
Di caffe green Kenzo yang tengah sibuk melihat lihat berkas milik caffenya , harus terganggu dengan panggilan dari nomor tak di kenal.
'' Halo ''
'',,,,''
'' Baik , saya akan segera ke sana ''
Kenzo langsung menutup berkas berkas caffenya , dan segera pergi keluar dari ruang kerjanya dengan sedikit berlari.
'' Lo mau kemana buru buru ?'' tanya Alan yang ketika akan masuk kedalam ruangan Kenzo.
'' Cheryl demam tinggi , gue mau kerumahnya '' Kenzo tidak sadar jika kini dirinya dengan terang terangan menunjukkan sikapnya yang sedang menghawatirkan Cheryl di depan Alan.
'' Gue ikut lo '' ujar Alan yang hanya di angguki oleh Kenzo.
Lalu keduanya bergegas lari keluar caffe, yang mana keduanya menjadi pusat perhatian pengunjung di caffe itu , apa lagi kini malam minggu suasana caffe akan sangat ramai. Saat Kenzo dan Alan sampai di parkiran keduanya menaiki kendaraannya masing masing dan segera keluar ke jalan besar menuju ke rumah Cheryl.Alan terus mengikuti mobil Kenzo dari belakang karna dirinya belum tahu dimana alamt rumah Cheryl.
Di mansion Paradipta setelah menghubungi dokter Andre , Bik Asih langsung merogoh saku bajunya untuk mencari kertas pemberian Kenzo tadi , karna teringat dengan pesan Kenzo jika terjadi sesuatu dengan Cheryl maka Bik Asih harus segera menghubungi Kenzo. Bik Asih langsung mendail nomor milik Kenzo yang tertulis di atas kertas itu.
'' ,,,, ''
'' Halo Den , ini Bik Asih , Nona Cheryl demam tinggi ''
'',,,,,''
Tut
Bik Asih setelah menaruh telfon rumahnya segera kembali masuk ke dalam kamar Cheryl . Tak berselang lama Dokter Andre sudah datang dan segera saja masuk ke dalama mansion , karna sudah terbiasa ketika Cheryl sakit Dokter Andre lah yang selalu memeriksa kondisi Cheryl dan juga ketika Cheryl keluar masuk rumah sakit , bahkan Dokter Andre juga salah satu orang yang tahu dengan kehidupan Cheryl .
'' Dokter '' sapa Bik Aasih ketika melihat Dokter Andre yang sudah berada di depan kamar Cheryl.
'' Iya Bik '' sahut Dokter Andre tersenyum.
'' Saya akan memeriksanya '' uacap Dokter Andre lalu segera mendekati ranjang Cheryl.
Dokter Andre segera mengeluarkan alat stetoskop dari dalam tasnya dan mulai memeriksa Cheryl. Setelah beberapa menit kemudian Dokter Andre sudah selesai memeriksa Cheryl dan langsung memasukkan alat alatnya kembali ke dalam tasnya.
'' Gimana Dok ?'' tanya Bik Asih.
'' Huftt,,,,, ini saya tuliskan resep obatnya , jika besok demamnya belum turun Cheryl harus opname '' jawab Dokter Andre yang sebenarnya sudah menebak apa penyebab Cheryl demam yang tak lain adalah tentang keluarganya.
'' Sejak kapan Cheryl demam Bik ?'' tanya Dokter Andre melangkah keluar dari dalam kamar Cheryl , yang di ikuti oleh Bik Asih.
'' Tadi sepulang sekolah Dok '' jawab Bik Asih.
'' Apa mereka tahu ?'' tanya Dokter Andre pelan agar tak terdengar oleh Cheryl , karna meski Cheryl memejamkan kedua matanya tapi Cheryl tidak tidur karna sesekali terdengar merintih , mungkin karna demam tingginya yang mana membuat seluruh tubuhnya terasa sakit semua.
'' Tahu , tapi tetap seperti biasanya '' jawab Bik Asih sendu.
Begitu juga dengan Dokter Andre yang menatap iba dengan kehidupan gadis belia dan cantik yang kini terbaring lemah di atas ranjang besarnya . Saat Bik Asih dan Dokter Andre hanyut dalam pikirannya masing masing tiba tiba terdengar suara deruman mesin mobil dan sepeda motor yang masuk ke dalam halaman mansion paradipta.
'' Siapa yang datang Bik ?'' tanya Dokter.
'' Sepertinya Den Kenzo '' jawab Bik Asih.
'' Kenzo siapa Bik ? teman sekolah Cheryl '' tanya Dokter Andre yang langsung penasaran dengan sosok Kenzo karna selam yang ia tahu Cheryl tak pernah punya teman cowok.
'' Iya Dok , Den Kenzo ini adalah cowok yang sudah sedikit merubah Nona Cheryl '' jawab Bik Asih.
'' Merubah mak,,,,'' pertanyaan Dokter Andre menggantung ketika melihat dua cowok tampan yang sudah berdiri di ujung tangga.
'' Den Kenzo '' sapa Bik Asih ketika melihat Kenzo sudah tiba.
'' Tidak apa apa Den '' timpal Bik Asih.
