My Life As New Person

My Life As New Person
bab 18, Daging babi hutan



Viola mengikuti Valdois dengan wajah pucat serta murung, ia hanya bisa mengikutinya dari belakang karena ia tak memiliki kekuatan untuk pergi ke kota Pulenprob yang di semenanjung jalan di penuhi oleh monster


"Oh ya kau membutuhkan kulit dan tongkat king Goblin untuk apa?, Jika kau butuh kulitnya bukankah bisa menggunakan goblin biasa?" Ucap Viola penasaran


"Kalau itu aku kurang paham karena aku hanya disuruh mencarinya tetapi yang aku tau kulit king Goblin lebih keras daripada kulit goblin biasa mungkin karena itu?"


Valdois menjawab pertanyaan Viola dengan ragu karena ia memang tak mengetahui alasan membuat tongkat sihir dengan kulit king Goblin


Valdois hanya bisa percaya kepada seorang penempa senjata terbaik yang ia ketahui


Wanita yang berjalan dengan tergopoh-gopoh itu mengikuti Valdois dari balik punggungnya untuk menghindari serangan mendadak dari monster


Pria muda yang berada di hadapan Viola itu berhenti dan menarik pedangnya dari pinggangnya


Viola yang tak sengaja menabrak Valdois menjadi heran, ia melangkah ke samping Valdois dan melihat ke depan, Viola bertanya apa yang membuatnya berhenti namun tak di jawab oleh Valdois


"Suuut"


Viola yang semakin penasaran melihat ke arah yang dilihat oleh Valdois


Di dalam kegelapan Viola berusaha memfokuskan matanya untuk melihat sesuatu dari balik kegelapan


Ketika Viola sedang fokus melihat ke arah kegelapan tiba tiba melompat lah seekor monster ke hadapan Viola dengan kecepatan tinggi


Viola yang sempat menyadarinya kehadiran monster itu menghindar dengan cepat dari serangan monster itu


Graaar


Monster yang tak berhasil menyerang Viola melompat mundur dan kembali kedalam kegelapan Goa, monster itu menghilang dalam sekejap mata sesaat ia menyerang


"Mo…monster apa itu?" Ucap Viola terkejut


Valdois melihat ke arah Viola sejenak lalu kembali melihat ke hadapannya


"Berhati hatilah Viola, sepertinya dia tak sendirian!"


Viola mendekat ke Valdois untuk mencari perlindungan, ketika Viola mendekat ke Valdois seketika itu pula datang segerombolan monster dari depan


"Hmmm, sudah kuduga dia akan datang!" Ucap Valdois


"Si….siapa yang datang?"


"Goblin!"


Viola menjadi semakin menempel kepada Valdois setelah mengetahui segerombolan goblin mendekat ke arah mereka


"Oi jangan terlalu menempel kepadaku!, Jika begini aku tak bisa bertarung"


Valdois mendorong pelan tubuh wanita yang menempel kepada tubuhnya, wanita itu menolak pergi dari tubuh Valdois dengan menggelengkan kepalanya beberapa.


Terjadi pertengkaran kecil di antara mereka sejenak hingga pertengkaran mereka berhenti ketika para goblin menyerang


Para goblin membawa senjata di tangannya berupa batang kayu, panah, pedang pendek dan lainnya


Ketika para goblin itu ingin menyerang Valdois yang sudah saling berhadapan, Valdois dengan sigap menebas goblin yang ingin menyerangnya


Gyaaaa


Para goblin itu terbelah menjadi dua, cairan yang seperti darah berwarna hijau keluar dari tubuh para goblin seperti air mancur


Goblin yang membawa panah mundur beberapa langkah, setelah mundur goblin itu menarik anak panahnya dari busurnya, anak panah yang melesat dari busur itu hampir mengenai Valdois


Valdois melihat ke arah anak panah itu menancap, setelah melihat anak panah itu menancap Valdois berusaha kembali menjauhkan Viola yang masih menempel padanya


"Oi menjauh lah sebentar dari ku!" Ucap Valdois mendorong tubuh Viola


Viola masih enggan untuk pergi, seketika emosi Valdois tak bisa di bendung, Valdois pun menarik baju Viola yang sedang meringkuk dan memegangi kakinya kemudian melemparnya dengan cukup keras


