
"Kau ini apa?"
"Aku tak ada sebutan khusus tapi orang orang memanggil ku Dewa"
"Dewa?, Mahluk sekecil kau di sebut dewa? Ada yang aneh dengan orang yang memanggil mu seperti itu"
Seorang pria berpakaian rapi menggunakan baju berwarna hitam sedang berjongkok untuk melihat seekor kucing yang menyebut dirinya sebagai dewa
"Mana ku tahu, tanya saja pada orang yang memanggil ku seperti itu" ucap kucing berwarna hitam itu
"Memangnya kau berbuat seperti apa? Apa kau pernah menyelamatkan banyak nyawa sehingga di panggil dewa? Atau karena kekuatan mu yang langka atau besar?"
"Jika di pikir kembali aku pernah menghilangkan wabah penyakit dari sebuah desa itu pun hanya sekali, mungkin karena hal itu kabar tentang ku menyebar"
Kucing hitam itu menatap langit sembari mengingat kejadian yang pernah ia lalui
Pria berbaju hitam yang berada di hadapan kucing itu terdiam sejenak memikirkan sesuatu, selang berpikir cukup lama seorang wanita datang dari belakang pria itu dan mengejutkan pria yang sedang berpikir itu
"Hei Valdois apa yang kau lakukan!" Ucap wanita itu dengan senyumnya yang indah
"Astaga naga pirang"
Pria itu membalikan badannya untuk melihat siapa yang berada di belakangnya
"Ternyata kau Hera jangan tiba tiba berada di belakang ku! Aku sedang sibuk, cari saja Frisca atau Leviathan untuk kau ganggu" ucap Valdois kesal
"Ciih tidak seru"
Hera melihat ke depan Valdois untuk mencari tau perihal yang membuat Valdois begitu fokus sehingga tak menyadari kedatangannya
"Kucing hitam?, Bagaimana bisa ada kucing hitam di dalam kota?" Gumam Hera
Valdois yang tak sengaja mendengar ucapan Hera lantas membalikkan badannya kembali untuk menanyakan maksud perkataannya
"Apa maksudmu kucing hitam tak mungkin ada di kota?, Bukankah hal normal jika ada kucing di pekarangan manusia?"
"Kau benar kucing berada di kota adalah hal normal tetapi yang berada di sini ialah kucing hitam"
"Memangnya apa yang salah dengan hal itu?"
Hera terdiam sejenak memikirkan sesuatu, beberapa saat setelah berpikir ia pun menjelaskan maksud perkataannya
"Hmmm bagaimana ya, kucing hitam itu mahluk yang sangat langka, biasanya kucing hitam menjauhi manusia karena keburukan yang di perbuatnya"
"Kucing hitam itu termasuk dalam binatang mitos atau binatang suci yang sangat langka berada di kota"
"Lalu jika begitu kenapa kucing ini mau masuk kedalam kota manusia?" Ucap Valdois penasaran
"Nah itu yang sebenarnya ingin aku tanyakan padamu, kelihatannya kucing itu tak membenci mu? Apa kau pernah melakukan sesuatu sehingga kucing itu menyukai mu?"
