
Keesokan harinya Frisca, Valdois, Leviathan pergi ke serikat petualang untuk mengambil quest kembali
Di jalan menuju serikat mereka bertemu dengan banyak ras yang belum pernah Leviathan lihat
"Waaaaw" ucap Leviathan kagum
Valdois melirik ke arah Leviathan dan teringat akan dirinya di masa lalu yang memang pernah melakukan hal tersebut
"Kau belum pernah melihat mereka Leviathan?" Ucap Frisca
"Iya benar karena memang aku yang tinggal di hutan jadi jarang ada interaksi dengan suku lain dan juga karena….."
Ucapan Leviathan terputus dan wajahnya yang senang semeriang berubah menjadi murung
Frisca teringat kembali dengan masa lalu Leviathan yang pernah Valdois ceritakan ketika Leviathan sedang tertidur
"O…oh benar juga maafkan aku Leviathan" ucap Frisca merasa bersalah
"Ti…tidak apa apa Frisca tidak salah" ucap Leviathan menggelengkan kepalanya
Suasana diantara mereka menjadi sedikit suram, karena suasana yang terlalu suram Valdois pun berupaya untuk mencairkan suasana
"Benar juga Leviathan, bagaimana kalau kita membeli senjata untukmu? Kau bisa menggunakan sihir bukan? Apakah kau ingin sebuah tongkat?"
Leviathan menengok ke Valdois merasa terkejut tak percaya mendengarnya
"A…apa kau yakin? Tongkat sihir itu mahal bukan?"
"Bukan masalah, dan juga jika kau tak punya senjata nanti kita akan kesulitan bertarung melawan monster di luar sana"
Frisca menimpa perkataan Valdois dan berusaha meyakinkan Leviathan juga
"Valdois benar Leviathan, jangan sungkan kepada kami kau kini adalah rekan kami, jika kau terluka akan membuat kita sedih"
Frisca dan Valdois terlihat tersenyum bersamaan
Di tempat mereka berdiri terlihat matahari menyinari seluruh kota dan sinarnya menyilaukan mata, Leviathan yang awalnya menolak merubah pikirannya dan menyetujuinya
Gadis cilik cantik jelita yang berada di hadapan seorang pria yang sederhana dan wanita dewasa cantik rupawan tanpa sadar keluar tetesan air mata darinya
"Ka…kau kenapa Leviathan?"
"Apa kau menangis?"
Setelah mendengar ucapan Valdois dengan cepat Leviathan mengelap air mata yang keluar membasahi pipinya
Seorang pria yang berpakaian sederhana dengan pedang di pinggangnya menghampiri gadis kecil yang sedang menangis di hadapannya
Frisca yang masih dalam posisi ia berdiri tersenyum kecil melihat Valdois seorang pria yang ia ikuti menghampiri gadis kecil yang sedang menangis dihadapannya
"Pasti berat untukmu, sekarang kau tak akan pernah mengalami kejadian seperti itu kembali"
Pagi itu ditutup dengan Valdois yang menghampiri Leviathan untuk menenangkannya
Siangnya setelah selesai menenangkan Leviathan mereka mengurungkan niat untuk ke serikat petualang dan pergi ke tokonya drawft si dwarf untuk membeli senjata Leviathan
Berjalanlah mereka bertiga dibawah terik sinar mentari yang menyinari mereka
"Tempat seperti apa yang akan kita datangi?"
"Kau akan tau sendiri, toko senjata yang akan kita datangi adalah tempat yang sangat bagus"
Mereka melanjutkan perjalanan bertiga
Setelah berjalan cukup lama akhirnya mereka sampai di tokonya drawft
Leviathan melihat bangunan yang cukup tua di hadapannya dengan kagum disana banyak sekali aksesoris yang menghias toko
Pedang besar yang terpajang di toko terlihat menawan di mata Leviathan hingga membuat Leviathan tak menyadari sekeliling
Valdois dan Frisca yang sudah berada didepan pintu masuk berulang kali memanggil namanya tetapi Leviathan tak mendengarnya hingga Valdois menaikkan suaranya Leviathan menjadi tersadar dan menghampiri Valdois dan Frisca yang sudah di depan pintu
Masuklah mereka dan sudah terpampang banyak senjata di dalam toko banyak pedang yang tergantung di dinding toko dan ada juga tongkat sihir yang sangat bagus
Leviathan melihat sekeliling dengan kagum dan pergi menghampiri semua jenis senjata untuk di lihat lebih dekat
"Drawft kami datang untuk membeli senjata" ucap Valdois sedikit menaikkan nadanya
"Jangan berteriak aku bisa mendengar mu"
Drawft keluar dari balik tirai yang tak jauh dari tempat Valdois dan yang lain berada
"Aku ingin beli tongkat sihir, bisa tolong kau buatkan?"
Mendengar itu sontak drawft menjadi heran
"Tongkat sihir? Bukankah kau pengguna pe….."
