My Ketos I Love You

My Ketos I Love You
Cheryl Menangis



Suasana mansion Mahardika semakin terlihat ramai , apa lagi Cheryl yang terus mengeluarkan jurus gombalannya pada Kenzo yang mana membuat Ayah Rian dan Bunda Ayu terus tertawa , karna baru kali ini mereka melihat putranya yang dingin dan angkuh itu ada yang berani menggodanya.


Setelah puas menggoda Kenzo , Cheryl lalu pergi ke arah meja dan mengambil dua tusuk daging dan satu tusuk sosis bakar di atas piringnya.


'' Udah puas lo ?'' tukas Vita ketika melihat Cheryl yang duduk di sebelahnya.


'' laper gue , butuh tenaga tau kalau godain Kak Kenzo '' sahut Cheryl membuat Vita berdecak.


Tapi ketika Cheryl akan melahap sosis bakarnya dia tak sengaja melihat pemandangan yang mana membuatnya merasa sakit hati , Cheryl melihat Kenzo yang di suapi satu tusuk daging oleh Bunda Ayu dan juga Ayah Rian yang selalu berada di dekat Bunda Ayu , Cheryl begitu iri melihat bagaimana bahaginya kehidupan keluarga Mahardika di depannya yang tak seperti keluarganya yang entah Cheryl malas membahasnya , dengan perlahan Cheryl menaruh kembali sosis bakarnya di atas piring.


Cheryl tiba tiba berdiri dan melangkah pergi membuat kedua sahabatnya mengrinyit heran.


'' Lo mau kemana Cher ?'' tanya Maya yang tak di hiraukan oleh Cheryl.


Cheryl terus berjalan mendekati Bunda Ayu dengan membawa piring yang berisikan dua tusuk daging dan satu sosis bakar yang ia ambil tadi di meja.


'' Tante '' panggil Cheryl.


Bunda Ayu yang sedang bercanda dengan Ayah Rian juga Kenzo seketika menoleh begitu juga dengan Ayah Rian dan Kenzo.


'' Eh,,, ada apa sayang ?'' tanya Bunda Ayu tersenyum.


'' Emmm,,, Cheryl boleh minta sesuatu gak sama Tante ?'' tanya Cheryl yang mana membuat semua orang yang mendengarnya serentak menatap Cheryl , begitu juga dengan Bunda Ayu , Kenzo dan Ayah Rian yang juga heran dengan Cheryl.


'' Boleh dong sayang , Cheryl mau minta apa , selagi Tante bisa pasti akan Tante kabulkan '' jawab Bunda Ayu yang mana membuat Cheryl menundukkan kepalanya ragu.


'' Cheryl mau minta apa hem ?'' tanya Bunda Ayu yang melihat Cheryl tak kunjung mengatakan apa yang di mintanya.


Cheryl semkin menundukkan kepalanya entah kenapa kini perasaannya tak karuan , tapi Cheryl tetap berusaha mengatakan apa yang ia inginkan.


'' Emmm... Bo boleh gak kalau Cheryl minta di suapi sama Tante ?'' tanya Cheryl takut takut bahkan tidak berani mentapa Bunda Ayu.


Semua orang yang mendengar permintaan Cheryl langsung terkejut , tapi tidak dengan kedua sahabat Cheryl mereka berdua serentak menaruh piring yang mereka bawa , mereka tahu betul dengan alasan Cheryl yang meminta di suapi oleh Tante Ayu , keduanya benar benar sedih melihat Cheryl yang rapuh seperti ini.


Sedangkan Bunda Ayu tersenyum mendengar permintaan Cheryl yang menurutnya sangat mudah , tapi kenapa Cheryl seperti sangat ketakutan saat mengatakannya.


'' Boleh dong sayang , semua teman Kenzo sudah Tante anggap anak Tente sendiri termasuk kamu sayang '' ujar Bunda Ayu yang mana membaut Cheryl langsung mengangkat wajahnya dan menatap Bunda Ayu.


'' Sayang , kamu mau di suapai yang mana ?'' tanya Bunda Ayu tersenyum bahkan salah satu tangannya mengelus pucuk kepala Cheryl dengan sayang , yang mana membuat Cheryl ingin meneteskan air matanya.


'' Terserah Tante saja '' jawab Cheryl pelan.


Lalu Bunda Ayu mengambila satu tusuk daging dan mulai menyuapkannya pada Cheryl.


'' Ayo sayang , aaa.,,,, '' Cheryl lalu segera melahap tusukan daging yang di suapkan oleh Bunda Ayu.


" Ma lihatlah wanita ini dia bukan siapa siapa , tapi dia mau menyuapi aku , apa Mama puas melihat aku yang mengemis perhatian dari ibunya orang lain " batin Cheryl penuh luka sembari mengunyah daging yang di suapkan oleh Bunda Ayu , bahkan satu tetes bulir bening sudah jatuh dari pelupuk mata Cheryl.


Kenzo dan Ayah Rian merasa aneh melihat Cheryl yang tak seperti biasanya , bahkan beberapa saat yang lalu mereka masih melihat Cheryl yang brisik dengan tingkah konyolnya.


