My Hottest Duda

My Hottest Duda
Bab 37 : Wedding day



1 Minggu kemudian


Akhirnya setelah meminta restu dari kedua orang tua Maura, Davin melaksanakan pernikahan mereka hari ini. Awalnya kedua orang tua Maura kaget saat Davin datang untuk melamar Maura. Apalagi dengan perbedaan usia mereka. Namun setelah tau jika Maura juga mencintai Davin, orang tuanya menyetujui hubungan mereka. Setelah acara pemberkatan dilanjut lagi dengan acara resepsi yang diadakan di sebuah hotel milik Davin.


"Apa kamu kelelahan sayang..." bisik Davin.


"Sedikit.." jawab Maura menahan rasa pegal dikakinya. Sejak tadi mereka hanya duduk sebentar saja kemudian berdiri lagi untuk menyalami tamu undangan yang datang.


"Sabar ya sayang, sebentar lagi acaranya juga akan selesai," ucap Davin mengecup kepala Maura.


*********


Malam harinya, setelah acara selesai. Davin dan keluarganya menginap di hotel.


"Mom...gendong," ujar Cecilia manja. Sejak tadi Ia tidak bisa leluasa bersama Maura.


"Mommy pasti lelah Cecil. Biar kakak yang gendong kamu ya," ucap Alice tidak tega melihat Maura yang kelihatan lelah.


"No..Cecil mau sama mommy," ucap Cecilia tidak ingin digendong Alice.


"Tapi kan mommy__"


"Sudah...sudah..Aku akan menggendong Cecil," ujar Maura membawa Cecilia ke gendongannya. Anak itu langsung melingkarkan kedua tangannya di leher Maura.


"Mommy dari tadi tidak mempelhatikan Cecil. Aku bosan sama kak Alice dan grandma," ucap Cecilia.


"Maafkan mommy sayang. Tadi tamunya sangat banyak.." ujar Maura mencium kedua pipi Cecilia.


"Mom..daddy dimana?" tanya Maura pada Helen ibunya.


"Itu disana, dia sedang berbincang bincang dengan teman lamanya," ujar Helen.


"Sebaiknya kita istirahat saja. Aku yakin kalian juga sudah kelelahan," ujar Davin.


"Cecil tidur sama grandma kan?" tanya Helen. Ia tidak ingin Cecil mengganggu kedua pengantin baru itu.


"Cecil mau tidur sama mommy dan daddy grandma," jawab Cecilia.


"Sama grandma saja ya, atau sama kak Alice," ujar Helen membujuk Cecilia. Namun anak itu tetap tidak mau.


"Tidak apa-apa mom, biar Cecil tidur dengan kami," ucap Maura.


"Hmmm...mommy tidak ingin Cecilia mengganggu malam pertama kalian. Aku yakin suami mu tidak sabar lagi," pungkas Helen membuat pipi Maura merah merona.


"Mom...apaan sih. Maura malu tau," bisik Maura pada Helen membuatnya tertawa.


"Udah ah, mommy tidur saja. Biar Cecil tidur di kamar kami. Alice juga sebaiknya tidur," ucap Maura.


"Siap mom.." timpal Alis.


"Sayang, kenapa tidak bujuk Cecil supaya tidur dengan mommy sih," ujar Davin kesal saat mereka sudah di dalam kamarnya.


"Kalau begini gagal deh.." lanjutnya lagi.


"Daddy tidak suka Cecil tidul disini ya," ucap Cecilia mendengar perkataan Davin.


"Eh bukan sayang...maksud. Maksudnya daddy senang Cecil tidur disini," ujar Davin mengelus rambut Cecilia.


"Makanya kalau ngomong itu disaring dulu," balas Maura.


"Sayang bantuin Aku buka kancing baju ku dulu," ujar Maura saat Davin hendak masuk ke kamar mandi.


"Cup," Davin mengecup punggung polos Maura membuat wanita itu terkejut.


"Dav..kamu ya. Apa kamu tidak lihat disini ada Cecil," ujar Maura kesal dengan tingkah Davin.


"Dia tidak melihatnya sayang. Lihat, Dia sedang asik memakan cemilan nya," ujar Davin.


"Tapi tetap saja. Sudah sana kamu mandi dulu," ujar Maura mendorong tubuh Davin.


Tak lama kemudian Davin keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih melilit di pinggangnya.


"Sayang bajumu udah Aku siapin ya diatas tempat tidur," ujar Maura membawa Cecilia ke kamar mandi.


"Thanks baby," ujar Davin.


Setelah Maura dan Cecilia selesai mandi, Maura mengeringkan rambut mereka.


"Kita keringkan rambutnya dulu sebelum tidur," ujar Maura memangku Cecil. Ia lalu mengeringkan rambut anak kecil itu dengan hair dryer.


"Sudah, kamu sama daddy dulu. Mommy mau mengeringkan rambut dulu," ujar Maura.


"Thanks mom," tukas Cecilia mengecup wajah Maura.


"Mom..Cecil mau nen.." ucap Cecilia yang sedang bersandar di kepala ranjang sembari menonton tayangan TV bersama Davin.


"Sabar sayang...mommy belum siap," ucap Maura.


"Mom nen..." ujar Cecilia dengan mata mengantuk nya mendekati Maura yang baru saja naik ke atas ranjang.


Maura membawa tubuh berisi Cecil ke atas pangkuannya lalu meny*s*uinya. Davin melingkarkan tangannya di pinggang Maura menatap Cecil yang hampir tidur.


"Harusnya daddy yang pertama malam ini, kenapa malah kamu sih sayang.." ujar Davin mencubit gemas pipi Cecilia.


"Kamu tidur saja duluan, Aku menidurkan Cecil dulu," ujar Maura mengelus wajah Davin.


"Baiklah. Bangunkan Aku nanti saat Cecilia sudah tidur pulas," ujar Davin tidur di atas paha Maura