
Emhh,,,
'' Cheryl '' panggil Kenzo.yang seketika membuat Ayah Rian , Bunda Ayu dan Bik Asih segera beranjak mendekati brangkar Cheryl.
Cheryl dengan perlahan membuka kedua matanya , dan Cheryl langsung mengembangkan senyumnya ketika melihat orang orang yang berdiri mengelilinginya , tapi tidak dengan hatinya yang merasa marah dan kecewa.
Flasback on
Tadi pagi pukul tujuh di teras mansion .
Cheryl yang melihat Papanya akan kembali pergi , dengan buru buru Cheryl mencegahnya ,dan tak berselang lama Cheryl juga melihat Mamanya yang entah kapan pulangnya tapi kini sudah terlihat akan kembali pergi.
'' Kapan kalian ada waktu untukku ? , aku tidak minta apa apa , aku hanya ingin kalian menyayangiku , itu saja apa berat '' ujar Cheryl terisak yang berdiri di depan mobil Papanya.
'' Menyingkir Cheryl '' timpal Papa Hendri dingin.
'' Aku tidak akan menyingkir , kenapa kalian tidak perduli lagi dengan ku kenapaaaaa !!!!'' triak Cheryl dengan keras. Sedangkan Mama Lita hanya mengepalkan tangannya saja.
'' Ck,, apa Mamamu tidak memberi tahu rahasaianya padamu ?'' tanya Papa Hendri dengan menyeringai.
'' Ra,,, rahasia apa ?'' tanya Cheryl.
'' Mamamu demi bisa menikah denganku , dia rela memfitnah tunanganku yang bersetatus sahabatnya sendiri '' jawab Papa Hendri , yang seketika membuat Cheryl menutup mulutnya , karna tidak percaya jika Mamanya melakukan hal seperti itu pada sahabatnya sendiri hanya ingin bisa menikahi Papanya. Sedangkan Mama Lita hanya bisa mengepalkan tangannya , karna dirinya juga tidak akan menampik dengan kebenaran itu.
Papa Hendri lalu berjalan masuk ke dalam mobil , tapi sebelum pintu mobil tertutup , Papa Hendri kembali mengucapkan kata kata yang langsung membuat Cheryl hancur se hancurnya.
'' Mamamu juga selingkuh di belakangku , jadi aku ragu kalau kamu sebenarnya bukan anakku ''
Duarrrr
Cheryl merasa seperti di sambar petir di pagi buta , di benar benar hancur dengan kenyataan yang baru di dengarnya ini .
'' Tutup mulutmu Hendri !!! '' triak Mama Lita yang hanya di balas seringaian oleh Papa Hendri yang sudah menutup mobilnya.
Sebelum mobil berjalan Papa Hendri membuka kaca jendela mobilnya.
'' Ingat Lita , dua minggu lagi aku tunggu di ruang sidang , Jalan '' uacp Papa Hendri.
Setelah mobil yang di naiki oleh Papa Hendri pergi meninggalkan mansion , kini sisa Cheryl dan Mama Lita saja.
Melihat Cheryl yang masih diam berdiri , Mama Lita tak ada niat untuk berbicara dengan Cheryl dan memilih berjalan ke arah mobilnya , tapi ketika akan membuka pintu mobilnya tiba tiba tangannya di cekal oleh Cheryl.
'' Ma , apa benar yang di katakan Papa , kalau aku anak dari hasil perselingkuhan Mama ?'' tanya Cheryl tapi Mama Lita hanya diam saja.
'' Jawab Ma , kenapa Mama diam saja , apa jangan jangan benar yang di katakan oleh Papa kalau aku ,,, ''
Plakkkk
Cheryl terkejut ketika mendapat tamparan dari Mamanya yanga mana membuatnya semakin merasakan sakit.
'' Mama sudah bercerai , jadi jangan pernah memanggilnya Papa lagi '' tukas Mama Lita , lalu masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan Cheryl yang menangis di teras mansion.
Flasback off
Cheryl yang sudah terlalu merasa kecewa dengan kenyataan , dia sekuat tenaga agar tidak menangis di depan orang orang yang berada di sampingnya ini dengan cara menggigit bibirnya.
Bunda Ayu yang berdiri di dekat Kenzo , tiba tiba memeluk Cheryl yang masih terbaring lemah.
'' Sayang jika ingin menangis , menangislah jangan di tahan , mulai sekarang dan kedepannya Tante akan memberikan bahu ini untuk kamu jika sedang sedih '' ujar Bunda Ayu sembari memeluk Cheryl.
Sedangkan Cheryl yang merasa terharu dengan perkataan Bunda Ayu , seketika langsung menangis terisak.
'' Hiks.... Hikss.... Tante , di sini sakit sekali Tante '' ucap Cheryl dengan menepuk nepuk dadanya yang terasa sesak dengan kenyataan yang di ketahuinya.
