My Ketos I Love You

My Ketos I Love You
Hukuman



Cheryl berangkat kesekolah dengan mengendarai mobilnya seperti orang kesetenan,pasalnya dirinya bangun kesiangan,jika biasanya dari mansionnya ke sekolahannya di tempuh lima belas menit kini Cheryl menempuhnya tak sampai sepuluh menit.


Ckittttt


Mobil Cheryl berhenti tepat di depan gerbang sekolah yang sudah tertutup setengah,yang pertanda dirinya sudah telat.


brakkkkk


Cheryl keluar dari dalam mobil lalu berjalan mendekati pos satpam.


'' Pak Dudung,gerbangnya Cheryl bukak ya '' ujar Cheryl pada pak si penjaga gerbang.Meski Cheryl anak baru tapi namanya langsung terkenal seplosok penjuru SMA Nusa Bangsa,karna sifatnya yang mudah bergaul juga cplas ceplos,apa lagi kini Cheryl semakin terkenal sejak dirinya terang terangan menyukai si ketos anak pemilik yayasan.


'' Tumben Neng Cheryl telat '' ujar Pak Dudung bernajak keluar dari pos jaganya.


Cheryl tak menjawab dirinya sibuk membukak lebar lebar pintu gerbang sekolah,agar mobilnya bisa masuk ke area parkir sekolahan.Setelah gerbangnya terbuka lebar Cheryl segera masuk ke dalam mobil dan menjalankan mobilnya masuk ke area parkir sekolahan.


'' Pak Dudung, Cheryl masuk dulu ya '' pamit Cheryl dengan senyum tengilnya.


Pak Dudung menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Cheryl yang seenak jidatnya pikir Pak Dudung.


setelah memakirkan mobilnya Cheryl segera mengambil tas punggungnya yang berada di kursi sebelahnya,lalu segera keluar dari dalam mobil,setelah mengunci pintu mobilnya saat membalikkan badannya Cheryl di buat terkejut dengan keberadaan ketos dan watos ( Alan ) yang sudah berdiri di depannya.


'' astoge,,,, anjiiiiirrrrr '' pekik Cheryl, sangking terkejutnya punggung Cheryl sampai menubruk body mobil.


'' ya ampun,,, sejak kapan ayang beb sama watos berdiri di sini ?'' tanya Cheryl sembari mengusap dadanya karna rasa terkejutnya yang masih belum hilang.


Kenzo tak menghiraukan pertanyaan Cheryl,dirinya hanya menatap tajam pada Cheryl yang tingginya hanya sebatas bahunya.


'' kenapa telat ?'' tanya Kenzo datar. sedangkan Alan hanya menatap keduanya tanpa ikut bicara.


'' semalam habis ngedarkor ayang Kenzo '' jawab Cheryl memasang wajah sok imutnya tanpa merasa dosa.


'' lari keliling lapangan sepuluh kali '' tukas Kenzo tegas.


'' Ya tuhan... ayang.. tega bener sama calon pacar mu ini,masak cantik cantik gini di suruh lari lari di lapangan sih,kalau aku pingsan gimana,lagian kan aku baru pertama kali telat '' keluh Cheryl manja.


'' dua pluh putaran '' ucap Kenzo dengan wajah datarnya.


'' whatttt.....!!! ok ok... gue gak jadi tawar menawar lagi '' ujar Cheryl.lalu segera beranjak dari hadapan Kenzo dan Alan dengan wajah cemberut dan tak lupa kakinya di hentak hentakkan dengan keras.


'' lu beneran gak tertarik sama tuh cewek ?'' tanya Alan tiba tiba yang mana membuat Kenzo menatap Alan dengan aneh.


'' gak akan pernah ?'' jawab Kenzo ketus lalu melangkahkan kakinya meninggalkan parkiran.Alan hanya menahan senyum melihat kepergian Kenzo,selama dirinya bersahabat dengan Kenzo,Alan memang tak pernah sekalipun melihat Kenzo dekat dengan lawan jenisnya hanya pada Rissa dan mungkin karna Rissa sahabat sedar kecilnya.


'' mungkin sekarang loe gak tertarik,tapi entah suatu hari nanti '' gumam Alan lalu pergi menyusul Kenzo.


'' Cher, lo mau kemana ?'' tanya Vita saat melihat Cheryl berjalan lurus bukan berbelok ke kanan yang menuju kelas.


'' gue mau jadi calon pacar yang nurut '' jawab Cheryl sekenanya.


'' maksud loh ?'' tanya Vita bingung.


'' ayang beb beb Kenzo nyuruh gue lari keliling lapangan '' jawab Cheryl sembari menyerahkan tas yang ia bawa pada Vita.


'' hahahah... eh bege,bilang aja lo kenak hukum,pakek acara bilang jadi pacar yang nurut segala '' ujar Vita terbahak bahak sembari menerima tas milik Cheryl.


'' terserah lo ah,eh bentar '' ucap Cheryl lalu mengambil beberapa lembaran uang berwarna biru dari dalam saku tasnya.


'' buat apa ?'' tanya Vita dengan menyampirkan tas milik Cheryl di punggunngnya.


'' ada deh '' jawab Cheryl cengengesan.


'' CHERYL PARADIPTA ''


suara seseorang membuat Cheryl dan Vita menoleh kesamping,yang ternyat Kenzo dan Alan berdiri tak jauh dari mereka.


'' ya tuhan ayang beb benar benar the best dah,hafal banget nama calon pacarnya so sweet banget '' tukas Cheryl terkikik,membuat Alan dan Vita menahan tawanya tapi tidak dengan Kenzo yang sudah mengeluarkan tanduknya.


'' mau gue tambah hukumannya '' tukas Kenzo dingin.


