
...Anyeong 👋...
...Maaf nih sebelumnya sebenernya ff ini udah tamat. Tapi karena temen aku banyak yang protes, "kenapa harus bad ending" jadi aku tambahin 1 Chapter lagi. Dan aku mau minta maaf juga kalo selama ini ff nya nggak menarik. Mungkin authornya nggak niat wkwkkwk....
...Tapi aku nggak nyangka, ff yang tadinya cuma karena tugas dari guru aku bisa selesaiin sampai ending. Meski banyak typo nya semoga bisa menghibur....
...Aku nggak maksa reader mau kasih vote atau nggak. Kalau di kasih ya Makasih. Kalau nggak juga gapapa yang penting reader terhibur....
...Enjoy.......
...*...
...*...
...*...
Hotel....
" Tae... Lu yakin mau nyerah gitu aja? ", tanya Jimi.
Saat ini mereka sudah kembali ke hotel tempat mereka menginap.
"Jujur, gue nggak mau nyerah Jim! tapi dia mau tunangan. Kalo dia udah ada yang punya aku bisa apa?. Mungkin dia udah nggak ada perasaan lagi sama gue", jelas Taehyun.
"Ya kalo lu masih suka sama dia, lu kejar dia sampai dapet. Yakinin Jukyung kalo lu yang terbaik buat dia", saran Jimi.
" Tapi.... ", ragu Taehyun.
" Jangan ragu Tae! Buat dia berpaling dari tunangannya! Ingat selama janur kuning belom melengkung masih ada kesempatan ", ucap Jimi menepuk pundak Taehyun.
Mendengar nasehat Jimi, Taehyun langsung menepis tangan Jimi dari pundaknya dan menjitak kening Jimi.
" Lu mau gue jadi pembinor. Lu kira gue apaan? Gue nih mantan artis besar. Banyak yang antri buat jadi pacar gue tapi gue tolak. Kalo gue mau gue bisa gonta-ganti pacar tiap hari kayak ganti baju. TAPI SAYANGNYA GUE NGGAK SEBRENGSEK ITU OKEY!!! ", narsis Taehyun.
" Halah modal tampan aja bangga ", ejek Jimi.
" Biarin, tampan itu anugrah. Lu aja yang sial dapet gen yang kurang bagus makanya jadi cebol", balas Taehyun.
" Enak aja gue nggak cebol ya!!! Tinggi gue 175cm, itu udah normal *****. Lu aja yang ketinggian. Dasar 4D!", marah Jimi.
" Cebol ",Ejek Taehyun.
" Alien ",balas Jimi.
" Moci ", ucap Taehyun tidak mau kalah.
" Cukup..... Mau sampe kapan lu mau ngebully gue hah? ", bentak Jimi.
" Ehm..... Sampe lu nyerah dan ngaku kalo lu cebol mungkin ", jawab Taehyun.
" Terserah lah, mending lu siap-siap ", kesal Jimi
" Eh.... Emangnya kita mau kemana? ", tanya Taehyun.
" Ke pesta lah mau kemana lagi", bentak Jimi.
" Eh..... Nggak mau..... Batalin aja ", tolak Taehyun
" Oy enak aja batalin, lu kira GO-JEK apa bisa di cancel?. Lu nggak inget tujuan awal kita jauh-jauh datang kesini? ", tanya Jimi.
" Eh emang kita kesini mau dateng ke pesta ya kok aku nggak inget? Aku kira kita lagi liburan ", ucap Taehyun polos.
" Astaga.... Kenapa kau memberiku bos b3g0 kayak gini Tuhan. Seberapa besar kah dosaku dikehidupan sebelumnya sampai kau mengutusnya untuk menyiksaku. Sudahlah cepat bersiap aku mau balik ke kamarku. Bisa gila aku kalo lama-lama disini", racau Jimi kemudian berjalan menuju pintu kamar Taehyun.
" Okey bye bye Jimi, tunggu aku 30 menit lagi aku akan ke lobi", ucap Taehyun sambil melambaikan tangannya.
" Hm.... ", dehem Jimi yang kemudian hilang di balik pintu.
Setelah 30 menit Taehyun selesai bersiap-siap. Ia langsung berjalan meninggalkan kamarnya menuju lobi hotel. Saat tiba di lobi Jimi terlihat sedang menunggu dirinya. Taehyun pun berjalan menghampiri Jimi.
" Jim... ", Sapa Taehyun mendekat.
Yang disapa pun menoleh....
" Oy Tae lama banget, ngapain aja lu", ucap Jimi.
