
Suasana danau yang lumayan ramai oleh pengunjung membuat Cheryl agak kesulitan mencari keberadaan kedua sahabatnya.
'' Cher kita di sini,,,,!!! ''
Cheryl mencari sumber suara yang memanggilnya dan seketika tersenyum saat melihat Maya melambaikan tangannya.
Cheryl segera melangkahkan kakinya menuju ke arah kedua sahabatnya yang berda di dekat danu.
'' kalian dari tadi ?'' tanya Cheryl.
'' enggak , baru nyampek juga kita '' jawab Vita.
'' ramai juga ya di sini '' ujar Cheryl melihat suasana di sekeliling danau.
'' iya bener , mana rata rata bawa pasangan pula , ngenes banget kita '' timpal Maya sok murung.
Membuat Cheryl dan Vita tertawa membenarkan perkataan Maya.
'' O ya , kata lo ada bakso lava Vit , di mana ?'' tanya Cheryl.
'' noh di sana '' jawab Vita menunjuk ke arah restoran khusus bakso dengan dagunya.
'' ya udah , ayok buruan kesana '' ajak Cheryl menarik tangan kedua sahabatnya dan membawanya ke restoran husus beraneka ragam bakso.
Saat ketiganya masuk ke dalam restoran , lagi lagi ketiganya di suguhkan dengan pemandangan dimana para pengunjung yang berada di restoran itu kebanyakan pasangan muda mudi.
'' kita duduk di sana aja yuk '' ajak Cheryl ketika kedua matanya melihat meja kosong yang berada di paling pojok , dengan pemandangan yang langsung mengarah ke danau.
Ketiganya berjalan menuju ke meja yang lumayan terlihat lebih lebar dari pada meja yang lainnya , yang cukup untuk tujuh orang karna kursinya juga ada tujuh dengan di letakkan mengitari meja besar yang berbentuk bundar.
'' gue ke toilet dulu ya , kalian pesenin gue bakso lava level 10 , minumnya mocca late kalo ada, kalo gak ada samain aja '' tukas Cheryl.tanpa menunggu jawaban kedua sahabatnya Cheryl langsung buru buru pergi karna panggilan alam yang tak bisa ia tahan lagi.
'' Ckk... si Cheryl bener bener dah , tau darimana dia kalo ada bakso lava level 10 '' decak Maya.
'' tuh '' timpal Vita menggerakkan kepala Maya ke arah menu yang tertulis di bener yang berada di setiap dinding restoran.
'' udah ah , ayo kita duduk '' ajak Vita.
saat keduanya duduk seorang pelayan datang menghampiri keduanya sembari membawa buku menu di tangannya.
'' silahkan di pilih menunya Mbak '' ucap pelayan ramah.
'' lo mau pesen apa May ? '' tanya Vita sembari melihat berbagai macam macam bakso.
'' samain aja ama loe dah '' jawab Maya.yang memang tak pemilih makanan.yang penting enak pasti akan di makan.
'' em,, bakso lava mbak tiga , yang satu level 10 ya Mbak '' ucap Vita.Si pelayan pun segera mencatat pesanan pelanggannya.
'' minumnya Mbak ?'' tanya si pelayan.
'' es teh dua , ama mocca late satu , udah itu aja Mbak '' ucap Vita sembari menutup buku menunya dan memberikannya lagi pada si pelayan.
'' ok Mbak , di tunggu sebentar ya '' ucap si pelayan lalu beranjak pergi.
Setelah kepergian si pelayan , Vita dan Maya menunggu Cheryl juga pesanan mereka sembari mengobrol ringan.
Sedangkan Kenzo dan Rissa yang baru sampai di danu segera memarkirkan mobilnya , dan ternyata di sana Alan dan Rio sudah sampai lebih dulu.
Ketika keluar dari dalam mobil Rissa di buat mengrinyitkan dahinya ketika melihat Alan dan Rio yang juga berada di sana.
'' loh kalian '' ujar Rissa.
'' gue yang nagajak mereka ke sini '' tukas Kenzo yang seakan akan tahu dengan maksud Rissa.
'' oh gitu '' timpal Rissa kecewa , dia kira dirinya akan bejalan jalan berduaan dengan Kenzo saja , ternyata Kenzo malah mengajak Alan dan Rio ikut serta.
Kenzo tak memperhatikan raut wajah kecewa Rissa , karna Alan dan Rio mengahmpirinya.
'' eh Ken , loe gak salah nih ngajak kita berdua ke sini ?'' tanya Rio saat sudah berada di depan Kenzo sembari memperhatikan ke sekelilingnya.
'' kenapa emangnya ?'' tanya Kenzo balik.
'' ya lo lihat aja , rata rata di sini semua berpasangan , nah kita kita jomblo coyy '' jawab Rio membuat Kenzo langsung memperhatikan sekitar dan benar juga yang di katakan oleh Rio , hampir semua pengunjung yang datanga rata rata berpasangan.
'' bukan gue yang ngajak ke sini '' ujar Kenzo sembari memasang kaca mata hitamnya.
'' lah terus.. ?'' tanya Rio.
'' oh elo yang nagajak Riss , gue kira si Kenzo '' timpal Rio.
'' emang kenapa kalau Kenzo yang nagajak ?'' tanya Rissa yang membuat Rio tertawa.
'' kayak lo yang gak tahu si Kenzo aja , dia kan paling malas kalau di ajak ke tempat tempat romantis kayak gini '' jawab Rio yang seketika membuat Rissa merasa dirinya bodoh karna lupa kalau Kenzo tidak suka tempat seperti ini.