"Aduuh, sakit" gumam Viola


"Maaf Viola tetapi sementara waktu kau di situ terlebih dahulu hingga mereka selesai ku kalahkan"


Valdois menancapkan obor yang ia pegang ke dinding sebelahnya supaya ia bisa memegang pedangnya dengan leluasa


Setelah Viola yang sudah tak menempel pada dirinya membuat Valdois menjadi leluasa dalam bergerak, Valdois memegang senjatanya ke belakang lalu ia melesat dengan cepat dan menebas kepala goblin pemanah itu hingga terpisah


Valdois bertarung untuk mengalahkan goblin yang tersisa dengan cepat


"Hmmm, apa sudah semua?" Gumam Valdois


Valdois melihat sekeliling untuk memastikan tak ada Goblin yang tersisa, setelah yakin tak ada Goblin ia menaruh kembali pedangnya dan mendekat ke Viola untuk memastikan keadaannya


"Kau baik baik saja Viola?"


Valdois mengulurkan tangannya untuk membantu Viola berdiri, Viola awalnya tak menerima bantuannya namun mengingat wajah Valdois yang masih terluka akibat perbuatannya membuat ia menjadi merasa tak berhak marah kepada Valdois


Viola pun berdiri dan melanjutkan perjalanannya untuk mencari kulit dan tongkat king Goblin


diperjalanan mereka bertemu dengan Goblin goblin lain dan dengan cara yang sama Valdois mengalahkan mereka


Beberapa jam berlalu dan langit yang berada di luar kini berubah menjadi gelap, bulan berdiri tepat di atas suara jangkrik terdengar cukup keras namun Valdois dan Viola yang berada di dalam goa tak mengetahui bahwa langit telah berubah menjadi malam


Valdois melihat ke Viola yang sudah sangat kelelahan memutuskan untuk beristirahat sejenak di dalam goa


Kruyuuuuk


"ugh"


Viola memegang perutnya yang lapar, Valdois yang juga sudah lapar mengeluarkan sesuatu dari item box miliknya untuk dimakan


Ia mencari cari sesuatu yang bisa dimakan di item box miliknya dan ia menemukan daging babi hutan yang ia kalahkan ketika masih di dalam hutan bersama Frisca, Valdois menarik keluar daging babi hutan itu dari item box miliknya


"woah daging darimana itu?" ucap Viola terkejut


Viola mendekat ke Valdois dan seketika itu pula air liur Viola keluar dari mulutnya dengan cukup deras


"Sabarlah Viola, aku tau kau lapar tapi ini akan ku masak dulu"


Valdois menjauhkan wajah Viola dari hadapannya, Valdois mengeluarkan kayu kayu yang berada di item box miliknya dan melemparnya ke depannya


Setelah merasa kayu yang untuk dibakar cukup ia pun mulai membakar kayu itu


Valdois menusuk daging babi hutan itu dengan kayu yang cukup panjang dan membakarnya di atas api yang sedang membara itu


Setelah cukup lama membakarnya tercium aroma yang sangat sedap darinya, Viola yang sudah lapar menjadi sangat tak sabar untuk memakannya, air liurnya pun sudah membasahi area tempat ia duduk


Valdois melihat ke arah Viola dengan senyuman kecil, ia mengingat kejadian yang sama ketika ia pertama kali bertemu dengan Frisca


"Tunggulah dengan sabar Viola sebentar lagi seharusnya matang" ucap Valdois tersenyum kecil


Valdois memutar daging itu supaya terpanggang dengan sempurna


Semakin lama ia memutar daging itu semakin matang pula seluruh bagian daging babi dan tercium pula aroma sedap darinya


Setelah cukup lama memanggang, daging babi yang ditunggu akhirnya matang dengan sempurna dan dari daging itu mengeluarkan aroma yang sedap


Valdois memotong daging itu dan membagikannya untuk Viola dan dirinya, tak butuh waktu lama Viola mengigit daging itu dan memakannya dengan sangat lahap


Valdois melihat ke Viola dengan senang, ia pun memakan daging itu bersama Viola di dalam goa dengan lahap


"rasanya lumayan enak padahal tak diberi bumbu apapun, apakah ini kelebihan daging di dunia ini?" gumam Valdois


Valdois memakan dagingnya dengan nikmat bersama Viola tanpa menurunkan kewaspadaannya tehadap sekitarnya