
Ketika di perjalanan Kenzo yang serius memutar kemudi sesekali melirik ke arah Cheryl yang terus menutup kedua matanya , dan ketika mobil berhenti di lampu merah perempatan Kenzo melihat Cheryl yang merubah posisi duduknya dengan menaikkan kedua kakinya lalu meringkuk , melihat itu Kenzo langsung melepas alamamater osisnya untuk menyelimuti tubuh Cheryl.
" Dia demam " batin Kenzo ketika tangannya tak sengaja menyentuh kulit Cheryl.
'' Kayaknya aku harus melanjutkan hidupku '' gumam Cheryl lirih yang masih di dengar oleh Kenzo. Kini posisi duduk Cheryl sudah berubah menghadap ke arah Kenzo.
'' Lo ngomong apa ?'' tanya Kenzo , Cheryl hanya tersenyum menggelang.
Melihat Cheryl hanya diam saja Kenzo kembali menjalankan kemudianya karna lampu sudah berganti hijau.
Bebrapa menit kemudian mobil Cheryl yang di kemudikan oleh Kenzo sudah masuk di mansion Paradipta.Kenzo mengehentikan mobilnya di depan teras mansion.
'' Cher sudah sampai '' ucap Kenzo yang tak dapat balasan dari Cheryl.
Kenzo menoleh ke samping kemudi dan melihat Cheryl yang tertidur membuat Kenzo tak tega untuk membangunkannya , lalu Kenzo segera keluar dari dalam mobil dan mengitari depan mobil lalu membuka pintu samping kemudi , melihat Cheryl yang masih tak terusik dengan perlahan Kenzo melepaskan seatblat yang mengitari tubuh Cheryl , dan setelah itu Kenzo membopong tubuh Cheryl membawa masuk ke dalam mansion.
'' Asatagaaaa,,,!!! Nona Kecil '' pekik Bik Asih berlari ketika melihat Cheryl datang dengan di bopong oleh seorang pria.
'' Den kenapa dengan Nona Kencil ?'' tanya Bik Asih hawatir.
'' Cheryl demam , bisa Bibik tunjukan kamarnya ?'' tanya Kenzo.
'' Iya mari Den '' jawab Bik Asih lalu berjalan ke lantai dua dan di ikuti oleh Kenzo di belakangnya sembari membopong tubuh lemah Cheryl.
Ckelek..
Kenzo langsung terperangah ketika Bik Asih membuka kamar Cheryl yang menurutnya tak seperti kamar seorang gadis pada umumnya , Kenzo masuk ke dalam kamar Cheryl lalu merebahkan tubuh Cheryl di atas kasur yang berukuran king size dan menyelimutinya.
'' Den , Bibik ambil air dingin dulu untuk mengompres Nona Kecil '' ucap Bik Asih yang di angguki oleh Kenzo.
Setelah kepergian Bik Asih , Kenzo meneliti kamar Cheryl yang bercat hitam di padukan dengan silver , dan tiba tiba kedua matanya menangkap sesuatu yang membuatnya tertarik dan berjalan mendekatinya.
Kenzo melihat foto gadis kecil berkuncir dua dalam figura yang menggantung di dinding kamar , Kenzo ingat betul siapa gadis kecil ini.
🌺🌺🌺
" Kamu jangan nangis lagi , Kakak janji akan terus melindungimu " ucap Kenzo kecil.
" Hikss..... Hiksss... kakak harus janji " timpal gadis kecil itu Kenzo mengangguk yakin.
🌺🌺🌺
Kenzo tersenyum mengingat kejadian sepuluh tahun yanh lalu , dia benar benar tidak akan pernah melupakannya.
'' Itu foto Nona Kecil saat berusia tujuh tahun Den '' ucap Bik Asih yang sudah kembali masuk ke kamar Cheryl dengan membawa baskom berisi air dingin dan kain sapu tangan untuk mengompres Cheryl.
Kenzo menoleh kebelakang lalu melangkah mendekati ranjang dimana Cheryl berbaring dengan mata masih terpejam , entah Cheryl benar benar tidur atau hanya pura pura Kenzo tidak peduli.
" Jadi lo adalah gadis kecil itu " batin Kenzo tersenyum lalu duduk di sebrang ranjang.
'' Bik biar aku saja yang mengompresnya '' pinta Kenzo.Bik Asih langsung menaruh baskom dan kain sapu tangan di atas nakas.
Kenzo langsung mengambil kain kompresnya dan menyelupkannya ke dalam air dan di perasnya lalu meletakannya di dahi Cheryl.
" Seperti janjiku dulu , mulai saat ini aku akan terus menjagamu dan melindungimu " batin Kenzo dengan terus mengompres dahi Cheryl.
Bik Asih yang melihat pemandangan di depannya seketika merasa bahagia , karna Nona Kecilnya akhirnya mempunyai orang yang memperdulikannya selain dirinya.
'' Maaf kalau Bibik boleh tanya , apa Aden yang namanya Kenzo ?'' tanya Bik Asih.
'' Iya Bik nama saya Kenzo '' jawab Kenzo.Bik Asih manggut manggut.
'' Bik apa Bibik sudah menghubungi orang tua Cheryl jika putrinya sedang sakit ?'' pertanyaan Kenzo seketika membuat Bik Asih gelagapan.
