My Life As New Person

My Life As New Person
bab 10, Senyum kecil



Pemuda yang mengenakan pakaian sederhananya melihat pedang ditangannya yang sudah diberikan oleh drawft si dwarf dengan saksama.


Pemuda yang bernama Valdois itu mengangkat pedangnya dan memutarnya, ia melihat sekeliling dari pedang itu dan terlihat bahwa pedang itu ditempa dengan sangat baik dari bilahnya maupun sarung pedangnya.


"Bagaimana menurutmu anak muda?"


"Hmmm, pedang ini sangat bagus dan tak ditemukan sedikit keburukan darinya"


Pria tua yang bernama drawft itu mengangguk pelan dan tersenyum kecil kepada pemuda yang dihadapannya.


Valdois menaruh kembali Pedang yang dipegangnya kembali kedalam sarungnya dan meletakkannya di pinggangnya. setelah diletakkannya di pinggangnya ia menundukkan kepalanya dengan diiringi kalimat terimakasih.


"Santai saja!, daripada kau berkata terimakasih bagaimana kalau kau coba pedang itu di pertempuran nyata?"


"Baiklah, sekali lagi aku ucapkan terimakasih padamu"


Pria bernama Valdois itu mengangkat kepalanya dan mengajak kedua perempuan yang berada didekatnya yang bernama Hera dan Frisca untuk pergi meninggalkan tempat pandai besi itu.


Valdois, Hera dan Frisca pergi meninggalkan toko pandai besi itu dan terlihat drawft si pemilik toko melambaikan tangannya dan tersenyum melihat kepergian dari mereka bertiga.


setelah mereka pergi dari toko tersebut Mereka bertiga memutuskan pergi menuju hutan yang dimaksud untuk menyelesaikan quest yang diambil oleh Valdois.


Diperjalanan Hera dan Frisca hanya bisa mengikuti Valdois tanpa tau apa yang akan dilakukan oleh pemuda yang berada didepannya.


Hera pun bertanya kepada Valdois mengenai quest apa yang diambilnya dan dijawab lah olehnya dengan singkat dan padat.


"Aku mengambil quest untuk mencari tanaman obat"


Hera pun menghentikan langkahnya setelah mendengar ucapan Valdois.


Frisca yang didekat Hera pun juga ikut mengentikan langkah kakinya


Tubuh mereka secara serentak tiba tiba gemetar, Valdois yang mengetahui mereka berdua berhenti menanyakan apa yang sedang terjadi dan tiba tiba Hera dan Frisca berteriak kepada Valdois dengan cukup keras


"Kau bilang mengumpulkan tanaman obat?!"


"YANG BENAR SAJA?!!"


Valdois yang terkejut pun melangkahkan kakinya kebelakang dan mundur beberapa langkah.


"A…ada apa dengan kalian?"


Dengan wajah yang sedikit takut setelah melihat wajah mereka berdua Valdois pun bertanya kepada Hera dan Frisca apa yang sebenarnya terjadi.


Kemudian Hera dan Frisca kembali menjawab dengan nada tinggi


"KAU BILANG KENAPA?"


"Kau ingin mengumpulkan tanaman obat lalu mengapa membeli senjata? Jika kau ingin mengumpulkan tanaman kau tak perlu berhadapan dengan monster bukan?, tadi di toko kau bilang akan pergi ke pertempuran nyata bukan?!" Ucap Hera kesal


Mereka berdua mengucapkan kalimat yang ingin mereka lontarkan pada Valdois dan ketika saat itu pria muda yang dihadapan Frisca dan Hera tak bisa melarikan diri dari ceramahnya.


Beberapa jam telah berlalu dan kini terlihat telinga dari Valdois bewarna merah terang setelah mendengar ucapan dari Hera dan Frisca.


Mereka melanjutkan perjalanan kembali dengan disertai wajah cemberut dari Hera Frisca.


"Memangnya salah jika aku membeli senjata terlebih dahulu?" Ucapku dalam hati.


Mereka berjalan hingga akhirnya sampai kedalam hutan dan tak butuh waktu lama akhirnya mereka mendapat tanaman obat yang dibutuhkan, Valdois yang sudah mendapatkan apa yang dibutuhkan berencana pergi kembali ke serikat petualang namun langkahnya dihentikan oleh Hera.


Hera mengatakan bahwa sebaiknya mengambil lebih banyak untuk membuat perbekalan sendiri jikalau didalam perjalanan lainnya terkena sebuah serangan mereka jadi memiliki waktu untuk bertahan hidup.


