
Setelah kembali ke Korea Taehyun menjalani hari-harinya sebagai seorang Idol. Namun semenjak kembali Taehyun tidak Henti-hentinya meminta pada PD Nim nya untuk didirikan sebuah perusahaan.
Kerena sudah muak dengan permintaan Taehyun. Akhirnya Bighit mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama Vhit. Sedangkan Taehyun pun resmi keluar dari dunia hiburan dan menjalankan Vhit company bersama Hyung nya Suho dan Hoseo sebagai komposer.
Meski terbilang masih perusahaan baru Taehyun dapat menjalankannya dengan baik bahkan hanya dalam 1 tahun Taehyun sudah bisa melebihi prestasi agensinya dulu. Dan kini Vhit menjadi perusahaan nomer 1 di Korea.
Taehyun pun menjadi laki-laki paling didambakan oleh para kaum hawa. Namun pada kenyataannya Taehyun masih terbelenggu dalam cinta masa lalunya. Dan itu membuat Taehyun tidak mau menjalin hubungan dengan wanita manapun.
Tok.... Tok.... Tok.... (Suara ketukan pintu)
"Masuk", jawab seseorang dari dalam ruangan.
Setelah dipersilahkan masuk seorang sekertaris cantik yang memakai pakaian kurang bahan tanpa ragu berjalan mendekati meja. Ia sengaja melenggak-lenggokkan tubuhnya untuk menggoda sang atasan. Namun sayangnya sang atasan tidak bergeming. Ia hanya melihatnya sekilas untuk memastikan siapa yang datang dan kembali fokus pada layar laptopnya.
"Bos.... Ini laporan keuangan bulan ini", ucap sekertaris itu sambil mengarahkan berkas-berkas yang dibawanya.
" Letakkan di sana dan mulai besok kamu tidak perlu datang lagi", ucapnya datar sambil menunjuk sofa di depan meja kerjanya.
" Owh... jadi saya diberi liburan ni bos", Ucap sekertaris itu berjalan kebelakang atasannya dan memijit bahunya.
" hm.... kau bisa libur selama yang kamu mau", jawab Presdir santai.
" wah jinja, gomawo bos", ucap sang sekertaris manja.
" tentu saja, dan jangan lupa serahkan surat pemecatan mu besok", jawab Presdir yang membuat sekertaris itu syok.
"Ta-tapi kenapa saya harus dipecat? Salah saya apa? ", protes wanita itu.
Laki-laki itu tersenyum dan menatap tajam sekertaris nya dengan kepalanya yang di tumpukan pada kedua tangan nya.
" Masih perlu ku jelaskan", ucap laki-laki itu dingin.
" Penjaga bawa wanita murahan ini keluar ", teriak sang Presdir pada para penjaga yang sedang berjaga di depan pintu ruangannya.
Tak lama kemudian beberapa penjaga datang dan menyeret wanita itu keluar. Jimi yang tadinya mau menemui sahabatnya itu terkejut saat melihat beberapa penjaga menyeret keluar seorang wanita dari ruangan sahabatnya.
" Hey Tae sudah sekertaris ke berapa itu yang kau pecat", ucap Jimi terkekeh sambil berjalan mendekati sahabatnya.
Ya.... Benar laki-laki itu adalah Taehyun. Seorang Presdir muda, berbakat, dan tidak lupa super tampan yang terkenal sangat dingin dengan wanita manapun.
" Entahlah ", jawab Taehyun malas.
Jimi hanya bisa menggelengkan Kepalanya heran melihat tingkah sahabatnya itu.
" hey Tae, lu tuh kenapa sih? gue heran dah padahal banyak banget yang ngelemparin diri mereka sendiri buat lu. tapi kok lu nggak pernah tertarik dengan mereka? atau jangan-jangan lu gay", tebak Jimi asal dengan wajahnya yang dibuat-buat.
" Jangan aneh-aneh deh, langsung aja Kenapa kau datang?", tanya Taehyun to the point.
" Yak... Apa kau tidak merindukan ku? ", tanya Jimi kembali.
" Tidak ", jawab Taehyun singkat.
" Wah.... Teganya, asal kau tau hatiku sakit mendengarnya ", gurau Jimi dengan wajah sok tersakiti.
Jimi pun mendudukkan dirinya didepan Taehyun dan mulai berbicara serius.