'' Emm... itu anu Den , mereka ada perjalanan bisnis di luar negri , Bibik sudah menghubungi mereka , tapi meski sekarang mereka pulang juga tidak akan tiba hari ini juga , mungkin besok pagi atau siang '' jawab Bik Asih berbohong , karna nyatanya Papa Hendri sekarang ada di Villanya yang ada di pinggiran kota.dan meskipun dirinya mengabarinya Papa Hendri juga tak akan perduli.
'' Emhhh...''
Kenzo langsung menoleh mendengar suara lenguhan Cheryl.
'' Kak Kenzo masih di sini ?'' tanya Cheryl ketika membuka matanya.
'' Hem.. '' jawab Kenzo , dan tiba tiba terdengar suara notifikasi di ponsel milik Kenzo .
Kenzo segera membukanya dan ternyata pesan singkat dari menejer caffenya yang mengatakan ada sedikit masalah.
'' Lo istirahat , gue pergi dulu ada urusan '' pamit Kenzo yang hanya di angguki oleh Cheryl karna sangat lemah.
'' Nona , Bibik antar Den Kenzo ke depan dulu '' ucap Bik Asih dan lagi lagi Cheryl hanya mengangguk.
Kenzo berdiri dan berjalan keluar dari dalam kamar Cheryl yang di ikuti oleh Bik Asih di belakangnya untuk mengantar Kenzo ke depan.
'' Bik ini nomor telfon saya , jika terjadi sesuatu sama Cheryl cepat hubungi saya '' ujar Kenzo sembari meberikan nomor telfon miliknya pada Bik Asih.
'' Baik Den , terimakasih karna Den Kenzo sudah mengantarkan Nona pulang '' ucap Bik Asih sungguh sungguh.
'' Sama sama Bik , kalau begitu saya pergi dulu '' pamit Kenzo.
'' Iya Den , Den Kenzo hati hati '' ucap Bik Asih.
Kenzo segera berjalan pergi keluar dari gerbang mansion Paradipta dan mengetikkan aplikasi taksi onlie di ponselnya , dan tak menunggu lama taksi pesanan Kenzo datanga , Kenzo segera masuk ke dalam dan meminta mengantarkannya ke caffe green.
Jam tujuh malam Bik Asih membuatkan bubur ayam kesukaan Cheryl untuk makan malam dan segera mengantarkannya ke kamarnya.
Ceklek
Bik Asih masuk ke dalam kamar dengan langkah sangat pelan ,Bik Asih menghembuskan nafasnya ketika melihat Cheryl yang masih tidur meringkuk di balik selimut tebalnya , karna sejak Kenzo pulang tadi Cheryl sama sekali tidak mengatakan apa apa padanya , meski begitu Bik Asih yakin sakit Cheryl ini pasti ada hubungannya dengan Papanya , apa lagi tadi pagi Cheryl juga tidak seperti biasanya yang berangkat sekolah tanpa pamit pada dirinya.
" Sebenarnya apa yang sudah terjadi , kenapa aku tidak tahu " batin Bik Asih.
'' Nona Kecil , makan dulu yuk ini Bibik buatin bubur ayam ke sukaan Nona '' ujar Bik Asih. karna posisi tidur Cheryl yang membelakangi Bik Asih , membuat Bik Asih tidak tahu jika kini Cheryl tengah menggigil kedinginan.
'' Nona '' panggil Bik Asih lalu menaruh nampan yang berisi satu mangkuk bubur dan air putih itu di atas nakas.
Bik Asih berjalan ke arah samping ranjang agar bisa melihat jelas wajah Cheryl yang tidur membelakanginya , dengan perlahan Bij Asih menyentuh dahi Cheryl.
'' Ya Tuhan Nona ,,,!!! '' pekik Bik Asih terkejut ketika merasakan dahi Cheryl yang sangat panas.
'' Bik dingin '' gumam Cheryl pelan bahkan hampir tak di terdengar.
'' Nona , Bibik Akan menelfon dokter Andre dulu , Nona tahan ya '' ucap Bik Asih hawatir bahkan air matanya sudah mengalir.
Bik Asih langsung berlari keluar untuk menelfon dokter Andre melalui telfon rumah yang berada di lantai bawah mansion.
'' Halo '' sapa di orang di balik sebrang.
'' Dokter tolong cepat kemari , Nona Cheryl demam tinggi '' tukas Bik Asih tothepoint.
'' Baik aku akan segera ke sana '' ucap dokter Andre.
Setelah sambungan telfon terputus Bik Asih segera belari ke arah dapur mengambil baskom dan mengisinya dengan air hangat , lalu mencari kain sapu tangan dan segera berlari kembali ke kamar Cheryl.
'' Nona , Bibik kompres dulu ya sambil menunggu dokter Andre datang '' ucap Bik Asih yang mulai mengompres dahi Cheryl.
Bik Asih mengompres Cheryl dengan terus menangisi ke adaan Cheryl , yang saat sakit begini kedua orang tuanya tak memperdulikannya , tadi Bik Asih sudah menelfon mereka dan mengtakan jika Cheryl sedang sakit , tapi mereka berdua dengan entengnya mengatakn agar dirinya yang merawat Cheryl.
'' Nona bersabarlah , suata hari nanti Nona pasti akan bahagia '' ucap Bik Asih sesenggukan.