
Keesokan harinya Taehyun pergi ke Amerika untuk melakukan perjalanan bisnis. Taehyun akan menghadiri undangan pesta yang akan diadakan oleh rekan kerjanya.
Sebenarnya Taehyun tidak ingin menghadiri pesta tersebut. Alasannya terlalu membosankan. Tapi yah apa dayanya undangan itu bisa dijadikan alasan untuk mencari Jukyung.
"Bagaimana persiapan hari ini?, semua berkas sudah disiapkan?", tanya Taehyun pada Sekertaris nya.
Perlu kalian tau itu bukan sekertaris yang kemarin telah diusir Taehyun. Dia adalah sekertaris baru yang dipilih langsung oleh Taehyun. dengan kekuasaannya dia bisa mendapatkan sekertaris baru hanya dalam semalam.
Lagipula tidak terlalu sulit baginya untuk menemukan sekertaris yang bisa ia percaya. Karena sekertaris baru tersebut adalah Jimi. Jimi yang pada awalnya seorang direktur di salah satu cabang perusahaan miliknya dipaksa untuk menjadi sekertaris Taehyun.
"Hm..... ", dehem Jimi
Jimi masih marah karena kelakuan seenaknya Taehyun. Dan ia juga kesal karena dia harus membatalkan kencannya karena perjalanan bisnis yang mendadak ini.
"Yak lu masih marah? Udahlah ntar juga gue balikin lagi posisi direktur lu. Tapi nanti, setelah perjalanan bisnis ini berakhir. Lagipula lu kan tau sendiri kemarin gue habis mecat sekertaris gue", ujar Taehyun.
"Iya Pak bos. Lagian siapa suruh lu pecat tuh sekertaris", gerutu Jimi.
"Gue nggak suka sama tu sekertaris. Kelakuan nya itu loh asli banget kayak ******, dasar cewek murahan, Nggak ada harga diri. Dengan mudahnya dia lemparin diri sendiri ke atasannya. Pengen naik jabatan kok seenaknya, kalo mau naik jabatan itu ya harus kerja keras", cerocos Taehyun.
"Iya iya deh. Pak bos yang paling bener", sinis Jimi.
" Aku kan cuma minta kamu jadi sekertaris sementara doang. Lu kan juga tau gimana susahnya cari sekertaris yang bisa dipercaya ", ucap Taehyun.
"Iya Pak presdir Kim Taehyun yang selalu benar", sindir Jimi.
" Udahlah yuk berangkat pesawat kita kayaknya udah mau berangkat ", ajak Taehyun.
~*Skip*~
Setelah tiba di Amerika Taehyun dan Jimi pergi menuju hotel yang telah dipesan oleh Jimi.
Lobi hotal
" Ugh... Oy Tae lu kan ada Jett pribadi kenapa malah naik pesawat umum sih, apa perusahaan lu udah mau bangkrut. Argh... Punggungku Dasar kursi sialan, kursinya keras banget", protes Jimi.
"Aku cuma nggak mau narik perhatian aja", jawab Taehyun asal.
"Huh.... Bilang aja pelit. Lu naik pesawat umum dengan wajah itu yang ada malah tambah narik perhatian ****", gumam Jimi
" Yak aku masih bisa mendengar mu, kayaknya bonus bulan ini kamu udah nggak mau lagi ya😏" Ucap Taehyun.
Hiks jangan bonus bulanan ku-batin Jimi
"Hey jangan gitulah bos kan baik hati, jangan potong bonus bulanan ku ya pleaseee", rayu Jimi.
" Sekali lagi kamu protes aku potong bonus mu tahun ini ", ancam Taehyun dan berjalan meninggalkan Jimi. Sedangkan Jimi, ia terus merengek sambil mengikuti Taehyun dari belakang.
Taehyun sengaja datang seminggu lebih awal sebelum pesta diadakan hanya untuk mencari Jukyung. Karena menurut informan nya Jukyung sedang melanjutkan study nya. Taehyun pun memulai pencarian nya dengan mencari berkas siswa di Universitas yang terkenal di Amerika.
Dan ternyata usahanya berbuah hasil ia menemukan beberapa berkas dari beberapa Universitas yang mirip dengan data Jukyung.
Setelah mendapatkan data tersebut Taehyun mulai melakukan penyelidikan nya di setiap Universitas. Dengan teliti Taehyun mengamati data setiap Universitas.
Namun setiap Universitas yang telah didatangi nya tidak ada Jukyung. Dan harapan nya satu-satunya adalah University of California Berkeley, itu adalah universitas terakhir yang belum ia datangi.
