My Idol Is My Boyfriend

My Idol Is My Boyfriend
Chapter 20




Setelah mendapatkan laporan itu Seulgi terpikirkan suatu ide agar Taehyun mau berkerjasama dengannya.


~skip~


keesokan harinya Seulgi pun mengajak Taehyun untuk bertemu.


"Tae bisa kita bertemu? ", tanya Seulgi.


" Maaf nggak bisa aku sibuk", jawab Taehyun dingin.


"Oh ya, kamu yakin ini menyangkut pacarmu loh", ucap Seulgi sedikit mengancam.


Taehyun yang mendengarnya langsung membulatkan pandangannya dan berkata.


" Dimana? ", ucap Taehyun menanyakan lokasi pertemuannya nanti.


" Di cafe hipster jam 7 malam", jawab Seulgi.


"Okey nanti aku akan kesana", ucap Taehyun dengan dingin.


Setelah mengetahui lokasi pertemuannya nanti Taehyun langsung menutup telfonnya dan melanjutkan syutingnya.


Jam telah menunjukkan pukul setengah 6, matahari pun telah kembali keperaduannya. Taehyun langsung melajukan mobilnya menuju tempat pertemuan.


Setelah 30 menit dalam perjalanan Taehyun pun sampai dilokasi yang ditujukan. Setelah memarkirkan mobilnya Taehyun langsung masuk kedalam cafe dan berjalan menuju Seulgi yang sudah tiba lebih awal darinya.


"Kamu sudah datang, hyung? ", tanya Seulgi basa-basi.


"Hmm kamu mau ngomong apa? Cepat katakan aku nggak punya banyak waktu!", jawab Taehyun judes.


"Judes amat bang jadi orang, aku mintamu datang kesini cuma mau minta tolong kamu supaya bekerjasama denganku", ucap Seulgi sambil menyodorkan sebuah foto ke  Taehyun.


Taehyun pun langsung menatap foto yang disodorkan Seulgi tersebut dan dengan ekspresi terkejut Taehyun pun berkata.


"Oh.... Ternyata kamu mengancam ku, tapi sayangnya aku tidak peduli", jawab Taehyun sambil menahan diri agar tetap tenang.


" Wah... Benarkah, tapi sepertinya kalo foto ini disebarkan yang terkena imbasnya bukan kamu saja tuh. Memangnya kamu tega melihat gadis manismu itu hidup menderita karena dibully hah. tapi kalo kamu nggak mau ya sudahlah, masih banyak artis yang mau bekerja sama dengan ku", ujar Seulgi sambil mengedikkan bahunya.


Mendengar perkataan Seulgi, Taehyun terdiam sesaat dan emosinya pun mulai tersulut.


"Apa mau mu hah?", tanya Taehyun.


"Aku mau kamu mengakui skandal itu dan kamu tidak perlu khawatir, rahasia pacarmu aman ditanganku. Kita akan mengumumkan kabar putus setelah 3 bulan kita berpacaran. Lagi pula aku juga sudah tau kesepakatan yang telah kamu buat dengan memejermu. Jadi gimana kamu setuju?", ujar Seulgi menawarkan sebuah kesepakatan.


"Terserah ", ucap Taehyun sambil berlalu pergi meninggalkan Seulgi.


" Kena kau Taehyun", gumam Seulgi.



"Cekittt... ", suara rem yang berdecit.


Tanpa sengaja Jukyung hampir menabrak seseorang yang sedang menyebrang jalan.Karena khawatir Jukyung langsung turun dari mobilnya dan melihat keadaan korban.


" Kamu..... Apa kamu baik-baik saja? ", tanya Jukyung memastikan.


" Hei... Kalo mau mati jangan ajak-ajak dong", protesnya sambil mendongakkan kepalanya.


Betapa terkejutnya Jukyung mendapati orang yang hampir di tabraknya itu adalah Suho. Karena merasa bersalah Jukyung pun akhirnya mentraktir Suho minum di cafe dekat jalan.


Suho yang sedang menikmati americano itu pun menghentikan kegiatannya saat menyadari bulir bening telah mambasahi pipi mulus Jukyung.


"Hey hey  yang hampir tertabrak kan aku kenapa malah kamu yang nangis sih" , ucap Suho sambil mengusap air mata dipipi Jukyung.


"Kamu mana ngerti, kamu kan nggak punya hati", jawab Jukyung sambil tersedu-sedu.


" Woy enak aja bilang aku nggak punya hati", protes Suho.


"Ya buktinya sikap kamu dingin banget kayak gunung es aja", saut Jukyung sambil terkikik menahan tawa.


" Aku tuh juga punya hati tau nggak tapi bedanya aku jarang mengekspresikan perasaanku aja" , ujar Suho.


Jukyung yang mendengar jawaban Suho pun hanya bisa tertawa.


"Nah gitu dong ketawa, kan kalo kayak gini jadi tambah cantik", ucap Suho dengan ekspresi dinginnya.


" Hahahaha... Mending kamu jangan ngegombal deh nggak cocok tau nggak ahahaha, mana ada orang ngegombal  pake ekspresi dingin kayak gini. Bukannya baper malah pada takut tau nggak", ejek Jukyung sambil tertawa terbahak-bahak.


"Ya, suka-suka gue lah. Eh tapi ngomong-ngomong kamu kenapa dah sampe mewek gitu?", tanya Suho penasaran.


"Aing teh lagi sedih, bobogoh aing teh punya pacar lagi. Terus aing teh mau dikemanain coba", ucap Jukyung asal.


" Hadeh... Eta teh ngomong naon maneh", ucap author numpang lewat.


"Emm bisa nggak ngomong pake bahasa Korea aja aku nggak paham kamu ngomong apa! ", pinta Suho.


" Hiks.... Taehyun dia ngomong ke publik kalo dia pacaran sama Seulgi hiks... Hwa... ", ucap Jukyung tersedu-sedu hingga pada akhirnya tangis nya pecah.


" Dasar berengsek udah punya pacar masih aja cari yang lain, awas aja nanti kalo ketemu bakal gue jitak dia. Udah kamu tenang aja aku pasti bakal bantuin kamu kok", ucap Suho sedikit marah.


"Hemm makasih Suho. Tapi kamu kenapa bisa ada disini dah, bukannya kamu harusnya lagi latihan persiapan comback ya? ", tanya Jukyung.


" Biasalah lagi males latihan jadi kabur deh hehehe", jawab Suho sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Kamu tuh ya kebiasaan", sindir Jukyung sambil tertawa terbahak-bahak.


Semenjak hari itu Jukyung menjadi akrab dengan Suho.Menurut Jukyung Suho yang sekarang tidak lagi sedingin yang dulu. Dan Suho pun sudah mulai merasa nyaman akan keberadaan Jukyung.