Sedangkan Kenzo diam saja tak memperdulikan perkataan Rio yang benar adanya.
Sedangkan Alan yang sejak tadi diam tak bersuara hanya mendengar perbincangan Rio dan Rissa sembari menahan senyum.
'' Riss , kita mau ngapain sekarang ?'' tanya Kenzo bahkan nadanya terdengar sekali jika sangat tak berselera.
'' emm,,, kita ke... ''
'' kita ke rsetoran bakso sana saja , gue penasaran ama menunya '' Alan buru buru menyela jawabn Rissa.
'' Gak sebaiknya kita keliling dulu , lihat lihat pemandangan danau '' kata Rissa.
'' pemandangan apa Riss ? pemandangan orang pacaran ?'' timpal Rio.
'' gue setuju dengan usul Alan '' ujar Kenzo yang menurutnya lebih baik ke restoran bakso , sekalian sarapan pikirnya , karna dirinya juga belum sarapan tadi saat berangkat.
'' tapi Kenz '' sela Rissa.
'' Riss kalo lo mau keliling , keliling aja kita tungguin di restoran bakso sana '' ucap Alan.
'' gak jadi dah , gue ngikut kalian aja , gue juga gak mau kalau keliling sendirian '' kata Rissa mengalah.
'' ya udah ayo ke sana '' ajak Rio melangkah dulu yang di ikuti Kenzo , Rissa dan Alan.
Alan yang berjalan paling belakang terus tersenyum , dirinya memang sengaja mengajak ketiganya ke restoran bakso , karna saat Alan akan memarkirkan mobilnya ke area parkiran danau , dirinya tak sengaja melihat Cheryl dan kedua sahabatnya berjalan memasuki restoran bakso.
'' loh itu kan si Vita ama Maya '' tunjuk Rio pada dua cewek yang tengah asik mengobrol.
panadangan mata Kenzo langsung mengarah pada dua cewek yang di tunjuk oleh Rio , tapi entah kenapa tiba tiba dirinya merasa kecewa ketika di meja itu hanya ada Vita dan Maya saja , apa Cheryl tidak ikut pikirnya.
'' kita gabung aja sama mereka , meja yang mereka tempati juga terlihat lebih luas dari pada yang lainnya '' ajak Alan.
'' gak sebaiknya kita cari tempat duduk yang lain aja '' sela Rissa yang tak mau bergabung dengan kedua sahabat Cheryl meski tak melihat Cheryl di sana.
'' kita ke sana saja '' tukas Kenzo.
Kenzo , Alan , Rio berjalan menuju ke arah dua sahabat Cheryl berada sedangkan Rissa mau tak mau juga mengikuti ketiga sahabatnya.
'' kita boleh gabung '' ucap seseorang tersenyum yang tak lain adalah Alan .
suara seseorang membuat Vita dan Maya kompak mendongakkan kepalanya , dan seketika membuat mereka di buat terkejut saat melihat Kenzo in the genk berdiri di depan mereka termasuk juga Rissa.
'' oh , boleh Kak silahkan silahkan '' timpal Maya mempersilahkan kempat Kakak kelasnya duduk bergabung , karna kebetulan meja yang mereka pilih juga sangat lebar , mungkin sengaja untuk pengunjung yang datang bersama keluarganya.
saat keempatnya baru duduk di kursi masing masing Alan segera memanggil pelayan, dan si pelayan segera mendatangi meja mereka dengan membawa buku menu restoran , Kenzo , Alan , Rio dan Rissa segera memesan bakso pilihan mereka masing masing , dan si pelayan mencatat semua pesanan mereka berempat.
'' di tunggu sebentar ya Mas '' ucap si pelayan setelah Alan menyerahkan buku menunya.lalu pergi meninggalkan meja pengunjung.
'' kalian berdua saja ?'' tanya Rio setelah pelayan restoran pergi.
'' enggak Kak kita bertiga , Cheryl masih di toilet '' jawab Vita.
entah kenapa mendengar jawaban Vita membuat Kenzo merasa senang , dan Kenzo tak menyadari akan hal itu.
Berbeda lagi dengan Rissa yang merasa kesal karna ternyata Cheryl juga ada di sini.
Cheryl yang baru kembali dari toilet di buat mengembangkan senyumnya ketika melihat keberadaan Kenzo in the gank bersama Vita dan Maya.
'' Ayang bebeb Kenzo '' pekik Cheryl saat sudah berada di meja dimana kedua sahabatnya dan Kenzo berada.
Kenzo yang asik mengotak atik ponselnya langsung mendelik menatap Cheryl dengan kesal , tapi sedetik kemudian Kenzo di buat terpesona dengan penampilan Cheryl yang berbeda dari saat memakai seragam sekolah.
Kini Cheryl memakai topi putih di kepalanya dan kaos hitam yang terlihat kebesaran di tubuh kecilnya dengan di padukan celana jeans abu abu dan tak lupa sepatu snikers warna putih ,penampilan Cheryl kini bukan hanya membuat Kenzo saja yang terpana begitu juga dengan Alan dan Rio, menurut mereka bertiga Cheryl lebih terlihat cantik dan imut dari biasanya saat , karna selama mereka mengenal Cheryl , mereka hanya melihat Cheryl dengan seragam sekolahnya saja dan selainnya belum pernah sama sekali.
,,,,,,
๐๐๐Visual Cheryl Paradipta๐๐๐๐