
Kenzo dan Alan mendongakkan kepalanya ketika mendengar langkah sesorang yang berjalan masuk ke dalam kamar Cheryl , yang tak lain adalah Bik Asih dengan membawa nampan berisi segelas air putih dan juga beberapa obat milik Cheryl yang di tebusnya di apotik barusan.
'' Nona , obatnya di minum dulu '' kata Bik Asih.Dan Cheryl langsung membuka kedua matanya kembali.
'' Ayo aku bantu duduk '' ujar Kenzo lalu membantu Cheryl duduk , dan menyandarkan kepalanya di dada bidangnya yang mana membuat Cheryl mengulum senyum.
'' Kak Kenzo so sweet banget '' cletuk Cheryl lirih yang mana membuat Kenzo tersenyum tipis.
'' Mana Bik obatnya '' pinta Kenzo dengan tangan menengadah.Bik Asih segera memberikan tiga butir pil pada Kenzo.
'' Kamu bisa minum obat kan ?'' tanya Kenzo yang di angguki oleh Cheryl.
Cheryl langsung menelan dengan sekaligus tiga butir obat , dan Kenzo langsung memberikan segelas air putih pada Cheryl , setelah Cheryl selesai meminum obatnya, Kenzo kembali membaringkan Cheryl , dan membenarkan selimutnya sampai batas leher .
'' Tidur lah '' ujar Kenzo yang kembali memijit kepala Cheryl dengan pelan.Begitu juga dengan Alan yang juga kembali memijit kaki Cheryl.
'' Bik , mana kedua orang tua Cheryl ?'' tanya Alan ketika melihat Cheryl yang sepertinya sudah benar benar tertidur , mungkin efek obat yang di minumnya barusan.
Bukannya mendapat jawaban dari Bik Asih , Alan dan Kenzo malah mendengar isak tangis Bik Asih.
'' Bibi kenapa menangis ?'' tanya Alan heran.
'' Bibik hanya sedih melihat Nona Kecil '' jawab Bik Asih sembari berusaha menghapus air matanya yang tak mau berhenti menetes.
'' Sedih kenapa ?'' tanya Kenzo.
'' Sebenarnya Nona Cheryl tak seperti yang kalian lihat , yang ceria dan selalu tertawa '' jawab Bik Asih yang mana membuat Kenzo dan Alan di buat penasaran.
'' Maksud Bibi bagaimana ?'' tanya Kenzo lagi.
Bik Asih yang sudah tidak tahan melihat Nona Kecilnya yang terluka oleh sikap kedua orang tuanya , akhirnya menceritakannya pada Kenzo dan Alan bagaimana kehidupan Cheryl yang sesungguhnya , yang sudah tujuh tahun ini tak pernah di pedulikan lagi oleh kedua orang tuanya .Mulai di mana Cheryl yang sering menangis sendirian di malam hari , Cheryl yang melampiaskan emosinya pada barang barang di kamarnya , Cheryl yang selalu bikin ulah ketika di luar mansion hanya untuk ingin mendapatkan perhatian dari kedua orang tunya , dan Cheryl yang sering melukai dirinya sendiri hingga sering keluar masuk rumah sakit hanya untuk mendapatkan perhatian dari kedua orang tuanya.
Bik Asih terus bercerita tentang Cheryl dengan air mata yang terus mengalir deras , sedangkan Kenzo dan Alan yang mendengarkan cerita Bik Asih begitu terkejut , karna tak pernah menyangka jika Cheryl yang selalu terlihat ceria dan sering tertawa itu ternyata penuh luka , dan orang yang melukainya adalah kedua orang tuanya sendiri.
'' Dan kamar ini adalah saksi bagaimana Nona Cheryl yang putus asa , dan akhirnya memilih bunuh diri '' ucap Bik Asih yang seketika membuat Kenzo dan Alan membulatkan kedua matanya lebar lebar.
'' Bu,,, Bunuh diri , Cheryl pernah mencoba bunuh diri ?'' tanya Kenzo terkejut.
'' Iya , Nona Cheryl memotong urat nadinya lalu menenggelamkan dirinya di bathtub , dan untung saja kamar mandinya tidak di kunci , jadi saya bisa segera meminta bantuan dan membawa Nona kecil ke rumah sakit , tapi tetap saja karna darah Nona keluar terlalu banyak juga tubuhnya yang sudah lelah membuatnya koma '' jawab Bik Asih dengan kedua matanya tak lepas mentap Cheryl yang tertidur pulas akibat pengaruh obat.
'' Lalu bagaimana dengan kedua orang tua Cheryl , apa mereka merasa bersalah pada putrinya , setelah melihat Cheryl mencoba bunuh diri dan berakhir koma ?'' tanya Alan , yang mendepat gelengan kepala dari Bik Asih.
