
Pagi hari di mansion Mahardika Bunda Ayu sibuk menyiapkan bubur ayam untuk di bawanya menjenguk Cheryl.Karna hari ini adalah hari minggu maka akan menjadi kebiasaan keluarga Mahardika yang memulai sarapan paginya di jam delapan , dan di hari biasanya pasti jam tujuh kurang.
'' Pagi Ayah , Bunda '' sapa Kenzo yang baru selesai mandi , karna tadi Kenzo sempat berohlaga sebentar dengan berlari keliling komplek . Kenzo juga sedikit tenang karna mendapat kabar dari Bik Asih jika Cheryl sudah baikan.
'' Pagi juga sayang '' balas Bunda Ayu.Sedangkan Ayah Rian hanya menoleh sebentar lalu kembali membaca koran.
'' Apa itu Bund ?'' tany Kenzo ketika melihat rantang di atas meja makan.Lalu Kenzo menarik kursi untuk ia duduki.
'' Ini bubur ayam buat Cheryl '' jawab Bunda Ayu.Kenzo hanya ber oh ria saja.
Ketiganya lalu mulai menyantap sarapan pagi di meja makan , dengan sesekali Bunda Ayu menggoda Kenzo prihal Cheryl.
'' Udah Bund , kasian Kenzo '' tukas Ayah Rian yang melihat wajah anak semata wayangnya yang mulai memerah.
'' Iya , ya '' timpal Bunda Ayu masih terkekeh.
Kenzo hanya mendengus dan kembali melanjutkan menyantap sarapan paginya , tapi saat akan melahap satu sendok nasi goreng tiba tiba ponsel Kenzo berdering.Melihat nama Bik Asih yang tertera di panggilan telfonnya , Kenzo langsung mengangkatnya.
'' Halo Bik ''
'' ,,,,,, ''
'' Apaaaa !! iya saya segera ke sana ''
tut
Kenzo langsung beranjak dari tempat duduknya dan segera berlari naik menuju kamarnya , dan beberap detik kemudian Kenzo kembali turun dengan masih berlari.
'' Ada apa Kenz ? '' tanya Bunda Ayu yang melihat Kenzo yang terburu buru dengan wajah yang panik dan hawatir.
'' Cheryl '' hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Kenzo
'' Kenapa dengan Cheryl ?'' tanya Bunda Ayu lagi , yang entah kenapa dirinya juga merasa hawatir dengan Cheryl.
Kenzo tak menjawab pertanyaan Bundanya , dan lebih memilih berjalan keluar dengan terburu buru.
'' Yah ayo ikut '' ajak Bunda Ayu yang sudah berjalan duluan mengejar Kenzo , bahkan Bunda Ayu sampai melupan bubur ayam yang ia siapkan untuk Cheryl.
'' Kenzo , Bunda ikut '' tukas Bunda Ayu , ketika melihat Kenzo sudah berada di dalam mobilnya , bahkan sudah menghidupkan mesin mobilnya.
Bunda Ayu segera masuk ke dalam mobil dan duduk di jok belakang , begitu juga dengan Ayah Rian yang juga ikut masuk ke dalam mobil dan duduk di sebelah Kenzo.
Memastikan kedua orang tuanya sudah masuk ke dalam mobil , Kenzo langsung menjalankan kemudinya meninggalkan mansion Mahardika menuju Mansion Paradipta.
Karna sangat ingin cepat sampai di rumah Cheryl , Kenzo mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi , bahkan Kenzo sampai lupa jika kini dirinya membawa kedua orang tuanya.
" Cher , aku harap kamu tidak melakukan hal hal yang membahayakan nyawamu " batin Kenzo yang teringat tadi Bik Asih mengatakan jika Cheryl mengunci kamarnya dari dalam.
'' Kenz hati hati , jangan negbut ngebut '' ujar Bunda Ayu yang seketika menyadarkan Kenzo dari lamunanya.
'' Kenzo hanya takut jika Cheryl samapai melakukan hal yang membahayakan nyawanya lagi Bund '' timpal Kenzo dengan pandangan masih fokus ke depan , bahkan masih tak menurunkan kecepatan mobilnya.
'' Apaa !! membahayakan nyawanya gimana ?'' tanya Bunda Ayu yang terkejut , begitu juga dengan Ayah Rian yang juga ikut terkejut.
Ckittttt
Kenzo langsung menghentikan mobilnya ketika sudah sampai di depan mansion Paradipta , dan segera berlari masuk kedalam mansion tanpa menjawab pertanyaan Bunda Ayu.Bunda Ayu yang baru sadar jika sudah sampai segera turun dari mobil begitu juga dengan Ayah Rian.
