
Pagi hari di sebuah kamar besar , seorang gadis cantik tengah merapikan bajunya di depan kaca rias.Cheryl tersenyum puas saat melihat penampilannya di depan cermin.
'' Cheryl lo emang selalu perfect '' gumam Cheryl tersenyum pada dirinya sendiri.
'' Lets go, saatnya ketemu Ayang Kenzo '' ucap Cheryl tersenyum semangat sembari menyambar kunci mobil di atas nakas.
Ckelekk
Cheryl keluar dari dalam kamarnya dengan wajah bahagianya,bahkan Cheryl berjalan menuruni anak tangga sembari bersenandung ria.
Tapi tiba tiba raut wajah Cheryl berubah mendung saat melihat salah satu orang yang ia rindukan sedang duduk di meja makan,hampir setengah bulan Cheryl tak bertemu dengannya , tapi kenapa saat pulang tidak menemuinya,Cheryl benar benar sakit hati.
Cheryl melangkahkan kakinya menuju meja makan dengan perasaan sedih ,bahkan Cheryl juga sangat ingin memeluk seoarang wanita paruh baya yang masih asik menyantap sarapan paginya tanpa menunggunya yang tak lain adalah Mamanya.
Sampai dirinya duduk di salah satu kursi,Mamanya masih saja menyantap sarapan paginya, tanpa perduli dengan kehadiran Cheryl di meja makan seolah olah Cheryl tak terlihat,membuat Cheryl ingin marah tapi ia sekuat tenaga menahannya,marah pun percuma Mamanya juga tak akan perduli dengannya pikir Cheryl.
Cheryl perlahan mengambil nasi dan juga lauk pauk dan menaruhnya ke atas piring,Cheryl perlahan menyantap makanan dengan sesekali melirik ke arah Mamanya yang duduk berhadapan dengannya , karna tak kuat di diamkan akhirnya Cheryl bersuara.
'' Mama kapan datang ?'' tanya Cheryl pelan hampir seperti gumaman.
'' tadi malam '' jawab Mama Lita tanpa menatap Cheryl.
'' kenpa tidak menemui Cheryl ? Cheryl rindu sama Mama '' tanya Cheryl menahan sesak.
'' Mama lelah,jadi langsung tidur '' jawab Mama Lita,lalu mengeuk segelas air putih hingga tandas dan mengusap mulutnya dengan tissu.
Cheryl diam tak bertanya lagi,tapi gerakan tangannya yang akan menyendokkan nasi ke dalam mulutnya terhenti saat melihat Mamanya beranjak dari meja makan.
'' Mama mau kemana ?'' tanya Cheryl yang seketika menghentikan langkah Mamanya.
'' Mama gak rindu sama Cheryl ? '' tanya Cheryl lagi penuh luka.Kini Cheryl sudah berdiri tak lagi melanjutkan sarapan paginya.
'' Mama harus kerja Cheryl '' jawab Mama Lita memablikkan badannya menatap Cheryl yang juga mentapnya.
'' kerja lagi ,,, kerja lagi,kenapa hanya pekerjaan yang ada di pikiran Mama sama Papa,kapan kalian ada waktu buat Cheryl,Cheryl butuh kalian '' emosi Cheryl menggebu gebu.
'' Diam Cheryl '' bentak Mama Lita.
'' Kamu pikir kami Kerja buat siapa jika bukan buat kamu,buat masa depan kamu '' tukas Mama lita.
'' seharusnya kamu bersukur bisa hidup mewah,semua apa yang kamu mau bisa kamu dapatkan '' ujar Mama lita.
'' Tapi Cheryl tak butuh semua itu Ma '' teriak Cheryl.
'' Cheryl hanya butuh kasih sayang kalian itu saja,apa itu sangat susah buat kalian hiks..... hiks.. '' ucap Cheryl terisak.
Mama Lita hanya diam saja menatap Cheryl yang masih terisak,Mama Lita lalu beranjak pergi meninggalkan Cheryl tanpa berniat ingin memeluk putri semata wayangnya agar tak menangis,Mama Lita benar benar tak perduli dengan Cheryl.
Prannnngggggk
Cheryl melempar piring mahal di depannya ke lantai saat mendengar suara mobil Mama Lita pergi meninggalkan mansion Paradipta.
'' Astaga Nona...!!! '' pekik Bik Asih art mansion Paradipta sekaligus satu satunya sandaran yang dimiliki oleh Cheryl.
Bik Asih memeluk Cheryl yang terduduk di lantai marmer mansion,Bik Asih juga ikutan menangis melihat nona kecilnya yang kembali terluka.
'' Kenapa mereka tidak perduli denganku Bik,kenapaa.....!!!! ? '' teriak Cheryl terisak di dalam pelukan Bik Asih.
