
Seorang wanita tampak masuk kedalam rumah Davin begitu saja. Wanita itu berjalan menuju pintu utama lalu berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa. Lalu seorang pelayan yang tidak mengenal wanita itu menghampirinya.
"Nona sedang cari siapa?" tanya pelayan. Wanita itu menatap pelayan itu dari atas hingga kebawah.
"Saya Anita bibinya Alice, dimana Davin dan Alice ?" tanya Seorang wanita dengan pakaian yang cukup terbuka. Jika dilihat, sepertinya usianya sudah mencapai 30 an.
"Tuan sedang ke kantor sedangkan Nona Alice pergi keluar kota," balas seorang pelayan.
"Kalau begitu tolong siapkan kamar untuk saya. Saya sedang capek. Jangan lupa antar makanan juga," ujar Wanita itu mengibaskan tangannya agar pelayan segera pergi.
Sore harinya Davin pulang dari kantor. Maura juga ikut bersama mereka karena sebelumnya Maura pergi ke rumah lamanya untuk menemui Bella dan melihat toko bunganya. Davin mengatakan jika Ia akan menjemput Maura dan anak-anak sore nanti.
"Wah kalian sudah pulang ya.." ujar Anita berjalan mendekati mereka. Maura dan Cecilia tampak bingung melihat wanita yang berjalan mendekat ke arah mereka. Maklum lah ini kali pertama mereka melihatnya.
"Hai kak, lama tidak bertemu. Aku merindukanmu," ujar Anita langsung memeluk tubuh Davin membuat pria itu risih, Ia tidak membalas pelukan wanita itu.
Sementara itu Maura menatap aneh pada wanita yang memeluk suaminya. Ditambah lagi, caranya memeluk sangat berbeda. Jangan ditanya, Maura mulai kesal dan cemburu sekarang ini.
"Hei.. kenapa kamu peluk-peluk daddy Aku.." ucap Cecilia menarik baju Anita agar menjauh dari Davin. Anita terdiam mendengar suara anak itu lalu melepaskan pelukannya.
"Kak siapa anak ini, a...apa kamu sudah menikah lagi," tanya Anita.
"Tentu saja..., dia putri ku. Ini istriku Maura dan putra kami," ujar Davin melingkarkan tangannya dipinggang istrinya yang sedang menggendong putra mereka yang tertidur. Anita yang menyadari ada wanita disamping Davin terkejut. Ia tidak tau jika Davin sudah menikah. tidak ada yang mengabarinya. Anita merasa cemburu dan tidak suka. Harusnya Dialah yang menjadi istri Davin.
"Saya Maura istri Davin," ujar Maura mengulurkan tangannya.
"Apa kamu menggoda kak Davin sehingga dia mau menikah dengan mu. Aku yakin kamu pasti menggodanya untuk mendapatkan hartanya bukan?" ujar Anita yang tidak suka melihat Maura.
"Tutup mulutmu, jangan sok tau tentang istriku," ucap Davin dingin menatap marah pada Anita.
"Sayang ayo kita istirahat dulu," ajak Davin lembut membawa Maura dan anak-anaknya menuju kamar mereka.
"Tapi..Anita a__".
"Biarkan saja, tidak ada yang mengundangnya ke rumah ini," ujar Davin memotong pembicaraan Maura.
Malam harinya mereka makan malam. 2 orang pelayan menyajikan makanan di meja. Anita mengambil posisi duduk disamping Davin.
"Kak, kamu mau makan apa," ujar Anita mencoba mencari perhatian Davin dengan mengambil piring kosong.
"Tidak usah, Aku lebih suka jika istriku yang melakukannya," ujar Davin berpindah tempat duduk kesamping Maura.
"Sayang..ambilkan makanan untuk ku," ucap Davin memberikan piringnya pada Maura. Wanita itu langsung mengisi makanan di piring kosong Davin.
Anita yang melihat itu menatap kesal kearah mereka. ia kembali duduk dengan wajah cemburunya.
"Mom..Cecil mau udangnya," ucap Cecilia.