
Suho POV
Sebenarnya gue seneng sih bisa gendong dia tapi gue nggak nyangka ternyata badannya berat banget. Punggung gue rasanya mau patah sekarang. Tapi gue nggak mau keliatan lemah didepannya jadi gue paksain dah tuh diri gue buat terus temenin dia mencoba setiap wahana disini.
Setelah cukup lama bermain Gue jadi penasaran apa semua cewek staminanya kayak dia ya?. Dari tadi pagi sampek malem dia masih aja nggak mau istirahat. Sebenarnya gue yang terlalu lemah atau dia yang terlalu kuat sih?. Rasanya gue udah nggak sanggup lagi.
"Jukyung..... Bisa kita istirahat dulu kamu nggak capek apa? ", ajak ku.
Sebenarnya gue gengsi sih ngajak dia istirahat. Tapi gue masih sayang ama badan gue, jadi gue pasrah dah terserah die mau bilang gue gimana.
"Yah kok istirahat sih kan aku masih pengen main", ucap Jukyung dengan aegyo nya.
Awalnya dia nolak dan itu bikin gue putus asa. Tapi tak lama setelah dia menolaknya tiba-tiba terdengar suara yang mengguncangkan antariksa.
"**idih berlebihan banget sih lo", kata author.
" ya elah Thor kan elu yang nulis gimana sih", jawab Suho.
"oh iya juga yak, lupa gue", ucap author sambil nepuk jidat sendiri.
*bagian ini juga di skip aja ya reader***....
"Krucuk.... ", gue yang tadinya putus asa seketika langsung kembali bersemangat setelah mendengarnya.
Gue rasa sepertinya Tuhan masih sayang ama gue, makanya dia mengirimkan mukjizat nya Hehehehe.
"Kayaknya lebih baik kita istirahat dulu deh", ucapku sambil terkikik.
meskipun dia tidak bilang tapi gue tau bener sebenarnya dia lagi malu banget. gue nggak mau dia jadi canggung ama gue jadi gue berusaha untuk nggak ketawa.
"Kalo mau ketawa-ketawa aja, nggak usah ditahan", ucapnya sambil mepautkan bibirnya, dan itu sangat imut dimataku.
"Kajja...", ajak ku sambil menariknya menuju rest area. (ayo)
Author POV
Setelah itu mereka pun pergi menuju rest area untuk beristirahat dan mengisi perut mereka. Dan tak lama kemudian mereka pun selesai dengan istirahat mereka.
Jukyung POV
"Habis ini kita pulang", ajaknya yang bikin gue kecewa, karena pada dasarnya gue masih ada satu wahana lagi yang pengen gue coba. Jadi gue bujuk dah tuh Suho.
"Kok cepat banget, ayolah Suho jangan pulang dulu", bujuk ku.
"Nggak bisa ini udah hampir malem", tolaknya mentah-mentah.
Karena nggak mau kalah gue keluarin dah tuh jurus aegyo mematikan gue.
"Ayolah... Satu wahana aja... Plisss", mohon ku.
"Iya... Iya... Deh", jawabnya yang bikin gue reflek peluk dia.
"Sorry... Sorry... Tadi gue reflek ", ucapku gugup.
"I don't care", jawabnya datar.
Suho POV
Gue sebenarnya pengen langsung pulang rebahan. tapi ni anak bujuk-bujuk gue terus dan itu bikin gue nggak tega liatnya, jadi gue turutin aja dah tuh maunya.
"Suho... Suho... Coba sini deh lihat pemandangan nya bagus banget", ucapnya kegirangan sambil menatap keluar jendela.
Karena dipanggil gue coba berdiri meskipun badan gue rasanya berat banget. Waktu gue jalan mendekatinya tiba-tiba.....
"Grompyang... prang... Bruk...".
Perasaan tadi gue jatoh dah tapi badan gue kok nggak sakit ya. Dan apa ini lembut-lembut dibibir gue, rasanya manis.
Karena penasaran gue buka kedua mata gue. Seketika gue membulatkan mata gue, ternyata gue jatoh tepat di atas tubuh Jukyung dan bibir gue jatoh tepat di bibirnya.
Karena terlalu terkejut gue reflek langsung nge dorong tubuh gue menjauh dari Jukyung.
"Ju-Ju-Ju-Jukyung", ucapku terbata-bata memastikan keadaannya.
Tapi gue bingung soalnya dari tadi dia diem aja sambil nunduk. Gue seketika itu pun langsung kalut di satu sisi gue khawatir ama dia dan di sisi lain gue ngerasa bersalah.
"Mi-mi- Mianhae jangan nangis ya", ucapku bingung mau gimana. (maaf)
" Suho..... Hiks... Hiks...", ucapnya sambil mendongak kan kepalanya.
Seketika itu pula gue membulatkan pandangan mata gue untuk kedua kalinya. Dan badan gue seketika mematung melihat bulir-bulir bening membasahi pipinya.
"Mianhae Jukyung gue tadi nggak sengaja", kataku kebingungan.
" Dasar pabo itu Fristkiss gue... Hwa...", katanya yang bikin gue membulatkan mata gue untuk sekian kalinya.
Gimana nggak kaget coba dia udah lama pacaran sama Taehyun tapi belom pernah kiss.Walau dalam hati gue seneng banget soalnya orang yang ngambil Fristkiss nya itu gue. Tapi gue juga ngerasa bersalah banget karena gue ngambil Fristkiss itu tanpa persetujuannya.
"Mi-mi-mianhae, tapi kok bisa sih. Bukannya lo udah lama ya pacaran ama Taehyun? ", tanyaku penasaran.
"Yak paboya, gue emang udah lama pacaran tapi gue nggak pernah lebih dari pelukan atau cium kening tau... Hiks...",ujarnya sambil menjitak kepalaku. (bodoh)
"Sekali lagi mianhae Jukyung, gue...gue bakal tanggungjawab ", ujar ku menenangkannya.
"Lo gila ya, apanya yang tanggungjawab hah emang lo ngapain gue hah sampek harus tanggungjawab ", ujarnya.
"Lo aja bingung apa lagi gue Kyung. Tapi rasanya gue pengen aja tanggungjawab ama lo. Udahlah Pokoknya besok gue bakal lamar lo", putus ku.
"Woy lo lupa ya besok gue bakal pulang ke Indonesia", bentak nya.
"Terus gue harus gimana?", gumam ku.
"Oke gue bakal maafin lo tapi dengan syarat ", ujarnya.
Tanpa terasa bianglala yang kami tumpangi pun telah berhenti, kami pun turun dari bianglala tersebut. Karena masih penasaran akan syarat yang diajukan nya aku pun mencoba untuk bertanya.
"Apa... Apa syaratnya? ", tanyaku dan kelihatannya dia lagi mikir.
"Hmmm gimana kalo lo janji nggak bakalan judes lagi sama gue", pintanya.
"Oke-oke deh gue janji", jawabku asal.
"Oiya satu lagi teraktir gue es krim ", pintanya lagi.
"Oh okey, itu gampang.... Kajja", ucapku sambil menariknya menuju toko es krim.
Author pov
Akhirnya mereka pun menutup jalan-jalan mereka dengan makan es krim bersama.