Deg
Bunda Ayu langsung mematung di tempatnya ketika melihat bangunan megah di depannya , Bunda Ayu masih ingat betul mansion ini milik siapa , karna dua puluh tahun yang lalu Bunda Ayu hampir setiap hari mendatanginya , Bunda Ayu juga memiliki banyak kenangan di dalam mansion ini.
'' Bunda '' panggil Ayah Rian ketika melihat istrinya yang masih mematung di temaptnya.
'' Ayah , man,,, mansion ini '' ujar Bunda Ayu gugup , Ayah Rian menganggukkan kepalanya dirinya tahu apa yang ingin di katakan oleh istrinya itu.
Ayah Rian sendiri sebenarnya juga terkejut ketika mobil yang di kemudikan Kenzo memasuki halaman mansion Paradipta ini , yang berarti Cheryl adalah putri Hendri dan Lita.
Ketika Ayah Rian dan Bunda Ayu yang masih berdiri di depan teras mansion , tiba tiba di kejutkan dengan suara pecahan kaca jendela dari lantai dua.
Prannnk
'' Ayah '' ucap Bunda Ayu yang terkejut ketika melihat kaca jendela dari kamar lantai dua yang pecah.
'' Ayo kita masuk ke dalam '' ajak Ayah Rian yang sudah berjalan masuk ke dalam mansion yang di ikuti oleh Bunda Ayu.
Bunda Ayu yang masuk ke dalam mansion Paradipta sudah tidak perduli lagi dengan masalalunya , karna suara pecahan kaca barusan lebih membuatnya penasaran dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Ayah Rian segera berlari menaiki tangga ketika mendengar suara Kenzo yang berteriak triak memanggil Cheryl.
Brakkk
Brakkk
'' Cheryl , buka pintunya '' panggil Kenzo sembari terus menggedor gedor pintu kamar Cheryl yang terkunci dari dalam.
Sedangkan Bik Asih yang berdiri di dekat kamar Cheryl hanya bisa terus terisak , karna dirinya merasa bersalah sudah menghilangkan kunci cadangan kamar Cheryl , yang mana membuatnya tidak bisa mengehntikan Cheryl yang sudah mengamuk di dalam kamarnya.
'' Kenzo ada apa ?'' tanya Ayah Rian yang sudah sampai di depan kamar Cheryl.
'' Bik Asih '' sapa Bunda Ayu.
Kenzo seketika bertanya tanya saat melihat Bundanya dan Bik Asih yang saling kenal , padahal Bundanya juga baru ini datang ke mansion Paradipta pikir Kenzo.
Prankkk
Semua orang yang berdiri di depan kamar Cheryl kembali di buat terkejut ketika mendengar suara pecahan dari dalam kamar Cheryl.
'' Ayah , tolong bantu Kenzo dobrak kamar Cheryl ''pinta Kenzo yang langsung di angguki oleh Ayah Rian.
Saat Kenzo dan Ayah Rian yang masih berusaha mendobrak kamar Cheryl yang sangat susah , tiba tiba Alan , Rio ,Vita dan Maya datang.
'' Kenzo , Om Rian ada apa ?'' tanya Alan.
'' Tolong bantu gue dobrak kamar Cheryl , dia sedang emosi di dalam '' tukas Kenzo yang langsung membuat Alan , Vita dan Maya terkejut , karna selain Kenzo mereka bertiga tahu apa yang terjadi jika Cheryl sedang mengunci kamarnya dengan keadaan emosi .
Akhirnya Alan dan Rio membantu Kenzo mendobrak kamar Cheryl , sedangkan Ayah Rian memilih mundur membiarkan ketiga pria muda itu yang mendobrak kamar Cheryl.
Sedangkan di dalam kamar , Cheryl terus menatap pantulan dirinya di dalam cermin , bahkan Cheryl sudah tidak menangis mungkin karna air matanya sudah kering.
'' Kenapa aku harus lahir , kenapaaaaa,,,,!!! '' triak Cheryl.
Praknkkkkk
Cheryl meninju kaca rias dengan tangannya , yang mana membuat kaca itu hancur seketika , lalu Cheryl mengambil potongan pecahan kaca rias yang sedikit lebih besar dan menggenggamnya . Karna rasa kecewa , marah dan luka di hatinya membuat Cheryl tidak merasakan jika darah mengucur dari tangannya karna menggenggam sebilah pecahan kaca.
Brkkkkk
Kenzo , Alan dan Rio seketika terperangah melihat kondisi kamar Cheryl , pecahan vas bunga yang berserakan di mana mana , alat mekup yang berceceran di lantai , bahkan mereka juga melihat jendela kaca kamar Cheryl yang sudah pecah.