Hera melirik ke arah kucing hitam itu dan nampak kucing itu sangat tak menyukai di lihat oleh Hera tetapi berbeda dengan Valdois, ketika Hera melirik ke arah kucing itu Valdois pun ikut melihat ke kucing hitam itu dan nampak perbedaan yang sangat signifikan
Kucing hitam itu nampak tak terlalu membenci Valdois, ketika Valdois melihat kucing itu ia nampak sedang membersihkan cakarnya sedangkan ketika Hera yang melakukannya kucing itu langsung menampakkan kukunya yang tajam serta bulu bulunya naik pertanda sedang marah
"Entahlah Hera, aku tak merasa pernah melakukan sesuatu padanya"
"Jika begitu kenapa tak kau tanyakan padanya? Mungkin dia ingat sesuatu"
Valdois berdiri dan melihat ke arah kucing hitam itu sejenak lalu ia pun menanyakan pertanyaan yang di ajukan oleh Hera
"Hei kucing hitam kenapa kau bisa berada di kota manusia?, Apakah kau sedang mencari sesuatu atau kau punya dendam dengan orang kota ini?" Ucap Valdois penasaran
Kucing hitam itu berhenti dari membersihkan dirinya sendiri, ia melihat ke arah Hera lalu ia melihat ke arah Valdois
"Ada apa? Apakah kau sedang mencari dia?" Ucap Valdois melirik ke arah Hera
Kucing itu kembali melakukan aktivitas sebelumnya yakni membersihkan dirinya
Valdois pun melihat ke arah Hera seolah memberi kode supaya Hera pergi dari sana
Hera mengerti maksud dari Valdois, ia sempat menampakkan wajah kecewa dan sedih karena ia tak bisa mendengar secara langsung kucing itu tetapi ia memilih menurunkan egoismenya dan ia pun memilih pergi dari tempat itu dan berharap Valdois memberi taunya ketika sudah selesai
Tap tap tap
Hera pergi dari hadapan kucing dan Valdois, selepas kepergian Hera kucing itu menghentikan aktivitas mandinya
Ia menggoyangkan badannya dengan cepat, bulu bulu dari kucing itu berterbangan secara bergantian
langit cerah yang tak nampak sedikitpun awan di sana berubah menjadi gelap penuh awan selepas kepergian Hera
Buuuuuunng
Terdengar suara yang cukup keras menyerang telinga Valdois, Valdois pun dengan cepat menutup telinganya
ia menutup telinganya, ketika ia menutup telinganya ia juga melihat sekeliling untuk mencari tau arah dari sumber suara
Ketika ia melihat sekeliling muncul sebuah barier muncul secara perlahan menutupi Valdois dan kucing hitam itu di dalam
"a...apaan itu, penghalang?" ucap Valdois terkejut
bulu yang berterbangan itu ikut terbawa keluar dari penghalang, bulu itu menempel di luar penghalang
Kini langit yang nampak cerah berubah menjadi sangat gelap dan di penuhi oleh awan gelap yang sangat banyak
Di saat Valdois sedang melihat sekeliling dengan panik dan khawatir tiba tiba muncul sesosok mahluk yang cukup besar sedada dari Valdois
bulu kuduk dari Valdois pun tiba tiba naik semua selepas kedatangan sesosok mahluk mengerikan itu, Valdois yang masih dalam keadaan panik menjadi semakin panik ketika ia melihat mahluk itu secara tatap muka
"a.....apakah itu?, Ke...kenapa bisa mahluk seperti itu di sini?" ucap Valdois gemetaran
Di lain tempat
"aaaah sudah ku duga aku tak bisa menahannya!, aku akan balik untuk mendengarnya"
Hera berbalik, ia berlari ke arah tempat Valdois berada, Hera menggunakan kemampuannya untuk menghilangkan aura kehadirannya
ia berlari beberapa saat, setelah sampai di tempat Valdois alangkah terkejutnya Hera
Tempat yang hanya di tinggal sebentar oleh Hera tiba tiba menghilang semua kecuali penduduk yang tinggal di daerah sana
Ketika Hera menanyakan tempat itu semua penduduk yang di berikan pertanyaan oleh Hera seolah tak pernah mengenal tempat yang di maksud Hera
"hei apa kau tau kemana hilangnya tempat ini?" ucap Hera menunjuk ke arah yang ia maksud
"apa maksudmu?, sedari awal disana tidak ada apa apa"
Ia menanyakan setiap orang yang ia temui dan terus memberikan pertanyaan yang sama kepada setiap orang yang ia temui
Setelah bertanya kepada penduduk Hera tak berhasil mendapatkan Jawaban yang ia ajukan
Ia pun berhenti mencari orang untuk di tanyai dan ia pun duduk tak jauh dari tempat awal
"ba....bagaimana mungkin?, tempat yang indah itu menghilang dalam sekejap?"
Hera menatap tanah sembari memikirkan kemungkinan yang terjadi namun nahas ia tak berhasil memikirkan kemungkinan yang ada
Ia berhenti menatap tanah dan ia melihat ke arah yang ia maksudkan
"Valdois semoga kau baik baik saja"