Ketika drawft berbicara ia melihat Leviathan dan seketika menghentikan ucapannya dan seolah mengerti tentang situasi yang berlaku
"Ooooh jadi begitu"
"Kalau begitu aku akan mencarikannya, material seperti apa yang dibutuhkan?" Ucap Valdois
Drawft pergi ke belakang tirai dan mengambil sepucuk kertas dan kembali ke tempat Valdois dan yang lain berada
Ia memberikan sepucuk kertas itu kepada Valdois dan mengatakan bahan bahan yang harus ia cari
"Ini dia, di kertas ini tertulis semua hal yang dibutuhkan untuk membuat tongkat sihirnya" ucap
Valdois mengambil kertas yang diberikan pria tua yang ada dihadapannya lalu membukanya dan membacanya
Setelah selesai membacanya ia menanyakan kepada drawft mengenai lokasi tempat benda itu berada
Pria tua berjanggut yang mengenakan pakaian ala pengrajin besi memberitahukan lokasi dari material yang dibutuhkan oleh Valdois
"kau bisa mencarinya di hutan Bahmon, laut Srioplida, Goa Gobhlop dan hutan Nekcik"
Valdois mengangguk mengerti mendengar ucapan pria tua yang ada dihadapannya
Setelah memastikan lokasi yang harus dituju Valdois pergi untuk mencari material yang dibutuhkan untuk membuat tongkat sihir
Valdois pergi meninggalkan Leviathan yang masih melihat lihat senjata yang ditemani oleh Frisca
Valdois pergi ke hutan Bahmon tempat ia mengalami kejadian tak terduga sebelumnya
Kini pria yang berpakaian sederhana itu memiliki sebuah pedang di pinggangnya untuk mempertahankan diri dari serangan monster
Setelah memasuki hutan Bahmon Valdois mulai mencari material yang dibutuhkan
Material pertama yang ia butuhkan adalah kuku serigala Thinnails
"Monster pertama adalah Thinnails?"
Valdois membaca kertas yang diberikan drawft kepadanya mengenai monster yang akan ia buru
Serigala Thinnails ialah sejenis serigala berekor sembilan berkuku keras dan tebal biasanya ia tinggal sendirian dan mengalahkan musuhnya dengan menggunakan cakar dan giginya
Untuk beberapa individu Thinnails ada yang bisa menggunakan kemampuan spesial yakni.....
terdengar suara burung terbang berbarengan dari pohon dan binatang berlarian menjauh dari Valdois
"ada apa ini?, apakah monster itu muncul lagi?"
Valdois mengambil posisi bertahan dengan memegang pedang yang berada di pinggangnya
Valdois melihat sekeliling dengan waspada dan suasana di hutan seketika menjadi hening
Glup
Terdengar suara keras dari semak tak jauh dari tempat Valdois berada lantas Valdois berbalik dan melihat ke arah sumber suara
Valdois mendekatinya dan mencabut pedang yang berada di pinggangnya dan memegangnya dengan erat
Tap tap tap
Dengan langkah penuh takut dan waspada Valdois menghampiri semak yang berada tepat di depannya
Dan setelah tepat berada dihadapan semak tersebut Valdois menyingkirkan semak tersebut dan mencoba melihat sesuatu yang berada di balik semak
Setelah di singkirkan semak itu seketika sesuatu benda melompat tepat ke arah Valdois untuk melancarkan serangan
Dengan mudah Valdois menghindarinya dan mengambil posisi bertahan kembali
ia melihat ke arah benda tersebut dengan seksama dan setelah melihat jelas benda tersebut ternyata itu hanyalah seekor kucing hitam yang cukup aneh
Kucing hitam itu berukuran sedikit lebih besar dari kucing normal dan ia memiliki gigi tajam yang panjang tak seperti kucing pada umumnya
"kucing? Kenapa bisa ada kucing didalam hutan?"
Valdois menghampiri kucing tersebut namun ketika ia menghampirinya kucing tersebut menyerang kembali Valdois dan serangannya kini berhasil mengenai wajah Valdois
Wajah Valdois terkena cakaran dari kucing hitam tersebut dan dengan cepat kucing itu melompat dari wajah Valdois dan mendarat di tanah dengan sempurna
argh
Valdois memegang wajahnya dan kini wajahnya yang elok berubah karena cakaran dari kucing tersebut
kucing hitam itu membalikan badannya dan pergi meninggalkan Valdois yang sedang memegang wajahnya akibat kesakitan setelah menerima luka dari kucing hitam itu
Menyadari kucing itu pergi meninggalkannya dengan cepat Valdois mengincar tengkuk kucing tersebut dan mencengkeramnya
Kucing itu menjadi tak bisa bergerak bebas karena Valdois yang mencengkram tengkuk sang kucing
"apa masalahmu? Aku kan tak ada niat melukai mu tetapi kenapa kau menyerang ku?" ucap Valdois sedikit kesal
Tak jauh dari sana terdengar suara ricuh kembali dari dalam hutan dan terdengar suara aneh dari dalam hutan
Tak membuang kesempatan yang ada kucing hitam itu lari setelah Valdois lengah dan pergi meninggalkannya seorang diri di dalam hutan
Valdois hanya bisa melihat kepergian kucing dengan memegang wajahnya yang penuh luka akibat di cakar kucing