
Pukul setengah enam pagi Bunda Ayu sudah berdiri di depan kamar Kenzo , padahal biasanya Bunda Ayu akan membangunkan Kenzo di jam enam pagi , tapi karna rasa penasarannya dengan siapa Kenzo berbalas chat membuat Bunda Ayu segera ke kamar Kenzo sebelum Kenzo bangun.
Ckelekkkk
Bunda Ayu bernafas lega ketika melihat Kenzo yang masih bergelung dengan selimut tebalnya , dengan langkah pelan Bunda Ayu berjalan masuk ke dalam kamar Kenzo dan menuju ke arah nakas samping tempat tidur Kenzo.
Bunda Ayu segera meraih ponsel milik Kenzo yang tergeletak di atas nakas , Bunda Ayu langsung menghidupkan layar ponselnya yang terkunci dan beruntungnya Bunda Ayu masih ingat kata kunci ponsel milik Kenzo , karna beberapa bulan yang lalu Bunda Ayu pernaha meminjam ponsel Kenzo untuk menghubungi suaminya yang mana Bunda Ayu tahu kata kunci ponsel Kenzo , meski Bunda Ayu tahu jika dirinya sudah tidak sopan membuka ponsel tanpa izin pemiliknya meskipun itu putranya sendiri , tapi rasa penasaran Bunda Ayu membuatnya melupakan kata kata sopannya.
'' Si Imet '' gumam Bunda Ayu ketika membaca nama kontak yang berada paling tas di aplikasi hijau milik Kenzo.
'' kok namanya aneh sih '' gumam Bunda Ayu lagi ,lalu mulai membaca satu persatu chat di ponsel putranya yang mana membuat Bunda Ayu tersenyum ketika ada kata kata '' Ayang Kenz '' Bunda Ayu masih ingat betul dengan orang yang memanggil putranya dengan sebutan Ayang yang tak lain adalah Cheryl.
Bunda Ayu lalu meletakan kembali ponsel putranya di atas nakas , ketika melihat jam di dinding kamar putranya Bunda Ayu segera membangunkan Kenzo karna jam sudah menunjukkan pukul enam.
'' Sayang , Kenz bangun udah jam enam '' kata Bunda Ayu sembari menggerak gerakkan tangan Kenzo.
Karna Kenzo tipe yang tidak sulit untuk di bangunkan , membuatnya langsung membuka kedua matanya mengumpulkan kesadaraannya.
'' Bunda '' sapa Kenzo ketika kesadarannya sudah terkumpul.
'' Bangun sayang , udah jam enam '' ujar Bunda Ayu.
'' iya Bund '' sahut Kenzo sembari menguap , lalu turun dari ranjang tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
sedangkan Bunda Ayu segera membereskan tempat tidur putranya dan juga membuka gorden kamar Kenzo agar cahaya matahari bisa masuk kedalam , meski di mansion Mahardika banyak pelayan , Bunda Ayu tetap melakukan kewajibannya sebagai istri dan ibu rumah tangga semestinya.
Tanpa menunggu Kenzo selesai mandi , Bunda Ayu lebih dulu turun ke lantai bawah diamana Ayah Rian yang sedang duduk di meja makan dengan di temani secangkir kopi dan majalah di tangannya , sedangkan para pelayan sibuk menata masakan untuk sarapan pagi di meja makan , meski Bunda Ayu bisa masak tetapi Ayah Rian melarang keras Bunda Ayu agar tidak terjun ke dapur sendiri , Ayah Rian tidak ingin Bunda Ayu lelah dan kecapekan.
'' Yah '' sapa Bunda Ayu tersenyum.
Ayah Rian mendongak menatapa istrinya tersenyum lalu melipat majalah yang ia baca barusan.
'' ada apa Sayang ?'' tanya Ayah Rian saat melihat Bunda Ayu yang masih saja tersenyum.
'' Sepertinya putramu benar benar jatuh cinta deh Yah '' tukas Bunda Ayu lalu duduk di samping Ayah Rian.
'' Bunda tahu darimana ?'' tanya Ayah Rian.
'' Barusan Bunda liat ponsel Kenzo , Bunda penasaran dengan siapa Kenzo berbalas chat , dan ternyata ama Cheryl '' jawab Bunda Ayu tersenyum senang akhirnya ada yang bisa meluluhkan putranya yang dingin.
'' Cheryl gadis yang nolongin Bunda kemarin ? '' tanya Ayah Rian lagi.
'' he,em '' jawab Bunda Ayu.
'' Em... Ayah setuju kalau misalnya Kenzo benar benar suka sama Cheryl ?'' tanya Bunda Ayu.
'' Ya kalau Kenzo suka ya Ayah setuju setuju saja '' jawab Ayah Rian santai.
'' Ayah beneran ? Ayah gak mau cari yang bibit bebet bobotnya sama dengan kita ?'' tanya Bunda Ayu lagi memastikan.