"Jim.... Lu yang setir", perintah Taehyun.
" Eh tumben lu ngajak gue. biasanya juga lu keluar sendirian", sindir Jimi.
"Gue capek males mau nyetir", saut Taehyun.
" Hah.... Kirain mau diajak jalan-jalan ternyata cuma disuruh jadi supir, astaga nasibku", protes Jimi.
" Udah nggak usah cerewet ", perintah Taehyun.
" Oke oke kita mau kemana pak bos? ", tanya Jimi.
" Ke University of California Berkeley sekarang ", jawab Taehyun.
" Siap bos", ucap Jimi kemudian melajukan mobilnya.
Saat di dalam perjalanan menuju Universitas itu tiba-tiba Jimi menghentikan mobilnya secara mendadak.
"Woy lu mau mati hah. Kalo mau mati jangan ajak gue ****", marah Taehyun.
" Ta-Tae itu yang disana bukannya Jukyung ", ucap Jimi sambil menunjuk seseorang disebrang jalan.
Taehyun melihat kearah yang ditunjuk Jimi. Ia menatap seorang gadis tomboy yang sedang mendengarkan musik lewat earphones nya. Gadis itu memakai hoodie kebesaran dengan celana pendek yang tertutupi Hoodie nya. Choker dan topi hitam menambah kesan tomboy pada gadis itu. Apalagi gadis itu juga memakai sneakers putih yang sangat serasi dengan hoodie miliknya. Gadis itu terlihat sangat menawan meski tanpa make-up sekalipun.
Taehyun yang ternganga, ia terhanyut dalam lamunannya sampai teguran Jimi menyadarkan nya.
"Hey Tae kenapa diem aja, kejar dia ****", teriak Jimi.
"Eh.... Eh.... Jukyung dimana dia", sadar Taehyun.
" Dasar Paboya dia udah masuk ke kampus. Lu sih pakek melamun ", ucap Jimi.
" Hm.... Nggak masalah aku pasti akan menemukannya lagi, Jim ayo ke kampus itu", ucap Taehyun sambil menyeringai.
Setelah memasuki area kampus Taehyun langsung pergi meninggalkan Jimi. Dan benar perasaan Jimi bosnya akan membuat masalah. Karena khawatir Jimi akhirnya harus berkeliling mengelilingi kampus yang bisa dibilang sangat luas.
"*Thor kok keliling kampus sih kan capek", protes Jimi.
"Nggak papa Jim itung-itung olahraga", jawab author.
"Ya nggak bisa gitu dong ini namanya pelanggaran HAM", Ucap Jimi nggak Terima.
" Ok kalo nggak mau nanti aku ganti jadi Jimi lompat dari gedung kampus demi bisa ketemu Taehyun mau", ancam author.
"Eh.... Nggak jadi Thor keliling kampus aja heheheh", ucap Jimi takut.
#**okey untuk percakapan diatas diabaikan aja ya😄***
Sementara Jimi sibuk berkeliling kampus Taehyun pergi ke ruang kepala dosen.
Tok.... Tok... Tok.... Ceklek.....
" Apakah anda kepala dosen disini? ", tanya Taehyun.
" Iya saya sendiri ada yang bisa saya bantu?", tanya kepala dosen balik.
"Perkenalkan nama saya Kim Taehyun dari Vhit entertainment", ucap Taehyun sambil mengulurkan tangan nya.
"Oh.... Saya Luhan Kepala dosen disini, senang berkenalan dengan anda silakan duduk", ucap Luhan menerima jabatan tangan Taehyun.
" Kedatangan saya kesini saya ingin berinvestasi di kampus anda", ucap Taehyun.
"Owh.... Kalo begitu senang bisa bekerjasama, apa ada syarat tertentu? ", tanya Luhan.
" Syarat dari saya tidak sulit hanya saya mau tanya dikelas mana siswi bernama Jukyung hari ini? ", tanya Taehyun.
Mungkin Taehyun sudah gila dia sampai berinvestasi di Universitas itu hanya untuk menanyakan kelas Jukyung. Tapi ya sudahlah lagipula uang bukan masalah bagi Taehyun. Biasa holang kaya wkwkwk.
" Hanya itu kah?", tanya Luhan tidak percaya.
" Ya", Jawab Taehyun singkat.