'' Hiks.... Hiks.... apa jangan jangan Cheryl bukan putri mereka '' ujar Cheryl.
'' suttth.... siapa yang bilang hem ? tentu Nona Kecil putri Papa Hendri dan Mama Lita '' timpal Bik Asih yang juga ikutan menangis.
'' tapi kenapa mereka tak pernah ada waktu buat Cheryl ?'' tanya Cheryl membuat Bik Asih diam tak bisa menjawab.
Beberapa tahun yang silam saat Cheryl kelas 6 SD,entah apa yang terjadi tiba tiba Mama Lita kembali meneruskan impiannya untuk menjadi modeling,awalnya kedaan keluarga Paradipta baik baik saja, hingga saat Cheryl masuk di bangku SMP kedua orang tua Cheryl tiba tiba mulai berubah,keduanya hanya di sibukkan dengan pekerjaan dan pekerjaan,di tambah saat perusahaan Dipta Crops yang semakin maju pesat , membuat Hendri Papa Cheryl semakin jarang pulang ke mansion, hidupnya hanya perjalan bisnis keluar kota dan ke luar negri bahkan kadang dalam satu bulan hanya pulang 24 jam saja ke mansion,itu pun tak menemui Cheryl putri satu satunya.
Begitu juga dengan Mama Lita yang juga semakin melupakan putri semata wayangnya saat karirnya sudah sampai puncak.
Mereka juga tak begitu perduli saat mendengar Cheryl beberapa kali masuk rumah sakit,mereka hanya meminta Bik Asih untuk menjaga dan merawat Cheryl dengan benar,bahkan satu tahun yang lalu Cheryl yang putus asa dengan sikap kedua orang tuanya yang tak memperdulikan dirinya,Cheryl melakukan percobaan bunuh diri dengan mengiris nadinya hingga membuat Cheryl koma selama satu minggu,dan saat Cheryl siuman bukannya memeluk Cheryl atau memeberi perhatian tapi mereka malah memarahi Cheryl habis habisan.
saat mereka di tanya kenapa lebih mengutamakan pekerjaannya jawabannya selalu sama ya itu untuk masa depan Cheryl agar bahagia dan tidak kekurangan apapun,padahal sudah jelas jelas yang Cheryl butuhkan bukan kemewahan tapi kasih sayang dan perhatian mereka itu sudah lebih dari cukup,meski selama ini hidup Cheryl terlihat tak kekurangan apapun dari segi materi tapi Cheryl sangat sangat kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Hikksss
Hiksss
Cheryl masih terus terisak di pelukan Bik Asih,wanita tua yang selalu ada untuk dirinya,sedangkan Bik Asih hanya bisa mengelus punggung Cheryl dengan sayang,Bik Asih juga pernah berjanji pada dirinya sendiri akan selalu ada untuk Nona Kecilnya.
'' Nona,Nona tidak sekolah ? ini sudah jam 7,apa Nona tidak ingin bertemu dengan Den Kenzo ?'' tanya Bik Asih pelan saat mengingat jika beberapa hari yang lalu Nona kecilnya ini begeitu semangatnya menceritakan tentang Kenzo anak pemilik sekolahan,bahkan Cheryl juga mengatakan pada Bik Asih dengan terang terangan jika dirinya sedang berjuang untuk mendapatkan cinta dari Kenzo,dan Bik Asih hanya bisa mendukungnya karna melihat Nonanya begitu bahagia menceritakan tentang Kenzo.
Dan perkataan Bik Asih berhasil membuat Cheryl menghentikan isakannya lalu mengusap kedua matanya yang basah karna habis menangis.
'' iya.. Bibik benar,kalau aku gak sekolah aku gak bisa ketemu Ayang Kenzo '' ujar Cheryl penuh semangat.Bik Asih menganggukkan kepalanya tersenyum.
Cheryl langsung berdiri yang di ikuti oleh Bik Asih,lalu Cheryl meraih tas punggungnya yang tadi ia letakkan di atas kursi.
'' ya sudah Bik kalau gitu Cheryl berangkat dulu ya '' pamit Cheryl.
'' Iya Non,Nona jangan sedih lagi ya,Nona harus semangat untuk mendapatkan cinta Den Kenzo '' ujar Bik Asih menyemangati Cheryl.
'' pasti Bik '' balas Cheryl tersenyum dan Bik Asih juga ikut tersenyum.
Bik Asih mengantarkan Cheryl sampai pintu depan mansion,Cheryl segera masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan mansion Paradipta.
Bik Asih terus menatap mobil Cheryl hingga hilang di balik pagar tinggi mansion Paradipta.
'' Nona semoga kebahagiaan cepat menjemputmu '' gumam Bik Asih sendu.
Lalu Bik Asih segera kembali masuk ke dalam mansion menuju ruang makan untuk membersihkan pecahan piring yang di lempar oleh Cheryl tadi.