My Life As New Person

My Life As New Person
bab 16, Viola



Setelah kepergian kucing hitam itu Valdois melirik ke arah sumber suara ricuh tadi


"Suara apa itu?" Ucap Valdois memegang wajahnya yang penuh darah


Valdois menyeka wajahnya yang penuh darah dengan sapu tangan yang ia punya


Setelah selesai menyeka wajahnya dengan sapu tangan ia pergi menghampiri sumber suara


Tap tap tap


Valdois berlari menuju sumber suara dengan pedang yang sudah ada di tangannya


Graaar


"Ti….tidak menjauh lah!" Teriak seorang wanita


Valdois tiba di tempat suara itu berasal dan ia bersembunyi di balik pohon dan melihat ada apa di depannya


Di hadapannya terdapat seorang wanita yang sudah di kerumuni oleh serigala Thinnails


Wanita itu mengenakan pakaian berupa gaun, tak jauh dari tempat wanita itu ada sebuah kereta kuda dan mayat manusia yang sudah tercabik-cabik oleh serigala Thinnails tersebut


"Kumohon siapapun tolong aku!"


Wanita itu berteriak dengan keras memohon bantuan pada siapapun yang didekatnya, wajahnya sudah penuh air mata karena ia sangat takut nasibnya akan sama dengan rekannya yang lain


Serigala itu mendekati wanita itu dengan perlahan dan menunjukkan taringnya Kepa wanita itu


Sontak wanita itu semakin takut, ia berteriak lebih keras dan memberontak dengan menendang kakinya ke udara dan melancarkan pukulannya ke depannya


Serigala yang berada disekitarnya dengan mudah menghindarinya


Setelah lelah memberontak wanita itu berhenti dan nafasnya terdengar sangat berat akibat kelelahan


Setelah wanita itu berhenti, serigala Thinnails yang sudah kelaparan itu mendekati kembali wanita berpakaian unik itu


Jumlah serigala di sana adalah sepuluh ekor, rumor yang ada mengatakan bahwa satu ekor serigala Thinnails bisa membunuh lima puluh pasukan kesatria bersenjata lengkap dan kini dihadapan wanita itu terdapat sepuluh dan semuanya sedang dalam keadaan lapar


"Bagaimana caraku mengalahkan serigala Thinnails yang bisa menggunakan ilusi?"


Valdois berfikir sejenak di situasi genting saat ini


Di saat Valdois berfikir semakin mendekat serigala Thinnails kepada wanita itu


Dan tepat ketika serigala itu melompat untuk melancarkan serangan Valdois melaju dengan cepat ke hadapan wanita yang sedang ketakutan itu untuk menahan serangan serigala Thinnails


Serangan serigala Thinnails tersebut berhasil di tahan oleh Valdois dengan pedang yang di buat oleh drawft seorang pandai besi paling hebat di kotanya


Valdois tersenyum kecil karena pedang buatan drawft berhasil menahan serang serigala Thinnails


"Seharusnya serigala ini memiliki rank yang tinggi tetapi kenapa ia muncul di hutan Bahmon yang seharusnya hutan untuk pemula berlatih?" Ucap Valdois heran


"Kejadian ini mirip seperti saat itu…"


Valdois teringat kembali dengan masa lalunya yang kalah telak oleh seekor monster yang sangat besar


"Jika di ingat kembali pada saat itu aku tak menyerangnya bahkan menahan serangannya" gumam Valdois


Di saat Valdois sedang berfikir serigala Thinnails yang pintar tak menyia-nyiakan kesempatan ini dan langsung melancarkan serangan ke wajah Valdois


Pria berpakaian sederhana dengan pedang yang sudah berada di tangannya itu dengan sigap menghindari serangannya dan menggenggam pedangnya dengan erat lalu menyerang monster itu dengan pedangnya


Serigala Thinnails yang menyerang berhasil Valdois tebas hingga terbelah menjadi dua dan menghilang


"Cih ilusi kah?" Ucap Valdois


Serigala Thinnails yang mengelilingi wanita yang sedang menangis dengan takut itu beralih dan melihat ke arah Valdois


Serigala itu mengeluarkan giginya yang tajam dan menggeram kepada Valdois


Grrrrr


Satu persatu dari serigala itu berlari ke tempat Valdois bersembunyi dan menyerang Valdois


Dengan mudah Valdois menyerangnya karena itu hanyalah sebuah ilusi


"Bagaimana caraku mengalahkannya? Semua yang datang hanyalah ilusi sedangkan aku tak tau yang mana tubuh aslinya" gumam Valdois


Valdois keluar dari tempat persembunyiannya untuk mencari posisi yang nyaman untuk bertahan dari serangan serigala Thinnails itu


Valdois melihat sekeliling serigala Thinnails tersebut dan memperhatikannya dengan seksama