Kebetulan Luhan sangat mengenal orang yang ditanyakan jadi dia tau jadwal kampus Jukyung. Karena mau bagaimana pun Jukyung sudah dititipkan oleh sahabatnya Inggrit (ibu Jukyung). Ia sudah menganggap Jukyung seperti anaknya sendiri.
"Siswi bernama Jukyung saat ini sedang ada kelas di gedung B jurusan seni desain grafis. Kalau boleh tau ada urusan apa ya dengan Jukyung?", ucap Luhan.
" Tidak ada urusan apapun hanya mau menangkap kucing liar", jawab Taehyun berdiri dan berjalan meninggalkan ruang dosen.
Luhan hanya bisa menggelengkan kepalanya heran.
"Dasar anak muda jaman sekarang", heran Luhan.
Setelah meninggalkan ruangan Luhan Taehyun langsung berjalan menuju kelas Jukyung. Namun sebelum itu ia menelfon Jimi.
" Halo Jim. Datang ke ruang kepala dosen dan urus surat perjanjian investasi ", perintah Taehyun.
" Yak.... Lu dimana. Dan apa tadi lu bilang investasi lu udah gila ya, itu kan bukan bidang kita. Argh... Terserah lah lu bos nya", kesal Jimi dan mematikan telfonnya secara sepihak.
Baru tau kalo bawahan bisa seberani ini sama atasannya, dikirim ke kutub utara baru tau rasa lu Jim #abaikan.
Sesampainya di kelas Jukyung, Taehyun langsung pergi menghampiri seorang gadis yang duduk di barisan paling belakang. Semua siswa dalam ruangan menatap terkagum melihat sosok tersebut.
Bagaimana tidak seorang pria yang selalu masuk dalam The most handsome tiap tahunnya datang ke kelas mereka. Dengan wajahnya yang super tampan dan badan seperti supermodel membuat hati para wanita meleleh dibuatnya. Bukan hanya para wanita saja bahkan para kaum adam pun akan iri saat melihatnya. #auto hiperbola
"Jukyung", sapa pria itu.
Jukyung yang tadinya menelungkupkan wajahnya ke kedua tangannya dengan malas menoleh menatap seseorang yang memanggilnya. Saat menatapnya ia tiba-tiba tersentak, bibirnya seketika itu pula langsung membisu.
" Tae-Taehyun.... ", ucap Jukyung.
" Iya ini aku, aku menemukan mu kucing nakal, kau tidak akan bisa lari dariku lagi ", ucap Taehyun.
" Ta-tapi bagaimana bisa? Dan kenapa kamu mencari ku? Bukankah kamu sudah ada Seulgi. Ah aku tau kamu pasti mau mengakhiri hubungan itu ya. Kamu nggak perlu repot-repot mencari ku aku sudah melupakannya. Dan gimana kabar Seulgi? Apakah kalian sudah menikah? Selamat ya aku ikut senang", cerocos Jukyung.
Entah kenapa Taehyun sangat emosi saat mendengar Jukyung menyebut Seulgi. Ia sadar dulu memang salahnya tidak langsung memberikan Jukyung penjelasan. Taehyun mengepalkan kedua tangannya untuk menahan emosinya.
"Bisakah kamu jangan menyebut nya dulu. Aku masih belum membuat perhitungan dengan kepergian mu yang itu. Kau tau? betapa menderitanya aku saat tau kau pergi. Siang malam aku mencari mu sampai aku merasa gila saat aku tidak menemukan mu", ujar Taehyun diselingi air mata.
" Lalu kenapa kau mencari ku bukankah kau sudah memiliki nya. Aku tidak seberharga itu, sampai kau harus mencari ku", gumam Jukyung.
"Kau berharga, kau sangat berharga untuk ku", teriak Taehyun.
" Jika aku berharga kau tidak akan menduakan ku. Aku sarankan sebaiknya kau melupakan ku karena aku sudah punya tunangan ", bohong Jukyung.
Taehyun tersentak saat mendengar Jukyung sudah memiliki tunangan. Hatinya hancur.
" Apa aku sudah terlambat? " , batin Taehyun.
"Hah... Baiklah sepertinya aku memang sudah terlambat. Kalau begitu aku akan pergi, kuharap kau bahagia bersamanya. Tapi ingat jangan muncul lagi di hadapanku atau aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi lagi", ancam Taehyun.
" Heh... Memang kau siapa mau menahan ku hah? ", sinis Jukyung.
" Kalau tidak percaya kau boleh mencobanya, akan ku potong kakimu agar kau tidak bisa pergi", balas Taehyun.
Setelah itu Taehyun tidak pernah datang menemui Jukyung lagi