" ada hal yang mau aku beritahukan sama kamu. kamu mau denger yang mana dulu good news atau bad news? ", tanya Jimi.
" good news nya dulu", jawab Taehyun.
" berita baiknya ada kabar dari Jeonghan, dia bilang Jukyung telah ditemukan. Saat ini ia sedang di berada di Amerika. Dan menurut kabar yang Ku terima dia sedang menjalankan study nya di sana ", ujar Jimi terpotong.
" Kalo begitu tunggu apa lagi, cepet pesan tiket ke Amerika ", seru Taehyun sambil berdiri dari singgasananya.
" Tenanglah Tae dengarkan dulu perkataan ku sampai selesai, jangan menyela Ucapan ku", ucap Jimi sambil menahan tangan Taehyun yang hendak pergi.
Taehyun pun menghentikan langkah nya dan berbalik menatap bingung sahabatnya itu.
"dan berita buruknya....", ucap Jimi menggantung sambil mengalihkan pandangannya.
Jimi terlalu takut untuk menatap mata elang sahabatnya itu.
" apa Jim?",tanya Taehyun penasaran.
"Jukyung memang sedang berada di Amerika tapi saat kami mencoba mencari lokasinya lebih detail semua informasi itu tiba-tiba saja terkunci, seperti ada seseorang yang dengan sengaja menyembunyikan nya. Kami juga sudah memerintahkan beberapa hackers untuk meretas namun hasilnya nihil", lanjut Jimi menjelaskan.
Mendengar penjelasan Jimi tanpa disadari bulir bening mengalir di pipi Taehyun.
"Lalu sampai kapan Jim? Sampai kapan aku harus menunggu? ", lirih Taehyun yang masih terdengar oleh Jimi.
Melihat sahabatnya hancur hati Jimi rasanya sangat sesak, ia tidak tega melihat sahabatnya tersakiti.
" Sudahlah Tae lupakan dia masih banyak wanita di dunia ini", ujar Jimi memeluk Taehyun untuk menenangkannya.
Namun Taehyun merasa tidak terima dengan ucapan sahabatnya itu. Taehyun mendorong Jimi hingga membuat Jimi terjatuh ke lantai.
" Yak... Appo... Hey kenapa kamu malah mendorong ku ", bentak Jimi menahan sakit.
"Maaf Jim aku tidak bisa, mungkin mudah mengatakannya tapi belum tentu mudah untuk dilakukan", ujar Taehyun dan melenggang pergi meninggalkan Jimi yang masih terduduk di lantai.
Jimi hanya terdiam menatap punggung sahabatnya yang perlahan menjauh dan menghilang dibalik pintu.
Setelah meninggalkan perusahaan nya Taehyun pergi menuju sebuah bar. Sesampainya di bar Taehyun duduk di sebuah kursi bar dan meminta bartender untuk menyiapkan minuman dengan kadar alkohol yang tinggi. Ia sengaja datang ke bar untuk melupakan rasa sakit hatinya walau hanya sesaat.
Saat Taehyun setengah mabuk tiba-tiba suara dering ponselnya berbunyi. dengan malas Taehyun mengangkat telfon tersebut.
"Hm... Ada apa? ", ucap Taehyun sedikit serak efek mabuk.
" Yak... Hyung kau mabuk? Kau dimana biar aku jemput ", teriak Jeonjung dari dalam telfon.
" Hei.... Jangan teriak! Kamu mau buat aku tuli hah? Akuh di bar butterfly, hik", ucap Taehyun serak.
"Ok aku segera kesana, tunggu aku! Jangan kemana-mana!", pinta Jeonjung kemudian mematikan telfonnya dan melajukan mobil nya.
Tak lama kemudian Jeonjung tiba di bar butterfly, saat memasuki bar Jeonjung mengedarkan pandangannya mencari sosok Hyung nya. Hingga pandangannya tertuju pada seorang pria di salah satu kursi bar. Ia terkejut dengan keadaan Taehyun yang sudah mabuk berat dan beberapa ****** mulai mendekatinya.
Dengan cepat Jeonjung menghampiri Taehyun dan mengusir para ****** yang Mengerubunginya. Jeonjung meninggalkan beberapa lembar uang di atas meja bar. Setelah itu Jeonjung menarik tangan Taehyun dan memapahnya keluar dari bar.
Sesampainya di mobil Jeonjung langsung mengantarkan Taehyun kembali ke rumahnya