Wanita yang sedang menangis itu melihat Valdois dan dengan cepat ia menyeka air matanya dengan tangannya


Valdois menganggukkan kepalanya dan melompat untuk menghindari serangan serigala Thinnails


Terjadilah aksi pertarungan singkat antara pria berpakaian sederhana itu dengan beberapa monster bertaring tajam itu


Dalam pertarungan itu Valdois berfikir dan bertahan dari serangan serigala Thinnails di waktu yang bersamaan


Dan ketika Valdois sedang menghindari serangan ilusi monster serigala itu tanpa sengaja ia menemukan sesuatu yang berbeda di antara semua serigala Thinnails yang ada


"Oooh jadi begitu" ucap Valdois tersenyum kecil


Wanita yang melihat Valdois tersenyum kecil itu heran dengannya


Wanita itu hanya bisa berharap pria yang sedang bertarung dengan monster itu berhasil mengalahkannya tanpa luka berat


Valdois berhenti menyerang serigala yang menyerangnya ia menaruh kembali pedangnya kedalam sarungnya kembali dan berlari menghindari serigala yang menyerangnya


Serigala Thinnails itu mengejar Valdois dan terjadi aksi kejar-kejaran diantara mereka


Wanita yang dalam posisi terduduk itu karena lelah merasa heran sekaligus bingung dengan tingkah dari pria yang datang untuk mengalahkan serigala itu


Tap tap tap


Valdois berlari dan pergi menjauh dari wanita yang berniat ia selamatkan


"Disitu kah?"


Valdois berhenti sejenak dan melihat ke arah batu besar yang berada di Utara dari posisi wanita yang ia tinggalkan,


Valdois berlari menuju ke arah batu besar yang berada tak jauh dari posisinya


Setelah dekat dengan posisi batu besar itu ia memegang pedang yang masih berada di pinggangnya dan mengambil posisi menyerang


Dengan tatapan fokus kepada satu mangsa Valdois melompat dan menebas sebuah pohon yang berada di atas batu besar tersebut


Graaar


Terdengar suara Auman dari arah pohon yang Valdois tebas


Pohon yang Valdois tebas tiba tiba berubah menjadi seekor monster


Setelah monster itu ditebas ilusi serigala Thinnails yang berusaha menyerang Valdois menghilang semua secara bersamaan kecuali tiga ekor serigala


Dan ketiga serigala itu semua jatuh tersungkur dan nampak ketiganya dalam keadaan tak bernyawa


Valdois melihat ke belakangnya untuk memastikan keadaan dan setelah yakin dirinya dalam keadaan aman ia menaruh kembali pedangnya ke dalam sarungnya


Valdois membalikan badannya dan menghampiri serigala Thinnails yang sudah dalam keadaan tak bernyawa itu


Ia menendang ketiga serigala Thinnails itu dengan pelan untuk memastikan mereka benar benar sudah mati dan setelah memastikan ia memasukan ketiganya di kotak dimensional yang ia miliki


Tak jauh dari posisi Valdois berada wanita yang sedang dalam posisi duduk itu berusaha untuk berdiri dan menghampiri tempat Valdois berada


Mereka berdua saling bertatap muka dan baru wanita itu sadari ternyata Valdois memiliki luka cakar di wajahnya dan dengan perasaan bersalah wanita itu meminta maaf dan berjanji akan membalas Budi kebaikan dari Valdois


"Oh tidak ini bukan….."


Tak sempat Valdois untuk menjelaskan wanita itu berbalik badan dan pergi menghampiri rekannya yang sudah gugur


Wanita itu melihat rekannya yang sudah gugur mengeluarkan segenang air mata membasahi wajahnya yang cantik


Valdois menghampiri wanita itu berusaha menenangkan wanita itu


Setelah beberapa saat akhirnya wanita itu memperkenalkan dirinya


"Oh iya maafkan aku sebelumnya perkenalkan nama ku Viola"


Wanita yang mengaku sebagai Viola itu mengelap air matanya dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan kepada Valdois


"Valdois" ucap Valdois


Mereka berjabat tangan sejenak


Setelah selesai Valdois bertanya kepada Viola alasan ia datang kemari dan alasan kenapa ia bisa diserang


Viola dengan hati lapang menjelaskan kepada pria yang sudah menyelamatkannya itu


"Sebenarnya aku datang untuk pergi ke kota Pulenprob untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tetapi entah mengapa kami tiba tiba di serang oleh mereka" ucap Viola pelan


"Tentu kami berusaha melawan tetapi setiap kali mereka kalah selalu muncul kembali entah dari mana dan satu persatu dari kami berhasil dikalahkan oleh mereka"


Viola menjelaskan kepada Valdois secara rinci kejadian buruk yang menimpanya.