My Idol Is My Boyfriend

My Idol Is My Boyfriend
Chapter 11




2 hari telah berlalu Jukyung masih saja datang ke rumah sakit. Walau terus diusir Jukyung tetap datang. Dan kebetulan saat ini teman-teman Taehyun datang menjenguk temannya itu.


Saat itu Namju, Suho, Jeonjung, Seojin, Hoseo, dan Jimi melihat seorang gadis yang sedang menangis di lantai pun menjadi iba. Mereka akhirnya memutuskan untuk menegur gadis itu.


" Kenapa kamu duduk disini? kenapa tidak masuk kedalam?", tanya Namju. 


" Iya kalau kamu duduk disini terus kamu bisa masuk angin", ucap Jimi.


"Aku tidak apa-apa, aku mau tetap disini siapa tau Taehyun akan keluar", ujar Jukyung dengan lemas.


" Tapi kalau kamu duduk di sini kamu bisa sakit mari aku bantu berdiri", tawar Jeonjung sambil mengulurkan tangannya. 


"Terimakasih", ucap Jukyung sambil mencoba meraih tangan Jeonjung.


Jukyung yang lemas karena belum makan tiba-tiba pingsan saat berusaha berdiri. untung saja Jeonjung dengan sigap meraih tubuh mungil Jukyung. kalau tidak pasti kepala Jukyung akan membentur kursi tunggu yang ada di samping pintu kamar rawat Taehyun.


Jeonjung yang khawatir langsung menggendong tubuh Jukyung ala bridal style. ke-6 pria itu pun langsung membawa Jukyung untuk diperiksa oleh dokter, dan kebetulan yang sedang bertugas saat itu adalah dokter Ardy. Setelah merawat Jukyung dokter Ardy dan ke-6 teman Taehyun pun berbincang-bincang.


"Ini Jukyung kenapa bisa pingsan dan kalian siapa kenapa bisa bersama dengan Jukyung?", tanya dokter Ardy pada ke-6 pria yang mengantar Jukyung.


"Kami teman Taehyun, tadi saat kami mau menjenguk Taehyun kami melihatnya menangis sambil terduduk di lantai. Saat kami hendak membantunya berdiri tiba-tiba saja di pingsan", ucap Namju menjelaskan.


"Haduh.... anak ini masih saja keras kepala", gumam dokter Ardy.


"Dokter mengenalnya?", tanya Jeonjung penasaran.


"Iya dulu dia pernah menjadi salah satu pasien saya karena overdosis obat penenang, dan 2 hari yang lalu dia juga memaksa bertemu dengan Taehyun. tapi dia diusir oleh eomma Taehyun bahkan ia juga dicaci-maki di depan umum, tapi dia tidak pernah jera dia tetap gigih datang meski sudah tau nantinya akan diusir", ujar dokter Ardy menjelaskan apa yang telah terjadi pada Jukyung beberapa hari terakhir. (ibu)


"Kasihan sekali dia", ucap Seojin sambil menatap sendu Jukyung yang terbaring lemas. 


"Eomma Taehyun benar-benar sudah keterlaluan, aku harus bicara dengannya", marah Suho sambil melangkah keluar.


"Eitss.... Berhati dulu Suho kamu jangan gegabah seperti itu , kita bicarain baik-baik", ucap Hoseo menahan langkah Suho.


"Emmm aku punya ide bagaimana kalau kita bantu Jukyung untuk bertemu dengan Taehyun secara diam-diam", usul Jimi.


" Ide bagus aku setuju dengan mu", ucap Namju


Tak lama kemudian Jukyung tersadar dari pingsannya, setelah Jukyung sadar mereka pun langsung menghampiri Jukyung dan menyusun rencana untuk membantunya bertemu Taehyun.



Kamar inap Taehyun


"Hei.... Tante sambil melambaikan tangannya", ucap Jimi dan Namju secara bersamaan.


"Oh kalian.... Tante kira siapa, kalian kesini pasti pengen menjenguk Taehyun ya", tebak ibu Taehyun.


"Owh.... Salah tante kami kesini karena kangen sama tante", rayu Jimi.


"Kamu ya Jimi makin manis aja mulut kamu!", gemes ibu Taehyun sambil mencubit gemes pipi Jimi.


Agar ibu Taehyun tidak curiga, mereka berbincang cukup lama. Waktu terus berjalan, teman Taehyun yang lain pun telah datang. Setelah dirasa waktu sudah menjelang siang mereka pun mulai meluncurkan aksi mereka.


"Tante kita keluar dulu yuk sebentar kita cari sarapan buat yang lain", ajak Namju.


"Iya juga kalian pagi-pagi udah kesini pasti belum sarapan ya, yuk kita cari sarapan", ucap Ibu Taehyun menyetujui ajakan Namju.


"Aku ikut ya tante, ada barang yang mau ku beli di toko sebrang cafe", ucap Jimi menyela perkataan ibu Taehyun.


"Iya.... Iya deh ayok", ajak ibu Taehyun.


Setelah Jimi dan Namju berhasil membawa ibu Taehyun. tibalah waktu bagi Hoseo , Jeonjung dan Seojin beraksi. Mereka mulai mendekati ayah Taehyun.


"Om yuk kita pergi ke kantin rumah sakit yuk katanya di sana kopi nya enak", ajak Seojin. 


" Nggak bisa Jin om harus ngejagain Taehyun, nanti kalo Taehyun sadar dan nggak ada orang disampingnya gimana? dia pasti bakalan sedih kan", ucap ayah Taehyun menolak ajakan Seojin dengan lembut. 


"Om nggak usah khawatir begitu, kan ada Suho disini, dia pasti bakal jagain Taehyun kok", bujuk Hoseo. 


"Ayolah om mau ya plisss, aku mohon", rengek Jeonjung. 


"Iya iya ayo deh tapi sebentar aja ya jangan Lama-lama", ucap ayah Taehyun dengan pasrah.


"Yeeey gitu dong om, kita janji nggak bakal lama kok", ucap Jeonjung meyakinkan.


"Iya deh iya, Suho om titip Taehyun sebentar ya, tolong jaga dia baik-baik kalo ada apa-apa kamu langsung kabarin om aja okey", pesan ayah Taehyun kepada Suho.


"Astaga om banyak banget pesannya udah kayak mau pergi jauh aja", gurau Hoseo.


"Udahlah om tanpa om minta aku pasti jagain Taehyun kok", ucap Suho dengan dingin.


"Ya sudah kalo gitu om jadi tenang, om pergi dulu ya dah", pamit ayah Taehyun.


"Dah", jawab Suho.