'' Ya Allah , Cheryl '' pekik Bunda Ayu terkejut ketika sudah masuk dan melihat kondisi kamar Cheryl.
Begitu juga dengan Vita , Maya dan Ayah Rian yang juga tak kalah terkejutnya dari Bunda Ayu , tapi tidak dengan Bik Asih yang sudah hafal betul dengan Cheryl jika sudah tidak bisa menahan emosinya , maka akan melampiaskan pada barang barang di kamarnya.
Kedua mata Kenzo langsung membulat saat melihat Cheryl yang menggenggam pecahan kaca , bahkan darah sudah menetes dari telapak tangannya.
'' Cheryl '' panggil Kenzo , kini dirinya mengakui jika dirinya mencintai Cheryl , karna ketika melihat Cheryl yang seperti ini Kenzo merasakan seperti ada batu yang mengahantam dadanya.
Mendengar suara Kenzo yang memanggilnya, perlahan Cheryl membalikkan badannya.
'' Kak Kenzo '' lirih Cheryl.
Kenzo semakin sedih melihat gadis yang biasanya selalu tertawa dan membuatnya kesal kini tiba tiba menjadi gadis yang rapuh, Kenzo benar benar merasa sakit melihat Cheryl yang seperti ini.Sedangakn saat Vita dan Maya yang ingin berjalan mendekati Cheryl langsung di tahan oleh Alan .
'' Biarkan Kenzo yang menenangkannya '' tukas Alan dan akhirnya Vita dan Maya hanya bisa melihat sahabatnya dengan menangis.
'' Iya ini aku '' Kenzo dengan perlahan melangkahkan kakinya mendekati Cheryl.
'' Cher , kamu lepasin pechan kaca itu dari tangan mu , jangan melakukan hal hal yang membahayakan nayawamu '' ucap Kenzo perlahan.
'' Kenapa , bahkan mereka tak perduli jika aku mati sekalipaun '' ujar Cheryl.
'' Jadi untuk apa aku hidup di dunia ini , untuk apaaaa!!! '' triak Cheryl.
'' Jangan bodoh kamu Cheryl !! '' Kenzo bahkan juga ikut berteriak yang seketika membuat Cheryl terkejut.
'' Kamu lihat , mereka '' tunjuk Kenzo pada beberapa orang yang berdiri di ujung pintu kamar Cheryl.
'' Mereka perduli denganmu , apa sekarang kamu tidak lihat dua sahabatmu yang menangis terisak mereka takut kehilanganmu , dan kamu lihat Bundaku meski dia bukan ibumu , tapi dia selalu hawatir denganmu dia tidak mau kehilanganmu dan juga Bik Asih dia orang yang selalu berdoa untuk kebahagiaanmu '' ujar Kenzo yang sektika membuat Cheryl menatap satu persatu keempat wanita beda usia yang menangis di ujung pintu.
'' Jika kamu bunuh diri dan meninggal , apa kamu tidak membayangkan bagaimana sedihnya mereka karena kehilanganmu '' ujar Kenzo lagi.
Prankkk
'' Hiks ,,,
'' Hiks,,,''
Seketika Cheryl menangis dan melepaskan pecahan kaca dari genggamannya , dan Kenzo langsung berlari memeluk Cheryl dengan erat.
'' Jangan melakukan hal hal bodoh lagi , di sini selain mereka akulah yang paling sedih jika kamu terluka , aku sadar dengan perasaanku , aku mencintaimu , aku tidak ingin kehilanganmu '' ujar Kenzo mengungkapkan isi hatinya yang seketika membuat Cheryl mendongakkan kepalanya.
'' Hiks,,, benarkah ?'' tanya Cheryl.
'' Hem,, I Love you Cheryl '' jawab Kenzo tersenyum yang mana membuat Cheryl semakin terisak.
'' I love you to My ketos '' balas Cheryl tersenyum lalu semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kekar Kenzo sedangakn Kenzo mengecup pucuk kepala Cheryl dengan sayang.
Jika tadi mereka menangis karna takut , maka kini mereka menangis haru melihat Kenzo yang mengungkapkan perasaannya pada Cheryl , yang mana membuat Cheryl kembali tersenyum dan melupakan emosinya.
Kenzo yang terus memeluk Cheryl tiba tiba merasa aneh ketika merasakan pelukan Cheryl yang melemah .
'' Cher,,, Cheryl,, '' panggil Kenzo yang tak ada sahutan dari Cheryl.Kenzo langsung melepaskan peluaknnya dan seketika terkejut melihat Cheryl yang memejamkan kedua matanya.
'' Cheryl , bangun Cher , kamu kenapa '' pekik Kenzo yang mana membuat semua orang panik.