Saat ini Jimi masih kesal dengan Taehyun.
"Yuk berangkat", saut Taehyun mengabaikan ucapan Jimi.
Jimi pun hanya bisa memendam kekesalannya. Bagaimanapun Taehyun masih atasannya. Ia tidak mau dikirim ke kutub utara menangkap beruang, Jimi masih sayang pada nyawanya
" Okey..... Mobil udah siap didepan ", ucap Jimi.
Setelah itu Taehyun dan Jimi pun pergi menuju lokasi pesta.
...~Skip~...
Saat ini Taehyun & Jimi sedang berjalan memasuki rumah penyelenggara pesta. Di ruangan itu tampak beberapa kolega Taehyun yang telah datang. Mereka ada yang sedang berbincang tentang bisnis mereka dan ada juga yang sedang berusaha memperluas jangkauan bisnis dengan menjalin hubungan kerjasama.
Sama halnya dengan Taehyun, saat ia datang penyelenggara acara pun datang untuk menyapa tamunya.
"Selamat datang.... Suatu kehormatan anda bisa datang dipesta sederhana saya ini", sambut Jaehyun mengulurkan tangannya.
"Anda terlalu merendah.... Saya senang bisa diundang ke pesta Anda", ucap Taehyun menerima uluran tangan Jaehyun.
Begitupun dengan Jimi. Ia juga menerima jabatan tangan Jaehyun. Mereka saling berbincang walau tidak berlangsung lama karena ada tamu lain yang datang. Dan Jaehyun pun harus menyambut tamunya itu sebagai formalitas.
" Oh sepertinya ada yang datang lagi, saya akan menyambut mereka terlebih dahulu. Saya harap Anda menikmati pestanya ", pamit Jaehyun.
" Oh silakan.... Terimakasih atas sambutannya", jawab Taehyun mempersilahkan Jaehyun untuk menyapa tamu lain.
"Hei Tae, Bagaimana dengan bisnis mu di Amerika, aku dengar agensi mu sebentar lagi akan mendebutkan para Terainee", ucap Chen.
" Ya.... Lumayan, semoga semuanya bisa berjalan lancar. Kamu sendiri kapan nikahnya kok nggak undang aku? ", tanya Taehyun.
" Eh.... Kok kamu tau aku nikah? ", kaget Chen
" Nggak ada yang bisa kamu sembunyiin dariku, jadi mana istrimu? ", tanya Taehyun.
" Em.... Nggak aku bawa takut kamu rebut", canda Chen.
" Kenapa semua orang kira gue pembinor sih? ", kesal Taehyun.
" Itu karena lu nggak nikah-nikah, jangankan nikah pacaran aja kamu nggak pernah", saut Jimi.
"Hahahaha makanya cepet nikah", ejek Chen.
" Bener tuh Tae mau aku kenalin sama beberapa cewek atau kamu sukanya cowok", tawar Wonwo.
" Lu kira gue homo? Gue straight kali! Gue masih suka melon. Dan.... Lu kira gue nggak bisa cari pacar? Gue ini lelaki idaman paling tampan didunia. Gue cuma nggak mau buat berjuta-juta cewek patah hati ", narsis Taehyun.
" Idih.... Neg gue dengernya ", saut Jimi.
" Hahahah Tae.... Tae.... Ada-ada aja kamu", tawa Wonwo.
" Hahhaha kamu nggak berubah-berubah ya, masih aja narsis", ejek Chen.
Setelah itu mereka saling mengobrol dan tertawa bersama-sama. Mereka sangat menikmati obrolan mereka hingga denting gelas mengalihkan atensi mereka.
Ting..... Ting..... Ting.....
Semua terdiam & menoleh.....
" Sebelumnya Saya ucapkan terimakasih kepada hadirin semua yang telah menghadiri undangan saya ini. Karena semua tamu undangan sepertinya sudah lama menunggu saya akan memulai acara saya hari ini. Maksud saya mengadakan pesta hari ini bukan hanya untuk merayakan ulang tahun perusahaan saya saja. Karena di hari ini saya juga akan mengumumkan sesuatu yang sangat penting. Di hari ini saya akan mengumumkan pertunangan putra saya", ujar Jaehyun.
Semua orang mendengarkan dengan seksama.
"Inilah tunangan putra saya", ucap Jaehyun menunjuk tangga.
Tampak Seorang gadis cantik dengan anggunnya menuruni tangga. Semua orang bertepuk tangan kecuali Taehyun. Taehyun tampak sangat murka melihatnya. Taehyun mencengkram gelas yang di pegangnya hingga pecah dan melukai tangannya.