" Ada apa dengannya ?" batin Kenzo yang berdiri satu langkah dari Cheryl.


Sedangkan Vita dan Maya keduanya sudah tak lagi bisa melihat Cheryl yang seperti ini , Vita menatap ke atas langit berusaha agar air matanya tidak tumpah , dan berbeda lagi dengan Maya yang sudah sesenggukan yang mana membuat Rio dan Alan menatapanya.


'' Sayang kamu tidak apa apa ?'' tanya Bunda Ayu yang melihat Cheryl terus menundukkan kepalanya.


'' Tante terima kasih '' ucap Cheryl.


Deghh...


'' Tante Cheryl ke kamar mandi dulu '' pamit Cheryl langsung pergi begitu saja , bahkan Cheryl sampai menubruk bahu Kenzo.


'' Kenzo kamu kejar Cheryl '' tukas Bunda Ayu yang merasakan Cheryl sedang tak baik baik saja.


Kenzo mengangguk lalu segera pergi menyusul Cheryl yang berlari masuk ke dalam mansion.


Setelah kepergian Kenzo yang masuk kedalam mansion mengejar Cheryl , Bunda Ayu langsung terduduk di atas kursi yang berada di dekatnya.


'' Bunda ada apa ?'' tanya Ayah Rian yang melihat wajah Bunda Ayu yang terlihat sedih.


'' Bunda tidak apa apa '' jawab Bunda Ayu pelan.


Di dalam kamar mandi Cheryl segera menghidupkan kran di wastafel , dan seketika tubuh mungil Cheryl merosot ke lantai sembari menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak.


'' hiks ,,,,, hiks ,,,,, ya tuhan sakit sekali , aku sudah tudak kuat hiks ,,,, hiks,,, '' tangis Cheryl akhirnya pecah.


'' Apa salah Cheryl ? kenapa kalian tidak pernah memperdulikan Cheryl lagi , jika kalian memang sibuk dengan pekerjaan , lalu kenapa orang tua Kenzo tidak seperti kalian , mereka juga orang kaya bahkan lebih kaya dari kalian '' gumam Cheryl.


Cheryl terus menangis sembari menyembunyikan wajahnya di kedua lututnya , dirinya benar benar merasa sudah tak kuat lagi menahan beban hidupnya.


Di depan kamar mandi di dekat dapur Kenzo terus berdiri menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup lebih dari sepuluh menit yang lalu , tidak di pungkiri sebenarnya Kenzo hawatir meski tidak tahu apa yang terjadi dengan Cheryl tapi Kenzo bisa merasakan jika Cheryl sedang tidak baik baik saja.


Karna takut terjadi apa apa dengan Cheryl di dalam kamar mandi , apa lagi Kenzo hanya mendengar gemercik air dari kran , Kenzo lalu mengetuk pintu kamar mandi.


Tokk


Tokkk


Tokkk


'' Cher '' panggil Kenzo yang tak mendapat jawaban dari dalam kamar mandi , yang mana membuat Kenzo gusar.


Sedangkan Cheryl yang masih menangis , samar samar mendengar suara pintu kamar mandi yang di ketuk dan juga suara Kenzo yang mamanggilnya membuatnya segera menghapus air matanya.


Cheryl menatap pantulan dirinya di dalam cermin yang terlihat sedikit berantakan dengan kedua matanya yang sembab , lalu Cheryl segera membasuh wajahnya dan sebelum membukak pintu kamar mandi Cheryl lebih dulu memakai bedak dan lipstik dengan warna nude agar tak terlihat oleh Kenzo jika dirinya habis menangis.


'' Cheryl '' panggil Kenzo lagi dengan suara lebih keras dari sebelumnya.


Ckelekk..


'' Kak Kenzo '' sapa Cheryl ketika melihat Kenzo berdiri di depan pintu kamar mandi sembari menatapnya.


Degh...


" kenapa dengan suaranya ? apa dia habis nangis ? matanya juga sedikit sembab " batin Kenzo yang terus memperhatikan Cheryl , apa lagi mendengar suara Cheryl yang seperti habis menangis.


'' Kak Kenzo ngapain di sini ?'' tanya Cheryl lalu menutup pintu kamar mandi.


'' kenapa lama sekali di dalam ?'' tanya Kenzo dengan wajah datarnya yang pura pura tak perduli dengan Cheryl.


'' Ih Kak Kenzo kebiasaan deh , kalau di tanya balik nanya '' tukas Cheryl cemberut.


'' Lo terlalu lama di dalam kamar mandi , semuanya menunggu lo '' ujar Kenzo beralasan.


Cheryl hanya menatap Kenzo sebentar lalu segera melangkah kembali menuju taman di mana semua orang berkumpul.Kenzo hanya menatap kepergian Cheryl dengan perasaan campur aduk.


'' sebenarnya apa yang terjadi dengan lo ? '' gumam Kenzo lalu ikut menyusul Cheryl ke taman.