Aku mengangguk mengerti dan kembalilah kami masuk kedalam hutan dan mencari tanaman obatnya kembali.


Didalam pencarian tanaman obat tambahan Valdois secara tidak sengaja menemukan sebuah cincin bewarna putih dan di cincin itu sudah dipenuhi oleh karat.


Setelah merasa cukup mereka bertiga berkumpul dan kembali ke serikat petualang.


Di serikat mereka menyerahkan tanaman obat yang dibutuhkan untuk quest nya dan setelah dikonfirmasi kurang lebih dua menit oleh petugas resepsionisnya akhirnya Valdois mendapatkan hadiah pertama kalinya.


Ia dengan senangnya tanpa sadar mengangkat tangannya yang di genggamannya terdapat beberapa koin keatas dan terlihat di wajahnya nampak bahwa ia sangat senang.


Frisca dan Hera yang merasa malu dengan tindakan Valdois menarik baju Valdois dan pergi meninggalkan serikat dengan menundukkan kepalanya akibat malu.


Diluar terjadilah pertengkaran ringan diantara mereka karena perilaku Valdois yang membuat Frisca dan Hera malu.


Keesokan harinya setelah pertengkaran ringan dengan valdois Frisca terbangun dari tempat tidurnya, ia melihat sekeliling dan tiba tiba perutnya berbunyi suara yang cukup keras, Frisca mengelus perutnya dan memutuskan untuk pergi mencari makan.


Frisca bangun dari kasurnya dan pergi keluar dari ruangan tempat tidurnya dan mencari sesuatu yang bisa ia makan


Di luar secara kebetulan ia bertemu dengan Hera lantas Frisca pun menghampiri Hera dan mulailah perbincangan ringan diantara mereka.


"Oh iya Hera kenapa kau terus mengikuti kami? Bukankah kau memiliki pekerjaan sendiri yang harus kau lakukan?"


Hera tak langsung menjawab pertanyaan Frisca.


Terjadi sedikit keheningan sejenak hingga akhirnya Hera menghela nafas dan berkata alasan mengapa ia terus mengikuti Valdois dan Frisca.


Hera menjelaskan kepada wanita yang dihadapannya mengenai alasannya.


Frisca yang duduk disampingnya mendengar dengan seksama dan mengangguk mengerti.


"Begitu ya?, Tetapi kau tak perlu sampai segitunya hanya untuk kita"


Di serikat petualang terlihat ada Valdois yang sudah berdiri tepat didepan Mading quest.


Ia melihat Mading itu dengan seksama dan akhirnya matanya terhenti tepat di quest yang bertajuk pembasmian goblin


Di quest tersebut tertera bahwa membasmi tiga goblin akan dihadiahi senilai lima koin tembaga.


Valdois sempat ragu untuk mengambilnya namun dibelakang Hera dengan santainya mencabut kertas yang ada di mading itu.


"Kenapa kau ragu begitu Valdois? Jika kau ingin mengambilnya jangan ragu!" Ucap Hera tersenyum kecil kepada Valdois.


"Memangnya terakhir kali kau bilang begitu apa yang terjadi kepadaku?"


"Uuuh aku tak bisa menyangkalnya"


Frisca yang sedari tadi mengikuti Hera dari belakang ikut menghampiri Valdois.


Terjadilah sedikit diskusi diantara Valdois dan Frisca dan setelah memakan cukup banyak waktu akhirnya Valdois yakin untuk mengambil quest tersebut.


Hera tersenyum setelah melihat Valdois setuju dengannya.


Valdois pun pergi ke meja resepsionis untuk mendapatkan persetujuan dan setelah mendapatkannya ia mendatangi Hera dan Frisca untuk pergi bersama.


Tetapi setalah diajak oleh Valdois Hera dan Frisca tak memberikan jawaban yang memuaskan bagi Valdois.


"Maaf Valdois aku dan Frisca ada keperluan mendesak, bagaimana kalau kau pergi sendiri saja?"


"Anggap saja ini sebagai Pelatihan untukmu agar kejadian beberapa saat yang lalu kau jadi lebih siap?"


Valdois mengangguk mengerti dan tak bertanya lebih lanjut mengenai kepentingan Hera dan Frisca.


Valdois pergi menuju hutan yang dimaksud didalam kertas quest itu sendirian dengan ditemani oleh pedang barunya yang baru didapatkannya beberapa saat yang lalu.


Hera dan Frisca mengantarkan kepergian Valdois dengan lambaian tangan dan senyuman kecil terlihat di wajah keduanya