
Suku Elf tinggal di pedalaman hutan yang cukup jauh dari tempat tinggal manusia sehingga bisa melihat Elf bahkan memilikinya adalah sesuatu yang langka bagi manusia
Disebabkan tempat tinggal yang tidak bersebelahan membuat elf seolah menjadi ras yang langka berbeda dengan setengah binatang atau suku lainnya yang notabenenya hidup berdampingan dengan manusia
Terakhir kali elf menampakkan dirinya sekitar seribu tahun yang lalu
Peperangan membuat banyak kerugian diantara kedua belah pihak terutama manusia sehingga membuat manusia memutuskan untuk melakukan perdamaian dengan suku elf
Awalnya permintaan manusia ditolak oleh tetua elf dan juga kaum elf tetapi semakin lama waktu berlalu suku elf menyetujui untuk berdamai dengan manusia karena mereka juga sudah menerima banyak kerugian
Terjadilah era kedamaian diantara mereka beberapa ratus tahun yang lalu hingga sampai saat ini namun di era sekarang walau sudah berdamai ikatan perjanjian damai itu lambat laun mulai menghilang dikarenakan manusia kembali lupa dengan perjanjian di masa lampau
Kini banyak manusia yang memperdagangkan suku Elf bahkan suku lainnya juga dijadikan budak
Mereka dijual di pasar gelap dan hanya orang tertentu lah yang memiliki elf
Tetapi karena banyak elf yang sudah dijadikan budak oleh manusia membuat tetua elf marah dan melakukan penyerangan kepada manusia secara diam diam namun aksinya diketahui oleh manusia dan dari sanalah elf kembali dibenci oleh manusia serta permusuhan antara dua suku tak bisa dihindarkan kembali
"Tetapi kenapa perang tak kunjung datang?" Ucap Valdois heran
"Sebenarnya saya juga tidak mengetahui pastinya tetapi yang saya dengar para suku elf masih menahan dan mengumpulkan pasukan"
"Mungkin tak lama lagi akan terjadi perang jika manusia masih memburu elf"
Hera Frisca dan Valdois mengangguk pelan
Dengan pakaian berwarna merah kekuningan ala abad pertengahan Valdois kini duduk bersebelahan dengan Frisca yang mengenakan pakaian lengan pendek dan rok pendek selutut
Beberapa saat sebelum Valdois kembali dekat dengan Frisca
"Jadi apa yang harus kulakukan supaya Frisca tak marah lagi?" Ucap Valdois pelan
"Sudah kau ikuti saja perkataanku dan Leviathan pasti kau akan berbaikan dengan Frisca seperti seolah kau tak pernah bertengkar lagi dengannya" ucap Hera mengacungkan jempolnya dan nampak wajahnya tersenyum manis
Valdois yang tidak berdaya hanya dapat menyerahkan permasalahannya kepada Hera dan Leviathan dengan wajah yang pucat
"Kau siap Leviathan?"