Taehyun tampak lebih murka lagi saat melihat gadis itu menerima uluran tangan Yeoungjun. Bahkan ia pun tidak peduli dengan darah segar yang mengalir.
Saat Yaoungjun memasangkan cincin di jari manis gadis itu semua orang bertepuk tangan. Taehyun pun gelap mata dengan amarah ia berjalan menghampiri pasangan itu dan menarik tangan sang gadis dan berteriak.
" Maaf mengganggu waktu berbahagia kalian, saya juga akan mengumumkan sesuatu ", teriak Taehyun.
Semua tamu mulai berisik, mereka saling berbisik tentang apa yang telah terjadi.
" Saya Kim Taehyun mengumumkan saya akan mengadakan pernikahan minggu depan", lanjut Taehyun.
"Tapi dengan siapa Tae? ", tanya gadis itu.
Tanpa menjawab pertanyaan gadis itu. Taehyun langsung mencium bibir tunangan Yeoungjun. Gadis itu memberontak namun Taehyun dengan kuat mencengkram tangannya.
" Bulan depan saya harap kalian semua dapat hadir di acara pernikahan saya dengan Jukyung ", tegas Taehyun kemudian pergi meninggalkan pesta.
Yeoungjun hanya terdiam membiarkan Taehyun. karena dalam hati ia sebenarnya tidak ingin bertunangan. Ia bertunangan hanya untuk memenuhi permintaan orang tuanya. Ia rasa mungkin inilah yang terbaik.
" Tae lepaskan aku Tae", berontak Jukyung mencoba melepaskan cengkraman di tangannya.
"Jangan harap! Kau lupa apa yang pernah aku katakan? ", marah Taehyun.
" Tae lepas..... Sakit..... Tae...... Sa.... Sakit.... ", lirih Jukyung.
Mendengar Jukyung kesakitan Taehyun langsung tersadar dan melepaskan cengkraman tangannya.
" Ma....maaf..... Maafkan aku", ucap Taehyun berbalik menghadap Jukyung.
Jukyung tidak menjawab iya hanya tertunduk dan menggenggam pergelangan tangannya yang merah.
" A-aku sungguh minta maaf. Tidak seharusnya aku berlaku kasar padamu. Tapi.... Aku tidak bisa membiarkanmu bersama dengan lelaki lain. Hatiku hancur melihatmu membiarkan lelaki lain memasangkan cincin di jarimu. Aku tidak sanggup kalo harus melepasmu. Aku mencintaimu Jukyung", ujar Taehyun dan memeluknya.
" Aku juga Tae.... Tapi kamulah yang lebih dulu menghianati ku. Kamu sudah mengecewakan ku", balas Jukyung.
" Maaf.... Maaf.... Itu salahku, jujur aku tidak pernah mencintai gadis lain selain kamu. Aku dan seulgi tidak pernah berpacaran itu semua hanyalah siasatnya untuk menunjang karirnya, aku hanya mencintaimu Jukyung hanya kamu satu-satunya", ucap Taehyun sendu.
" Sungguh Tae.... Kau tidak membohongi ku? ", tanya Jukyung dan menatap mata Taehyun.
" Tidak.... Aku bersungguh-sungguh ", ucap Taehyun mantab.
" Baiklah Tae aku memaafkanmu", jawab Jukyung dan membalas pelukan Taehyun.
" Saranghae Jukyung ", ucap Taehyun
" Nado saranghae Taehyun ", jawab Jukyung.
Semua orang yang ikut keluar mengejar Taehyun Bertepuk tangan dan terharu melihat kejadian itu. Orang tua Jukyung pun ikut tersenyum melihat putrinya. Bahkan inggrit ibu Jukyung sampai meneteskan air mata. Semua orang ikut berbahagia. Hanya satu orang saja yang tidak.
" Sial.... Aku yang Nyelengarain pesta. Malah dia yang jadi tokoh utama. Kalo mau lamaran modal dong, jangan malah numpang nglamar di pesta orang. Pakek ngrabut calon mantuku huh", gerutu Jaehyun.
" Udahlah pa.... Jangan marah.... Mungkin ini yang terbaik. Bukankah Yeoungjun awalnya juga tidak setuju dijodohkan ", bujuk Jeane istri Jaehyun.
" Tapi mah.... ", rengek Jaehyun.
" Tenang.... Jangan marah.... Nanti tensi nya naik loh", rayu Jeane.
" Hah..... Mama...... ", pasrah Jaehyun.
...Tamat...