
Semenjak hari itu Jukyung selalu dimanja oleh ibu Taehyun. Taehyun yang melihatnya menjadi iri karena ibu nya lebih memanjakan Jukyung daripada dirinya.
"Ahem .... Kira-kira disini yang sakit siapa ya ", sindir Taehyun.
"Liat tuh nak! udah bongsor tapi masih pengen dimanja. Eomma kan masih pengen cerita sama anak perempuan eomma yang cantik ini", canda ibu Taehyun. (ibu)
"Tante bisa aja", jawab Jukyung sambil tersenyum.
Padahal saat ini Taehyun yang sedang sakit tapi dirinya malah dilupakan oleh eommanya.(ibu) Meskipun begitu Taehyun tetap bahagia karena kedua wanita yang paling dicintainya bisa sangat akrab.
~skip~
Hari ini adalah hari kepulangan Taehyun. Semua sahabat dan keluarga Taehyun pun berkumpul untuk menjemput Taehyun pulang. Jukyung di bantu ibu Taehyun membereskan barang-barang Taehyun. Sedangkan Taehyun ia sedang asyik berbincang-bincang dengan teman-teman nya.
"Gimana bro.... apa masih ada yang sakit?", tanya Suho.
" Kalau fisik sih udah sembuh tapi kayaknya luka yang satu malah tambah parah", ujar Taehyun.
"Apa.... Mana mana yang sakit aku panggilin dokter ya", ucap Jimi khawatir.
Bletak.....
Sebuah pukulan yang cukup keras pun mendarat tepat di kepala Jimi.
" Jimi... Jimi kamu ya nggak pernah berubah. Oon nya masih aja nggak hilang-hilang", ejek Namju.
"Yak.... Enak aja kamu bilang aku oon, kamu tuh yang oon", elak Jimi.
Semua orang dalam ruangan itu tertawa melihat tingkah konyol Jimi.
"Bukan itu maksudnya Jimi, maksudku hati aku yang sakit", ucap Taehyun.
" Lah kenapa lagi sih bro, kan Jukyung udah baikan sama kamu kok masih sakit aja, emang kenapa? ", tanya Seojin keheranan.
"Yah gimana lagi coba'. semenjak dapet anak perempuan, anaknya sendiri dilupain. Gimana nggak sakit hati coba? ", sindir Taehyun sambil melirik ibunya.
" Aduh..... Sepertinya saya mencium bau-bau kecemburuan nih", saut ibu Taehyun.
Jukyung yang mendengar percakapan mereka pun hanya bisa tersenyum manis.
"Ampun dah..... Taehyun bucin nya kumat lagi", seru Hoseo yang membuat semua orang dalam ruangan itu tertawa.
"Jukyung kamu yang sabar ya ngehadepin bocah satu ini, dia emang gitu orangnya kalo udah kumat bucin nya nggak ketulungan", ucap Jeonjung sambil mempukpuk kepala Jukyung.
" Yak apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganmu dari kyung-kyung ku", bentak Taehyun karena cemburu.
"Cih baru jadian aja udah posesif banget, takut gue rebut tuh! " Sindir Jeonjung.
mendengar penuturan Jeonjung semua orang terdiam. mereka semua terkejut pasalnya mereka sudah tau akan perasaan Jukyung sebelum dengan Taehyun. Jukyung sendiri pun ikut merasa canggung walaupun perasaan itu telah lama hilang. karena saat ini, baginya Taehyun lah satu-satunya yang ada dihatinya tidak ada orang lain.
"Hahahaha Kakak bisa aja", ucap Jukyung mencairkan suasana yang canggung tersebut.
Seusai beberes mereka pun berbondong-bondong pergi menuju rumah Taehyun. Setelah sampai dirumah Taehyun, Jukyung bermohon pamit karena hari ini Jukyung masih ada kuliah.