"Siap selalu"
Hera dan Leviathan saling memandang hingga akhirnya mereka berpisah
Hera pergi meninggalkan Leviathan dan Valdois berdua
Valdois yang masih menundukkan kepalanya tak menyadari kepergian Hera, Leviathan gadis cilik yang berada di depan Valdois menuntun Valdois ke suatu tempat tanpa ia sadari
Mereka berjalan beberapa saat hingga akhirnya kini mereka berdua berdiri tepat disebuah tempat makan yang tampak familiar
Setelah mereka berdua berhenti Leviathan menarik tangan Valdois dan masuklah mereka ke dalam
Di dalam Leviathan menengok ke kanan dan kiri mencari sesuatu dan matanya terhenti di satu orang
Leviathan kembali menarik tangan Valdois yang masih murung dan pergi menghampiri seseorang yang berada di ujung tempat makan itu
Terjadi keheningan diantara mereka semua hingga akhirnya salah seorang dari mereka mulai angkat suara
"Empat beer dan empat daging Ushi panggang tolong!" Teriak seorang wanita
Valdois lantas menengok ke sumber suara dan benar dugaannya ternyata itu ialah Hera
Ketika Valdois melirik ke arah Hera ternyata disampingnya masih terdapat seorang wanita dan ia adalah Frisca
Kecanggungan terjadi ketika Valdois dan Frisca saling menatap satu sama lain
Keheningan diantara mereka terjadi hingga makanan datang dihadapan mereka
Bruuuk
Seorang wanita cantik datang dengan membawa empat gelas yang penuh beer dan empat piring yang berisi daging Ushi panggang
Asap mengepul di dagingnya dan tercium bau harum yang menyengat darinya
Frisca dan Valdois yang memang belum makan pagi melihat makanan itu dengan lapar hingga air liur di mulut Valdois tak sengaja keluar
"Oi oi apalagi yang kalian tunggu?, Kalo sudah lapar makanlah jangan sungkan!" Ucap Hera
Tak lama setelah Hera berbicara Valdois dan Frisca segera mengambil pisau dan garpu yang berada didekat mereka dan mulai memakan daging tersebut
Mereka makan dengan lahap begitu juga dengan Leviathan setelah ia diizinkan makan oleh Hera, ketika Leviathan melihat Frisca dan Valdois makan dengan lahap membuat perut Leviathan tak bisa berkompromi dan mengeluarkan suara bergemuruh
Hera yang mendengar suara gemuruh dari perut Leviathan lantas menyuruhnya untuk makan tanpa harus menunggu
Mereka semua makan dengan lahap hingga daging yang berada dihadapan mereka semua habis dan hanya tersisa tulangnya
Acara makan mereka diakhiri dengan meminum beer yang ada dihadapan mereka
"Oh iya Leviathan kau masih belum boleh minum ini" ucap Hera sembari memegang gelas yang dipenuhi beer
"Tolong susunya satu"
Tak lama gelas yang dipenuhi susu datang dan tak butuh lama Leviathan mengambilnya dan meminumnya
Frisca meminum beer yang ada di hadapannya begitu pula dengan Valdois
Setelah meminumnya Frisca nampak wajahnya memerah dan tubuhnya sedikit gemetar
Terdengar pula suara cegukan kecil dari tubuh Frisca
"Hoh kau tak kuat minum ternyata Frisca"
Ucap Hera
Beberapa saat setelah meminum segelas beer hingga habis Hera memesan lagi untuk Frisca dan Valdois terjadi kembali keheningan diantara mereka semua
Suara hening seketika terjadi hingga suara jantung mereka terdengar satu sama lain
"Hei kenapa pada diam semua? Bukankah ada yang harus kalian ucapkan?"
Terjadi kembali keheningan dan ketika Hera ingin mencairkan suasana Valdois dan Frisca serentak mengucapkan sepatah dua patah kata
"Maafkan aku Valdois"
"Maafkan aku Frisca"
"Tidak ini aku yang salah Valdois Karena tiba tiba marah kepada mu, Hera sudah menjelaskan kepadaku" ucap Frisca merasa bersalah
Mereka berdua saling meminta maaf dan setelah selesai Valdois mulai menjelaskan kembali mengenai kesalahpahaman yang terjadi sekaligus mengenalkan Leviathan
Setelah selesai kesalahpahaman diantara mereka Hera pun bercetus yang membuat suasana yang awalnya baik menjadi buruk
"Baiklah Karena kalian sudah selesai makan maka bayar masing masing" ucap Hera tersenyum licik
Sontak Valdois dan Frisca terkejut setelah mendengar celetukan dari Hera
"Bukannya kau yang membayarnya?"
"Benar, kau yang mengajak kami kemari lalu memesan makanan lalu kami yang disuruh bayar?"
"Tentu saja lah kalian kan sudah memakannya jadi kalianlah yang bayar masing masing"
Suasana disana menjadi kembali riuh,
Leviathan yang melihat kelakuan mereka semua menjadi tersenyum
Mereka semua sontak melihat Leviathan tersenyum menjadi saling tatap dan tertawa
Kini suasana hati Masing-masing orang menjadi lebih baik setelah hari ini berakhir