Sedangkan Dokter Andre terus manatap Kenzo dari atas sampai bawah karna merasa familiar dengan cowok yang sedikit lebih tinggi darinya ini.
" Kayak aku pernah melihatnya , tapi dimana ya " batin Dokter Andre.
Begitu juga dengan Kenzo sendiri selain merasa risih yang terus di tatap oleh pria di depannya , Kenzo juga penasaran dengan pria yang terlihat masih muda dengan setelan kemeja dan celana formalnya.
'' Den Kenzo , ini Dokter Andre dokter pribadi Nona Cheryl '' ucap Bik Asih memperkenalkan keduanya.
'' Saya Kenzo '' ucap Kenzo datar.
'' Andre '' balas Andre. Lalu keduanya berjabat tangan.
'' Em , ya sudah Bik kalau begitu saya pamit pulang dulu , dan jangan lupa resep obat yang saya berikan cepat di tebus di apotik '' pamit Dokter Andre.
'' Iya dok , Dokter hati hati '' timpal Bik Asih.
Setelah kepergian Dokter Andre , Bik Asih meminta tolong pada Kenzo untuk menjaga Cheryl karna dirinya harus ke apotik untuk menebus obat Cheryl.
'' Ya sudah Bik kalau begitu saya masuk ke dalam , mau lihat Cheryl '' ucap Kenzo yang di angguki oleh Bik Asih.
Kenzo lalu segera masuk ke dalam kamar Cheryl , karna tak ingin di kira melakukan hal hal aneh Kenzo dengan sengaja membiarkan pintu kamar Cheryl terbuka dengan lebar.
'' Bik di mana apotiknya ?'' tanya Alan.
'' Masih di sekitar komplek sini kok Den , gak jauh '' jawab Bik Asih tersenyum yang sudah menebak jika pria di depannya ini adalah sahabat Kenzo , jika bukan yang bernama Alan pasti bernama Rio pikir Bik Asih , seperti yang di ceritakan oleh Cheryl tempo hari mengenai kedua sahabat Kenzo yang juga perhatian padanya.
'' Emmm ,,, oh ya Bik saya Alan , sahabat Kenzo '' ucap Alan ramah Bik Asih mengangguk dengan tersenyum .
'' Den Alan masuk saja ke kamar Nona kecil , saya ke apotik dulu '' pamit Bik Asih.
'' Iya Bik '' jawab Alan.
Ketika baru masuk ke dalam kamar Cheryl , Alan langsung di buat terperangah dengan pemandangan kamar Cheryl yang tak seperti anak gadis pada umumnya , seperti halnya Kenzo tadi siang saat mengantar Cheryl pulang yang juga kaget melihat kamar Cheryl.
Melihat Kenzo yang duduk di sisi ranjang Cheryl lebih tepatnya duduk di sebelah kepala Cheryl , Alan memilih mengambil kursi belajar yang berada di kamar Cheryl dan membawanya ke dekat ranjang untuk di dudukinya.
'' Cher '' panggil Kenzo sembari mengganti kompres di dahi Cheryl.
Mendengar suara Kenzo yang memanggilnya , Cheryl memaksa membuka kedua matanya yang sajak tadi ia pejamkan karna rasa pusing yang terus menderanya. Seketika seutas senyum terbit dari bibir pucat Cheryl ketika melihat Kenzo dan Alan yang berada di dekatnya , karna selama ini jika dirinya sakit hanya ada Bik Asih yang selalu di dekatnya.
'' Ayang Kenz , Kak Alan '' sapa Cheryl lirih bahkan hampir tak di dengar.
'' Mana yang sakit Cher ?'' tanya Alan menarik kursi yang ia duduki agar lebih dekat dengan Cheryl , Alan tahu biasanya jika orang sedang demam maka tubuhnya akan terasa sakit semua .
'' Sakit semua Kak , Kak Alan pijitin kakiku deh , Ayang Kenz pijitin kepalaku '' jawab Cheryl tersenyum manja yanga mana membuat Kenzo dan Alan juga ikut tersenyum dan keduanya langsung menuruti permintaan Cheryl dengan suka rela.
Cheryl benar benar merasa bahagia dengan keberadaan Kenzo dan Alan saat ini , apa lagi kedua cowok tampan ini sangat perhatian padanya.
'' Cher , si Vita ama Maya udah tahu kalo lo lagi demam tinggi begini ?'' tanya Alan yang merasakan panasnya tubuh Cheryl , padahal dirinya memijit kaki Cheryl masih terhalang oleh selimut tebal , tapi panasnya masih terasa di kedua tangannya.
'' Tidak , dan jangan di beri tahu , nanti mereka hawatir '' jawab Cheryl lirih dengan kedua mata terpejam menikmati pijitan kedua cowok tampan yang sedikit mengurangi rasa sakit di tubuhnya.
Alan hanya mengangguk saja mendengar jawaban Cheryl. Dan tanpa mereka bertiga sadari ada seseorang yang menangis haru melihat mereka.
'' Nona , sekarang Nona tidak sendirian lagi '' gumam Bik Asih yang mengintip mereka bertiga dari luar kamar.
Bik Asih terharu melihat bagaimana perhatiannya Kenzo dan Alan pada Cheryl saat ini , mereka berdua kompak memijit Cheryl.