'' iya ya,,. ayang , ini juga mau ke lapangan,kiss by dulu buat penyemangat '' ujar Cheryl sembari memberikan cium jauh pada Kenzo lalu segera berlari ke lapangan.


'' Kak Kenzo dan Kak Alan gue permisi '' pamit Vita yang di angguki oleh keduanya.


setelah kepergian Vita,Kenzo memegang pelipisnya dirinya benar benar pusing melihat tingkah Cheryl yang semakin menjadi jadi,bahkan dengan tak tahu malunya mengatakan dirinya sebagai calon pacaranya.


'' kenpa loe ?'' tanya Alan.


'' lama lama gue seters ama si Cheryl '' jawab Kenzo.


'' sudah, loe nikmatin saja '' ucap Alan terkekeh.


keduanya lalu berjalan ke lantai tiga dimana kelas 12 A berada.


Cheryl benar benar menjalankan hukumannya berlari mengitari lapangan sepuluh kalai,lebih tepatnya bukan berlari tapi berjalan tapi sedikit keras.


'' cihh... jangankan sepuluh kali,lima puluh kali pun udah pernah gue alamin kali '' gumam Cheryl sombong.


lima belas menit telah di lalui oleh Cheryl untuk mengitari lapangan sepuluh kali,kini Cheryl berjalan meninnggalkan lapangan sembari mengusap keringat yang membanjiri dahi mulusnya dengan tangan mungilnya.tanpa Cheryl sadari sejak tadi dirinya di perhatikan oleh seseorang yang berada di salah satu ruangan lantai tiga,siapa lagi kalau bukan Kenzo si ketos dingin tapi tampan.


'' apa dia sangat lemah,kenapa sejak tadi dia tidak terlihat berlari,lebih tepatnya berjalan dengan keras '' gumam Kenzo.


pukkkk


tepukan di bahu Kenzo membuatnya menoleh ke samping,dimana Alan yang duduk di dekatnya.


'' kenapa ?'' tanya Kenzo.


'' seharusnya gue yang tanya, kenapa sejak tadi lo melihat keluar jendela ? jangan bilang loe hawatir sama calon pacar lo ?'' ceplos Alan yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kenzo.bukannya takut Alan malah terkekeh.


'' sialan loe '' umpat Kenzo.


sedangkan yang di bicarakan kini tengah asik duduk di salah satu meja pojok kantin,sembari menyantap satu mangkok bakso dan es teh di sampingnya.


ibu kantin yang melihat Cheryl tengah asik makan di saat jam sekolah masuk hanya bisa menggelengkan kepalanya saja,mau negur juga bukan haknya pikir ibu kantin.


'' ah... kurang pedas '' gumam Cheryl saat satu pentol bakso masuk ke dalam mulutnya.Cheryl lalu menambahkan kembali sambal lima sendok pada baksonya.


srupppp


'' Nah,,, ini baru hot '' ujar Cheryl saat satu sendok kuah bakso kembali masuk ke dalam mulutnya.


Cheryl benar benar menikmati makanan kesukaannya itu tanpa memperdulikana keadaan kantin yang sepi krontang,dan saat Cheryl akan menelan pentol bakso yang super pedas Cheryl di kejutkan dengan suara seseorang yang berdiri di belakangnya.


'' enak sekali ya hidupmu '' ujar seseorang dengan suara dingin penuh penekanan.


'' uhukkk.... uhukkkk.... ''


Cheryl berdiri membalikkan tubuhnya sembari menepuk nepuk dadanya yang terasa sakit akibat tersedak pentol bakso super pedas yang ia makan barusan.


Cheryl hanya terus terbatuk tanpa berkomentar apa apa pada orang yang berdiri di hadapannya yang sudah membuatnya tersedak,yang tak lain adalah Kenzo si ketos pujaan hatinya.


Kenzo berdiri bersedekap sembari terus menatap Cheryl dengan tajam,Kenzo benar benar tak memperdulikan Cheryl yang masih terbatuk sembari menepuk nepuk dadanya.


Tiba tiba dahi Kenzo mengrinyit saat melihat wajah Cheryl mulai memerah dan juga kedua matanya yang mulai berair,Kenzo melirik ke mangkok yang berada di atas meja dan seketika kedua matanya membola,bagaimana tidak yang Kenzo lihat bukan bakso berkuah sambal tapi lebih terlihat sambal berkuah bakso membuat Kenzo ngeri sendiri,dengan reflek Kenzo mengambil es teh yang terletak di samping mangkok bakso dan memberikannya pada Cheryl.


'' minumlah '' ujar Kenzo.


Cheryl yang masih terus terbatuk menerima segelas es teh itu sedikit ke sulitan,Cheryl langsung meminumnya hingga tandas.


glukkkk glukkkk...


'' uhukk.... gara gara ayang ini, uhukkk sakit tau '' ketus Cheryl bahkan suaranya sedikit lirih mungkin karna masih sakit di tenggorokannya.


'' kenapa gak masuk kelas,? malah nangkring di sini '' ujar Kenzo datar.


'' lapar ayang,aku belum sarapan tadi '' jawab Cheryl manja sembari menarik selembar tissu untuk mengusap kedua matanya yang berair.


tadi setelah berdebat dengan Alan di kelas,Kenzo berpamitan ke toilet pada guru yang mengajar di kelasnya dan saat melewati kantin Kenzo kembali di buat geram dengan kelakuan siswi yang asik makan di pojok kantin,padahal jam pelajaran sudah di mulai.Lalu dengan langkah lebarnya Kenzo berjalan masuk ke dalam kantin dan menghampiri siswi itu yang tak lain adalah Cheryl Paradipta,bahkan Kenzo sampai lupa dengan tujuannya tadi yang akan ke toilet.