'' Mama Nona Cheryl malah memarahinya habis habisan , padahal waktu itu Nona Kecil baru sadar dari komanya '' jawab Bik Asih.
'' Apaaa , tega sekali , kenapa ada ibu macam itu '' tukas Alan geram sendiri , yang tak habis pikir dengan ibu kandung Cheryl yang seperti tak punya hati.
'' Lalu bagaimana dengan Papanya ?'' tanya Kenzo mentap wajah Cheryl dengan tangan mengelus pucuk kepala Cheryl , dengan perasaan sedih entah kenapa dirinya juga merasa hatinya ikut sakit mendengar kisah hidup Cheryl yang sebenarnya.
'' Papa Nona Kecil ada di luar negri , sampai akhirnya datang hanya untuk memindahkan sekolah Nona Cheryl ke SMA NS , karna Nona kena skors di sekolah lamanya '' ujar Bik Asih.
'' Jadi kejadian Cheryl yang bunuh diri itu masih berusan Bik ?'' tanya Alan.
'' Iya Den , dua minggu sebelum Nona masuk ke sekolah barunya '' jawab Bik Asih.
'' Lalu , kenapa tadi pagi saya liat pipi Cheryl sedikit memar ?'' tanya Kenzo.
'' Benarkah ?'' Bik Asih terkejut.
'' Iya '' timpal Alan membebarkan.
'' Kejadian apa Bik ?'' tanya Alan.
'' Saya kurang tahu Den , yang jelas tadi malam Papa Nona Cheryl pulang , dan pergi lagi tadi siang '' jawab Bik Asih.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh , melihat demam Cheryl sudah menurun , Kenzo dan Alan memutuskan untuk pamit pulang .
'' Aku pulang dulu , cepatlah sembuh '' ujar Kenzo mengecup dahi Cheryl , dirinya merasa sudah tidak bisa menutupi perasaannya pada Cheryl di depan Alan.
Kenzo lalu beranjak meninggalkan kamar Cheryl , begitu juga dengan Alan , keduanya berjalan menuju teras mansion yang di antar oleh Bik Asih.
'' Kami pamit pulang dulu Bik '' ucap Kenzo. '' Jika terjadi apa apa cepat hubungi saya '' tambah Kenzo.
'' Iya Den pasti '' balas Bik Asih tersenyum.
'' Assalamualaikum '' ucap Kenzo dan Alan bersamaan.
'' Waalaikumslaam '' jawab Bik Asih.
Lalu Kenzo dan Alan melangkah menuju kendaraannya masing masing , dan segera menghidupkan mesin kemudinya lalu pergi meninggalkan mansion Paradipta.
Saat Kenzo tiba di mansionnya , Kenzo segera masuk ke dalam dan ternyata melihat Bunda dan Ayahnya masih duduk berdua di depan layar tv.
'' Assalamualaikum '' ucap Kenzo.
'' Waalaikumsalam '' balas Bunda Ayu dan Ayah Rian bersamaan.
Kenzo langsung mencium punggung tangan kedua orang tuanya bergantian , lalu ikut dudukdi sebelah Bunda Ayu.
'' Kok baru pulang Kenz ?'' tanya Bunda Ayu .
'' Habis jenguk Cheryl Bund '' jawab Kenzo.
'' Apaaa !! Cheryl sakit , sakit apa ? kok kamu gak bilang sama Bunda '' cecer Bunda Ayu.
Kenzo yang awalnya memejamkan kedua matanya seketika langsung kembali membukanya.
'' Kenapa Bunda hawatir banget ?'' tanya Kenzo.
'' Ya iya lah Bunda hawatir , secara Cheryl itu calon mantu Bunda '' jawab Bunda Ayu semangat empat lima yang mana membuat Ayah Rian terkekeh.
'' Ck ,,, calon mantu apaan , pacaran aja belom '' dengus Kenzo tak menyadari ucapannya.
'' Jadi kamu beneran suka sama Cheryl ?'' goda Bunda Ayu yang mana membuat wajah Kenzo memerah.
'' Bund ,,, udah merah aja tuh wajahnya '' ledek Ayah Rian yang ikut menggoda Kenzo.
'' Haiss... sudah lah , terserah kalian saja '' ucap Kenzo pasrah.
'' Bunda , kenapa Bunda hawatir banget sama Cheryl ?'' tanya Kenzo lagi.
'' Ck,, kamu ini , semua sahabat kamu itu udah Bunda anggap anak Bunda sendiri , termasuk Cheryl dan kedua sahabatnya '' jawab Bunda Ayu.
'' Sudah lah , pokok besok pagi Bunda mau jenguk Cheryl '' ucap Bunda Ayu.
Kenzo merasa haru , Bundanya yang bukan siapa siapa Cheryl saja begitu sangat menghawatirkannya , tapi kenapa orang tua Cheryl sendiri tak memperdulikannya pikir Kenzo sedih.