"Appa, omma, Hyung saya pamit undur diri dulu ya", pamit Jukyung. (ayah) (ibu) (kakak)
"Kok cepet banget sih pulangnya nggak mau makan siang dulu, eomma udah masakin masakan yang enak-enak loh", tawar ibu Taehyun.
"Iya nanti aja pulangnya habis makan siang ya", bujuk ayah Taehyun.
"Makasih Eomma, Appa atas tawarannya tapi saya tidak bisa berlama-lama karena hari ini saya masih ada kuliah", ujar Jukyung menjelaskan.
" Yah kok pulang sih, jangan pulang dulu lah aku kan masih pengen berduaan sama kamu", rengek Taehyun sambil memegang ujung baju Jukyung.
"Maaf ya, nggak bisa aku masih ada kuliah yang harus kukerjakan", tolak Jukyung sambil melepaskan pegangan Taehyun.
"Udahlah ... Biarin Jukyung kuliah", ucap Suho dengan dingin.
"Nggak bisakah kamu bolos sehari demi aku", rengek Taehyun sambil terus merangkul tangan Jukyung.
"Nggak bisa Hyun, kemarin aku sudah sering bolos kalo bolos lagi aku bisa di DO", bujuk Jukyung sambil melepaskan rangkulan Taehyun.
" hmm... DO bukannya member EXO ya? ", tanya Jimi polos yang dihadiahi gelak tawa oleh semua orang dalam ruangan tersebut.
" pabo ngerusak suasana aja", ucap Suho sambil memberikan jitakkan ke kepala Jimi, sedangkan yang dijitak hanya meringis menahan sakit.(bodoh)
"ayolah Jukyung sehari aja", rengek Taehyun yang membuat member lain merasa jijik.
"Udah deh nggak usah lebay, yuk Jukyung aku anterin ke kampusmu, kamu tadi nggak bawa mobil kan?", ucap Jeonjung menawarkan diri untuk mengantarkan Jukyung ke kampusnya.
" Apah.... nggak boleh kamu nggak boleh dianterin sama dia. kamu mending dianterin Suho aja, Kalo kamu bareng dia aku jadi nggak tenang nantinya", larang Taehyun yang masih cemburu dengan Jeonjung.
"Lah kok jadi gue!", saut Suho sambil memainkan game nya.
"Cih.... Segitu takutnya pacar mu ku rebut", umpat Jeonjung kesal akan tingkah posesif sahabatnya ini.
"Udah-udah jangan ribut melulu biar aku aja yang mengantarnya. kalo debat terus kasian Jukyung nya nanti telat", ucap Seojin mendinginkan suasana.
" Ya sudah deh kalo sama Jin hyung aku nggak bakal khawatir Jukyung digodain lagi, Jin hyung tolong anterin pacarku ya! Sekalian jagain jangan sampe ada yang berani gangguin dia! Kalo ada yang berani macem-macem langsung aja timpuk dia pakek bogem ya hyung. oh ya satu lagi tolong kalo ada cowok mendekat jarak kurang dari 1 meter jorokin aja tu orang. jangan biarin cowok itu mendekat ke Jukyung", pesen Taehyun kepada Seojin.
"Et dah panjang banget pesen lo Tae, lo kira gue bodyguard Jukyung. Tapi lo tenang aja kali, gue pasti bakal jagain Jukyung kok", ucap Seojin meyakinkan.
" Udah-udah.... mau sampai kapan kalian nyerocos melulu kasian tuh Jukyung dari tadi nungguin ", ucap Ibu Taehyun menghentikan debat.
" Ya sudah Eomma, Appa, hyung. Jukyung pergi dulu", pamit Jukyung sambil membungkukkan badannya lalu melangkah keluar dari rumah Taehyun.
"Dah sayang hati-hati dijalan", pesen ibu Taehyun.
"Dah Eomma ", ucap Jukyung membalikkan badannya sambil melambaikan tangannya.
Setelah perdebatan yang panjang akhirnya Jukyung bisa berangkat kuliah dengan tenang.