'' Iya sayang Tante tahu , kamu harus kuat ya, di sini ada Tante , Om Rian , Kenzo juga sahabat sahabat kamu yang selalu ada untuk kamu '' timpal Bunda Ayu.
Bik Asih menatap haru pada perlakuan Bunda Ayu pada Cheryl , anak dari sahabat yang pernah menghianatinya.
'' Kenapa ?'' tanya Kenzo karna Cheryl tak mau menerima suapan bubur darinya.
'' Aku gak suka makanan rumah sakit '' jawab Cheryl.
'' Huft,,, suka gak suka , kamu tetap harus makan '' ujar Kenzo penuh penekanan , dan Cheryl mau tak mau akhirnya menerima suapan dari Kenzo.
Dan akhirnya Cheryl menghabiskan satu mangkuk bubur hambar dari rumah sakit dengan tampang cemberutnya.
'' Enakkan '' ucap Kenzo mengulum senyum , sembari memberikan segelas air putih pada Cheryl.
'' Ck '' decak Cheryl lalu meneguk segelas air putih yang di berikan oleh Kenzo hingga tandas.
Bunda Ayu dan Bik Asih merasa lega , ketika melihat Cheryl yang sudah tak sesedih tadi.
Cklekk
Suara pintu yang terbuka membuat semua orang menoleh ke arah pintu , dan muncul Dokter Andre dan suster wanita.
'' Selamat siang '' ucap Dokter Andre sopan karna melihat keberadaan sang pemilik rumah sakit.
'' Siang '' jawab semuanya serempak.
'' Saya mau memeriksa kondisi Cheryl '' ucap Dokter Andre.
'' Oh iya silahkan Dokter '' sahut Bunda Ayu ramah.
Lalu dokter Andre berjalan mendekati brangkar Cheryl , sedangkan Kenzo hanya sedikit menggeser kursi yang ia duduki ke samping.
'' Bagaima keadaan kamu sekarang ? '' tanya Dokter Andre sembari menaruh alat stetoskop di dada Cheryl.
'' Buruk '' jawab Cheryl.
Dokter Andre hanya tersenyum , lalu setelah memerikasa detak jantung Cheryl , Dokter Andre mengganti cairan infus yang sudah tinggal sedikit dengan yang baru.
'' Jika emosi jangan sampai melukai diri sendiri lagi , ku harap ini yang terakhir , masih banyak yang perduli denganmu '' ujar Dokter Andre , sedangkan Cheryl hanya diam saja.
'' Bagaimana keadaannya ?'' tanya Kenzo datar, yang merasa tak suka dengan sikap Dokter Andre yang perhatian pada Cheryl.
'' Sudah baik baik saja , dan besok sudah boleh pulang '' jawab Dokter Andre tersenyum.
'' Oh , syukurlah '' timpal Kenzo lega. begitu juga dengan Bunda Ayu dan Bik Asih yang juga merasa lega.
'' Kalau begitu saya permisi dulu '' pamit Dokter Andre sembari sedikit membungkukkan bahunya di depan pemilik rumah sakit yang duduk di sofa.
'' Kamu sepertinya dekat dengan Dokter itu '' ujar Kenzo ketika Dokter Andre sudah keluar dari dalam kamar rawat Cheryl.
'' Hem,, Kak Kenzo benar , dia Dokter yang selalu nangani aku ketika sakit '' timpal Cheryl , Kenzo hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja.
'' Cieee ,,, Kak Kenzo pasti cemburu ya '' goda Cheryl.
'' Ck , siapa juga yang cemburu '' sahut Kenzo ketus , yang mana membuat Cheryl terkekeh.
'' Ayang Kenz tenang aja, hati ini hanya untuk Kak Kenzo seorang '' ungkap Cheryl dengan menyentuh dadanya.
Pltakkkk
'' Auuuu ,, sakit Kak , kenapa malah di sentil sih , Kak Kenz gak percaya '' dengus Cheryl sembari mengusap dahinya yang lumayan sakit akibat sentilan dari Kenzo.
'' Gak usah ngoceh , lagi sakit juga '' ketus Kenzo yang sudah malu karna mendenger kedua orang tuanya dan Bik Asih yang terkekeh.
'' Ck ,,. dasar es batu , gak ada romantis romantisnya '' dengus Cheryl lalu merebahkan tubuhnya dengan membelakangi Kenzo.Sedangkan Kenzo hanya mengulum senyum , karna dirinya merasa lega setidaknya Cheryl sudah melupakan masalahnya.
Dan tanpa mereka sadari di balik pintu yang tak tertutup rapat , ada seseorang yang mendengarkan perbincangan mereka berdua d dengan tangan mengepal.