekor monster pun, Valdois yang merasa heran menjadi sangat waspada terhadap sekitar lebih dari sebelumnya
Valdois menarik pedang yang di pinggangnya dan memegangnya dengan erat, Viola menjadi khawatir ketika ia melihat Valdois memegang pedangnya
Viola bersembunyi di belakang Valdois berharap tak bertemu dengan monster berbahaya namun harapannya hancur karena tak lama berselang mereka berjalan muncul lah seekor monster yang ciri cirinya menyerupai king Goblin yang di jelaskan drawft namun bedanya tubuhnya berwarna biru serta ia monster itu tak memegang tongkat kayu seperti yang dijelaskan melainkan sebuah pedang yang nampak sangat tajam
"sepertinya aku telah bertemu dengan monster yang sangat berbahaya" gumam Valdois
Keringat dingin seketika membasahi wajah Valdois, monster yang di duga adalah king Goblin itu menyadari kehadiran Valdois dan Viola
Monster itupun memegang senjatanya dengan erat lalu berlari menuju Valdois dan Viola yang sedang memperhatikannya
"Viola menjauh lah, monster yang kita hadapi bukan seperti sebelumnya"
Viola mendengarkan ucapan Valdois untuk saat ini, dengan menjauhnya Viola membuat Valdois lebih leluasa dalam bergerak sehingga memudahkannya menyerang monster itu serta bertahan dari serangannya
Jduaaangg
Pedang Valdois saling berhantam dengan pedang monster itu, ketika Valdois bertahan dari serangan monster itu menggunakan pedangnya kekuatannya tak sebanding Dengannya sehingga membuat Valdois terpental cukup jauh dan tubuhnya menabrak dinding goa
Bruuuk
"Valdois!"
Tak membuang kesempatan monster yang memegang pedang di tangannya itu berusaha melancarkan kembali serangannya kepada Valdois namun kini ia menghindarinya
"cih pedangnya sangat menganggu" gumam Valdois
"Bagaimana caraku mengalahkan monster sepertinya?"
Valdois berfikir sejenak sembari ia menghindari serangan monster itu
Pertarungan mematikan tak bisa di hindari, Viola yang tak memiliki senjata ataupun kemampuan bertarung yang mumpuni hanya bisa melihat lelaki yang menyelamatkannya di serang berulang kali oleh monster yang mengerikan
"Apa yang harus kulakukan untuk membantu Valdois?" Gumam Viola
Viola menatap monster mengerikan itu dengan takut, Viola berfikir dengan keras bagaimana cara untuk membantu Valdois tanpa mengganggunya bertarung dan tanpa dirinya ikut masuk ke Medan perang
Berpikirlah mereka berdua tentang bagaimana cara mengalahkan monster itu, disela mereka berpikir Valdois berusaha menyerang bagian fatal bagi monster itu namun kulitnya sangat keras sehingga tak bisa di tembus oleh pedang biasa
Di dalam Goa yang gelap membuat pergerakan Valdois lebih terbatas daripada ia bertarung di luar Goa sehingga membuat Valdois mendapat banyak sekali luka
Serangan Monster itu berhasil mengenai Valdois, Tubuh Valdois memiliki luka sayatan kecil di bagian kaki, tangan serta perutnya
"Sial, seandainya aku membeli dan membawa potion penyembuh!" Gumam Valdois
King Goblin yang berwana biru itu menyerang Valdois dengan gerakan yang berbeda, Ia menendang serta memukul Valdois dan serangannya itu berhasil mengenai Valdois
Buaaah
Darah segar keluar dari mulut Valdois akibat serangan king Goblin itu yang berhasil mengenai dirinya
Valdois berusaha sekeras mungkin untuk menghindari serangan mematikan dari monster itu dengan susah payah namun usahanya tak berhasil
Setiap kali Valdois berusaha menghindari sebuah serangan dari monster itu seketika itu pula serangan lain datang dan berhasil mengenai Valdois
"Cih, apakah aku harus menjadi umpan supaya Viola bisa lari?" Gumam Valdois
"Tidak tidak, kalau aku melakukan itu Frisca dan yang lain akan memarahiku jika aku tak bisa kembali hidup hidup" Gumam Valdois menggelengkan kepalanya
Valdois membulatkan tekadnya dan berusaha sekuat tenaga untuk melawan monster itu walau kemungkinan menangnya sangat kecil
"Aku tak mungkin berharap ada yang menolong maka dari itu aku harus berusaha sekuat tenaga walau akan kehilangan nyawaku!"