Ayah Rian langsung menatap wajah istrinya dan memegang kedua tanga Bunda Ayu dengan mesra.
'' Bunda , kalau memang Ayah cari yang bibit bebet bobotnya sama , Ayah gak mungkin nikahin Bunda , Ayah hanya ingin menikah dan hidup bahagia dengan orang yang Ayah cintai tanpa melihat setatus , karna kebahagiaan itu bukan di ukur dari bibit bebet bobotnya '' jelas Ayah Rian yang mana membuat Bunda Ayu terharu .
Bunda Ayu sadar jika dirinya lahir dari orang biasa , tapi Ayah Rian yang sudah terlahir menjadi sultan dengan yakin melamar dan menikahi dirinya bahkan tak memperdulikan setatusnya yang hanya anak orang biasa , begitu juga dengan mendiang mertuanya yang tak pernah melihat dirinya dari setatus sosial bagi mereka kebahagiaan putranya itu lebih penting dari segalanya dan kebahagiaan Ayah Rian hanya dengan menikahi dirinya.
'' Terima kasih Ayah '' ucap Bunda Ayu tulus.
'' sama sama sayang '' balas Ayah Rian mencimu dahi istrinya dengan penuh cinta dan kasih sayang.
Tak berselang lama terlihat Kenzo menuruni anak tangga dengan wajah binarnya yang mana membuat Bunda Ayu mengulum senyum.
'' pagi '' balas Ayah Rian.
'' Tumben hari ini kamu kelihatan bahagia banget , ada apa ? '' tanya Bunda Ayu pura pura.
'' gak ada apa apa Bund '' jawab Kenzo yang bisa menutupi rasa gugupnya.
'' Beneran ?'' desak Bunda Ayu.
'' Iya Bunda '' balas Kenzo, lalu meraih segelas air putih di depannya.
'' Oh ya Kenz , Cheryl itu kelas berapa ?'' tanya Bunda Ayu yang langsung membuat Kenzo tersedak.
Uhukk
Uhkkkk
Uhukkkk
'' Pelan pelan dong Kenz '' tukas Bunda Ayu sembari menepuk nepuk punggung Kenzo.
'' Lagian nagapain Bunda nanyain Cheryl pada Kenzo segala '' dengus Kenzo yang mana membuat Bunda Ayu terkekeh begitu juga dengan Ayah Rian.
'' Kalau gak nanya sama kamu , terus Bunda nanya sama siapa '' ujar Bunda Ayu.
'' Kenapa tadi malam gak nanya sama Rissa saja ?'' tanya Kenzo lalu melahap nasi goreng favoritnya.
'' Tadi malam Bunda lupa , dan baru inget sekarang '' jawab Bunda Ayu ngeles.
'' Cheryl kelas 11A '' jawab Kenzo cepat.
'' Berarti Cheryl pintar dong anaknya , secara dia berada di kelas 11A yang katanya murid di kelas A itu bagian yang pintar pintar saja '' ujar Bunda Ayu memuji Cheryl dengan terang terangan.
'' Pintar sih pintar , asal Bunda tahu saja anak 11 A itu beeuhhhhh nakalnya minta ampun , apa lagi sejak ketambahan Cheryl , Kenzo malah makin pusing '' keluh Kenzo yang memang dirinya selalu di bikin pusing lebih tepatnya hanya Cheryl seorang yang membuatnya pusing karna selalu menggodanya tapi itu dulu dan kini dirinya menikmatinya batin Kenzo terkekeh.
'' Cheryl anak pindahan ?'' tanya Bunda Ayu.
'' Iya Bund , dia baru dapat dua bulan masuk di SMA Nusa Bangsa '' jawab Kenzo yang sudah menyelesaikan sarapan paginya lalu segera berdiri.
'' Ayah , Bunda Kenzo berangkat dulu '' pamit Kenzo lalu mencium punggung tangan Ayah Rian dan Bunda Ayu bergantian.
'' Assalamualaikum '' ucap Kenzo.
'' Waalaikumsalam '' balas Ayah Rian dan Bunda Ayu.
'' Lihatlah Yah wajah putramu, semangat banget '' tukas Bunda Ayu saat mendengar deru mobil Kenzo yang meninggalkan mansion. Ayah Rian hanya menanggapi dengan tersenyum saja.
Setelah menyelesaikan sarapannya Bunda Ayu mengantarkan Ayah Rian ke teras depan dimana asisten pribadinya sudah menunggunya.
'' Ayah berangkat dulu ya Bund '' pamit Ayah Rian.
'' Iya Ayah hati hati '' balas Bunda Ayu lalu mencium punggung tangan Ayah Rian dan Ayah Rian mencium kening Bunda Ayu dengan sayang.
'' Assalamualaikum '' ucap Ayah Rian.
'' Waalaikumsalam '' jawab Bunda Ayu.
Setelah melihat mobil suaminya keluar dari gerbang mansion Bunda Ayu seger masuk ke dalam mansion dan melakukan aktifitasnya.