My Idol Is My Boyfriend

My Idol Is My Boyfriend
Chapter 25




Tak selang lama setelah kepulangan Jukyung, ditempat lain Taehyun telah menyelesaikan kesepakatannya dengan Minwook manager nya.


Dan rencananya besok ia akan mengumumkan hubungan nya dengan Jukyung. Tak mau memendam kabar gembira ini sendirian, Taehyun pun langsung melajukan mobilnya menuju rumah Jukyung.


Sesampainya di rumah Jukyung, Taehyun dikejutkan dengan keadaan rumah Jukyung yang tampak sepi.


Namun tak lama kemudian pandangan mata Taehyun beralih pada sosok seorang pria didepannya yang menatap rumah Jukyung. Merasa curiga Taehyun mencoba untuk menegurnya. Bukan apa-apa Taehyun hanya khawatir kalau orang tersebut akan ada niat jahat pada Jukyung.


"Permisi.... ", sapa Taehyun sambil mengangkat satu tangannya.


Yang dipanggil pun seketika itu langsung menolehkan kepalanya tanpa membalikkan badannya. Taehyun sangat terkejut melihat sosok didepannya.


" Loh kenapa dia ada disini?, ada urusan apa dia di rumah Jukyung? Kenapa dia bisa tau rumah Jukyung? ", segala pertanyaan terlontar di kepala Taehyun.


" Hy-hyung.... Lo ngapain disini? ", tanya Taehyun kebingungan. (Panggilan untuk kakak laki-laki)


Bukannya menjawab pertanyaan Taehyun, pria itu malah kembali menatap sendu rumah Jukyung.


" Lo telat, dia udah pergi", celetuknya yang membuat Taehyun semakin bingung.


"Maksud lo apa hyung gue nggak paham. Emangnya Jukyung kemana hyung?. Oh gue tau dia pasti lagi liburan keluar negri ya. Kalo gitu gue datang besok aja, dah hyung", ucap Taehyun sambil berjalan meninggalkan rumah Jukyung hingga tiba-tiba langkahnya harus terhenti saat mendengar ucapan sosok di belakangnya.


"Sadarlah Tae dia udah pergi. Dia pergi Tae dia pergi", ucapnya sambil terisak.


" Hahaha ayolah hyung kenapa jadi melodrama gini sih. Nanti Jukyung juga bakalan balik", ucap Taehyun.


"Nggak Tae lo salah dia udah pergi kembali ke negaranya dan kemungkinan dia tidak akan kembali lagi, gue sendiri nganter dia ke bandara Tae", ucap orang itu dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.


Dan..... yah benar orang itu adalah Suho. Setelah meninggalkan bandara ia kembali ke rumah Jukyung untuk mengenang kembali masa-masa saat mereka masih bersama.


"Hy-hyung maksud lo apa hyung?", tanya Taehyun tak mengerti.


" Dia pergi Tae dan itu semua gara-gara lo", ucap Suho dingin sambil menatap tajam Taehyun.


"Seandainya lo kasih dia penjelasan mukin dia masih ada disini Tae", lanjut Suho yang membuat Taehyun mulai terisak mengingat kesalahan yang telah dilakukannya pada Jukyung.


Yah Taehyun akui ia sudah salah mengabaikan Jukyung tapi itu semua demi hubungannya dengan Jukyung nanti.


Dan alasan kenapa Taehyun tetap diam tentang hubungannya dengan Seulgi itu karena ia tidak terlalu peduli. Baginya itu hanyalah sebuah gosip yang nantinya akan hilang dimakan waktu.


Hingga tanpa disadari sikap acuhnya itu akan membuat orang yang paling dicintainya pergi. Ia merasa menyesal karena telah mengabaikan Jukyung.


"Aku akan mencarinya hyung", tekat Taehyun.


" Gue sadar gue udah gagal membuatnya tetap tinggal. Jadi, Kalo lo masih sayang sama dia maka kejarlah. Gue dukung lo! Dan soal perasaan gue sama dia lo nggak perlu khawatir. gue bakal coba buat terus memendamnya meskipun itu bakalan sulit buat gue. Gue harap lo bisa bawa dia kembali. Dan lo bisa menjaganya dengan baik. Sekali lagi lo buat dia nangis gue bakal rebut dia dari lo", ujar Suho sambil mencengkram bahu Taehyun.


"Hahaha gue nggak nyangka lo bisa ngomong panjang lebar gitu hyung, harusnya tadi gue rekam terus gue kasih dengan temen-temen yang lain", canda Taehyun yang dihadiahi jitakkan oleh Suho.


" Yak... Appo", ringis Taehyun kesakitan. (Sakit)


"Habisnya hyung biasanya kalo ngomong singkat banget sih, nggak pernah lebih dari 5 kata", ucap Taehyun sambil mengerucutkan bibirnya, sedangkan Suho hanya bisa menghela nafasnya panjang.


" Kajja kita balik ke drom", ajak Suho. (Ayo)


"Eh tapi hyung gue bawa mobil", saut Taehyun sambil menunjuk mobil dibelakangnya.


" Lo ikutin gue dari belakang ", ucap Suho.


" Lah kalo gitu gue malah keliatan kayak bodyguard lo dong. Nggak mau, pokoknya mobil gue yang didepan ", protes Taehyun.


" Terserah ", ucap Suho melenggang masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya meninggalkan Taehyun.


" Yak... Hyung tungguin gue", triak Taehyun ikut melajukan mobilnya.


Hingga pada akhirnya mereka pun saling salip menyalip sepanjang perjalanan menuju drom.