Valdois menampar wajahnya yang di penuhi darah itu untuk meyakinkan dirinya
GRAAAAAAARRRR
Monster itu melancarkan kembali serangannya kepada Valdois, Valdois pun menahan serangannya dengan pedangnya, lantai yang menjadi pijakan Valdois menjadi hancur seketika setelah Valdois menahan serangan King Goblin
Valdois menepis pedang king Goblin itu dengan pedangnya dan kini Valdois berlari dengan cepat ke arah monster itu dan melancarkan serangannya
Pedang Valdois di baluti oleh sihir api miliknya, Valdois menyerang bagian fatal dari king Goblin dengan pedangnya yang sudah dibaluti oleh api
Serangannya mengenai tubuh monster itu dan berhasil membuatnya mengeluarkan darah berwarna biru dari bagian yang ia serang
Gyaaa
Monster itu berteriak dengan keras setelah mendapat luka dari serangan Valdois, monster itu menjauh dari Valdois dan memegang tubuhnya yang terluka dengan tangannya
Ia melihat tangannya yang di penuhi oleh cairan biru tua, setelah melihat tangannya monster itu menjadi sangat marah kepada Valdois, monster itu melancarkan serangan berulang kali dengan pedangnya namun karena Valdois yang sudah mengetahui cara bertarung monster itu berhasil mengatasinya
"Hmh, jika aku menghindar aku akan mendapatkan luka dari serangannya tetapi jika menahannya aku bisa selamat dari serangannya kah?" Gumam Valdois
Valdois tersenyum seolah ia sudah mengetahui letak kelemahan dari monster itu
Di lain sisi Viola memerhatikan Valdois yang masih bertarung dengan monster berwarna biru itu untuk mengetahui letak pasti kelemahan darinya
Viola terus memperhatikan monster itu dengan seksama mulai dari kakinya hingga kepalanya
"Monsternya kelihatan sangat kuat tetapi mengapa Valdois bisa memberikannya sejumlah luka?, apakah kelemahannya adalah sihir?, atau hanya api?"
Viola berpikir dengan keras dari jauh dan terus memperhatikan gaya serangan monster yang sedang Valdois lawan dengan penuh perhatian
Setelah cukup lama berpikir ia memutuskan untuk menguji coba apa yang ia pikirkan
Viola merapalkan sebuah mantra dan melancarkan serangan menggunakan sihir air
"Taring Naga air"
Serangan yang menyerupai kepala naga itu berhasil mengenai tubuh monster itu, setelah mengenai tubuh monster itu ternyata serangannya tak membuat luka sedikitpun kepadanya
"hmmm, mungkin sihir api saja yang mempan?" Gumam Viola
King Goblin itu melihat ke arah Viola setelah dirinya diserang, tak membuang celah yang di buat oleh Viola Valdois pun melancarkan serangannya kembali dengan pedangnya yang diperkuat dengan sihir api miliknya
Craaaat
cairan berwarna biru tua itu keluar dengan deras dari tangan monster itu, tangan yang memegang senjata itu pun terpotong dengan sempurna dengan pedang milik Valdois
GRAAAAAAARRRR
Monster itu mundur beberapa langkah dan ia pun memegang area tangannya yang telah terpotong
Ia pun seketika menjadi terduduk sembari memegang area tangannya yang terpotong dan melihat ke arah Valdois yang sedang mengayunkan pedangnya untuk menghilangkan cairan biru itu dari bilah pedangnya
Viola yang melihat monster itu mendapatkan luka yang cukup besar merasa lega karena Valdois berhasil memberikan serangan yang cukup mematikan
"Kesempatan yang sangat bagus!, aku akan mencoba sihir api yang kumiliki" Gumam Viola
Viola merapalkan mantra dan melancarkan serangannya kepada monster itu
"Api yang membakar segalanya bakar lah musuhku hingga ke tulangnya!, Red flame dragon"
Api yang menyerupai tubuh naga itu melesat menuju Monster yang sedang terduduk itu
Monster itu menyadari dirinya di serang di sisi yang berbeda dan ia melihat ke arah api yang sedang menuju ke dirinya
Karena ia tak memegang senjata membuatnya tak bisa menahan sihir api yang di lancarkan oleh Viola seketika itu pula api yang membara membakar king Goblin itu hingga tak bernyawa lagi
Bruuk
Monster itu jatuh tersungkur setelah menerima serangan dari Viola, tubuhnya berubah menjadi berwarna gelap akibat sihir api milik Viola
"Ternyata benar kelemahannya adalah sihir api"
Selepas kekalahan monster itu, Valdois pun mendekati mayat monster itu untuk memastikan bahwa ia sudah tak bernyawa dan setelah dirinya yakin Valdois menjauh dari monster itu untuk menghampiri Viola
Ketika ia menghampiri Viola Valdois seketika jatuh tersungkur akibat luka yang ia miliki terlalu banyak sehingga membuatnya kehilangan darah yang cukup banyak