My Idol Is My Boyfriend

My Idol Is My Boyfriend
Chapter 5




Setelah menerima saran yang diberikan Youngjae, Jukyung langsung pergi ke agensi Taehyun untuk membalas perasaan Taehyun. namun sangat disayangkan, Jukyung sudah terlambat.


Saat ia tiba, Taehyun sudah tidak ada di tempat. Ia sudah pergi ke luar negeri untuk tur konser nya di Jepang. dan kemungkinan akan menetap untuk beberapa hari, karena BTV akan merilis album barunya di Jepang. Sehingga mereka tetap tinggal untuk persiapan comeback nya. Jukyung yang putus asa akhirnya memutuskan untuk pulang kerumah.


Rumah Jukyung


Tok.... Tok.... Tok.... (Suara ketukkan pintu)


Mendengar ada yang mengetuk pintu Bi Minah ART yang bekerja di rumah Jukyung pun bergegas pergi membukakan pintu.


"Astaghfirullahalazim non etah mah napa lesu gini? ", tanya Bi Minah khawatir.


"Nggak papa Bi saya ke kamar dulu ya", jawab Jukyung dengan lesu.


Sejak hari itu Jukyung menjadi pemurung. Ia selalu mengunci dirinya di dalam kamar. Merasa khawatir akan keadaan Jukyung, Bi Minah pun menghubungi majikannya yaitu pak Handoko ayah Jukyung dan Inggrit Ibu Jukyung yang tinggal di Indonesia.


Tut.... Tut..... Tut..... (Suara dering ponsel)


"Hallo tuan", sapa Bi Minah sopan.


" Iya ada apa Bi? ", tanya ayah Jukyung penasaran.


"tuan nyonya maaf atuh ngeganggu waktunya", ucap Bi Minah dengan sopan.


"iya nggak papa Bi emang ada apa kok tumben telfon, apa ada masalah dengan Jukyung", tanya ayah Jukyung.


"ini tuan non Jukyung udah 2 hari teh nggak mau keluar dari kamar, saya takutnya nona teh lagi ada masalah tuan", jelas Bi Minah.


"apa.... ok BI kalau begitu besok saya akan kesana", ucap ayah Jukyung.


"oooh kalo gitu saya siapin kamar buat tuan, nyonya, dan den Boris dulu!", ucap Bi Minah dari dalam telfon.


"ya sudah BI saya titip Jukyung ya BI, kalo ada apa-apa nanti langsung kabarin saya saja", saut ibu Jukyung.


"iya nyonya, kalo ada apa-apa nanti saya pasti kabarin nyonya",jawab Bi Minah.


Setelah mematikan telfonnya ibu Jukyung langsung menyiapkan koper dan keperluan untuk esok pagi.



"Selamat datang. tuan, nyonya, den Boris silakan masuk", sapa Bi Minah.


" Makasih Bi!", jawab ibu Jukyung.


Orang tua dan adik Jukyung (boris) langsung masuk ke dalam rumah. Sesampainya di ruang tamu mereka tidak mendapati keberadaan putri kesayangannya. mereka pun bertanya kepada Bi Minah.


"Bi....Jukyung dimana ya Bi? dari tadi kok nggak kelihatan", tanya ayah Jukyung.


"Nona teh lagi di kamar tuan dari tadi padi saya panggil-panggil nggak dijawab mungkin masih tidur", jawab Bi Minah.


"Nggrit coba kamu lihat deh putri kamu sudah bangun atau belum", pinta ayah Jukyung.


"Oh.... Ok", jawab ibu Jukyung.


Akhirnya Inggrit (ibu Jukyung) pun pergi ke lantai atas tepatnya kamar Jukyung untuk melihat keadaan putrinya.


"Ceklek..... Kriettttt...." (suara pintu terbuka)


Betapa terkejut nya ibu Jukyung melihat keadaan kamar putrinya yang gelap gulita dan berantakan.


"Astaga ni anak ya kok bisa sih tidur dengan keadaan kamar gelap begini, padahal dulu dia takut banget sama kegelapan", gerutu ibu Jukyung.


Karena gelap ibu Jukyung pun mencoba menyalakan lampu. Saat ibu Jukyung menekan saklar lampu tiba-tiba,


"Mas..... Mas.... Cepet kemari mas", teriak ibu Jukyung dengan histeris.


Mendengar teriakan histeris istrinya ayah Jukyung dan Boris langsung berlari menuju kamar Jukyung. Sesampainya di kamar mereka semua terkejut.


"Astaga.... Nak kamu kenapa nak. Kang Asep siapin mobil kita bawa Jukyung ke rumah sakit! ", perintah ayah Jukyung dengan raut wajah yang cemas.


"Siap tuan", jawab Kang Asep supir pribadi Jukyung.


Setelah menerima perintah dari majikannya Kang Asep langsung pergi menyiapkan mobil. Ibu Jukyung hanya bisa menangis melihat keadaan putrinya yang tergeletak di lantai dengan bermacam-macam obat penenang di sampingnya.