~*skip*~



Esok harinya Taehyun membatalkan rencananya. Konferensi pers yang seharusnya untuk menyatakan kemundurannya dari dunia hiburan justru malah menjadi konferensi perpanjangan kontrak dengan agensi.


Yah memang benar Taehyun memutuskan untuk memperpanjang kontraknya. Lagipula sudah tidak ada alasan lagi baginya untuk mundur dari dunia hiburan. Karena orang yang menjadi alasannya sudah pergi jadi tidak ada salahnya jika ia tetap menjadi Idol bukan? Lagipula Taehyun juga sudah menganggap member BTV sebagai keluarganya sendiri.


Daripada terus terpuruk bukankah lebih baik kalau diisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti menghibur fans wkwkwk. Dan setidaknya jika ia tetap di agensi ia bisa meminta bantuan media untuk mencari Jukyung.


Setelah konferensi pers selesai dilaksanakan Taehyun langsung pamit pulang untuk beristirahat, hari ini adalah hari yang sangat melelahkan baginya.


"Semuanya aku pulang dulu ya? ", pamit Taehyun.


" Hm... Pasti hyung ", jawab Taehyun sambil berlalu meninggalkan ruang konferensi pers.


Jeonjung yang terus mengamati Taehyun merasa sedikit khawatir dengan keadaan hyung nya itu.


" Hyung aku ikut ", seru Jeonjung mengikuti Taehyun.


Ke-5 member yang lain pun hanya bisa tertawa melihat tingkah kekanakan Jeonjung. Setelah berhasil mengejar Taehyun, Jeonjung mencoba untuk menanyakan keadaan Taehyun.


"Kau baik-baik saja, hyung? ", tanya Jeonjung khawatir dengan Taehyun yang tampak agak pucat.


" Memangnya aku kenapa? ", tanya Taehyun balik.


" Kau tampak sangat kacau hyung. Mata sembab, kantung mata yang hitam, dan.... ", ucap Jeonjung terhenti sambil memperhatikan penampilan Taehyun yang kacau.


Taehyun terus menatap Jeonjung menanti kelanjutan ucapan Jeonjung.


" Bibir yang pucat. em..... Apa kau sakit hyung? Kita kerumah sakit ya hyung", ajak Jeonjung.


"Aniyo aku baik-baik saja, mungkin aku hanya kurang istirahat. Nanti kalo sampai di drom aku pasti akan langsung istirahat", tutur Taehyun. (Tidak)


" Ah kalo gitu aku panggilkan Jin hyung untuk memasakkan mu bubur ya", tawar Jeonjung.


"Hajima, aku nggak mau membuat mereka khawatir lagipula aku sudah makan tadi", ujar Taehyun. (jangan)


"Tapi hyung...", ucap Jeonjung masih khawatir.


"Kajja kita pulang mobilku disana", ajak Taehyun. (Ayo)


" Kalo begitu aku yang nyetir ya hyung ", pinta Jeonjung.


" Hahaha kamu yakin mau nyetir kamu kan baru dapet SIM kemarin ", ledek Taehyun.


" Hyung.... ", rajuk Jeonjung.


" Iya-iya deh kajja ", ajak Taehyun sambil masuki mobil.


" Hm... ", dehem Jeonjung sambil mengikuti Taehyun kemudian melajukan mobil itu menuju drom.


Sesampainya di drom Jeonjung langsung menyuruh Taehyun untuk istirahat. Dan Taehyun hanya bisa mengikutinya dengan patuh. Karena kalo tidak, Jeonjung pasti akan mengomel seperti istri yang nggak dikasih uang bulanan wkwkwk.....


Tapi meskipun sering diomeli Taehyun tetap senang karena itu adalah cara Jeonjung untuk mengungkapkan kepeduliannya pada Taehyun.


Saat hari sudah mulai gelap Taehyun terbangun dari tidurnya. Karena merasa haus Taehyun pun turun ke bawah untuk mengambil minum.


"Sudah bangun hyung? Apa sudah enakkan?", tanya Jeonjung dari ruang tengah.


" Hm... Aku sudah merasa lebih baik", jawab Taehyun sambil berjalan menuruni tangga.


"Kami pulang", ucap Seojin melangkah masuk diikuti Namju dan yang lainnya.


" Oh kalian sudah pulang hyung, mau aku buatkan minum? ", tawar Jeonjung.


" Nggak perlu aku bisa buat sendiri, lagipula aku rasa teh buatanku lebih enak daripada buatan mu ", ucap Seojin sambil berjalan menuju dapur.


" Kami juga tidak haus, kajja hyung kita main PS", jawab Hoseo sambil menarik Namju menuju PS3 mereka.


"Eh hyung tunggu aku, aku juga mau main", teriak Jimi.


" Kalo Suho hyung mau aku..... ", ucap Jeonjung terhenti sambil menoleh kearah Suho berdiri tadi.


" Loh Suho hyung kemana kok nggak ada? ", lanjut Jeonjung bingung.


" Dia udah keatas tadi, paling juga lagi tidur. Dia kan hobinya tidur ", saut Taehyun sambil berjalan membawa segelas air.


" Oh iya juga ya, terus kita mau ngapain hyung? ", tanya Jeonjung.


" Hm... Emang kamu maunya ngapain? ", tanya Taehyun balik.


" Loh kok balik tanya sih hyung", protes Jeonjung.


"Yaudah gimana kalo kita main game aja", tawar Taehyun.


" Hm.... Oke eh tapi kan PS nya masih digunakan Hoseo hyung", ucap Jeonjung.


"Tenang aja kita main di kamarku aja. Aku baru download game baru kemarin di laptopku", ujar Taehyun.


" Eh Oke kajja ", ajak Jeonjung. (Ayo)


Setelah itu merekapun sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing.