My Hottest Duda

My Hottest Duda
Bab 44 : Ingin memakanmu



"Dav...ayo bangun...." panggil Maura masuk ke dalam kamar mereka. Ia duduk di tepi ranjang mengusap wajah Davin yang tertidur pulas masih dengan keadaan polos dibawah selimut.


"Sayang...bangun yuk..apa kamu tidak ke kantor hari ini hm.." ujar Maura menyugarkan rambut Davin kebelakang. Davin membuka matanya dan melihat Maura di depannya. Bukannya malah bangun, Davin menaruh kepalanya di atas paha Maura.


"Jam berapa sayang.." tanya Davin dengan mata yang masih mengantuk.


"Jam 7 kurang," jawab Maura.


"10 menit lagi ya," pinta Davin memeluk perut buncit istrinya.


"Oke 10 menit lagi. Setelah itu kamu bangun lalu bersiap-siap," ucap Maura mengecup kepala Davin.


Setah sarapan Davin dan Alice berangkat ke kantor bersamaan.


"Sayang..kami pergi dulu ya. Ingat jangan terlalu capek. Jaga kandungan mu," ujar Davin mengecup bibir Maura lalu turun ke perutnya.


"Daddy pergi dulu ya nak," ujar Davin.


"Daddy kerja dulu ya princess, jangan nakal di rumah," ucap Davin mengecup kepala putrinya.


"Alice ayo.." ujar Davin.


"Iya dad, sebentar. Kami pergi ya mom," ujar Alice.


"Hati-hati di jalan," ucap Maura.


**********


"Baby.." panggil Davin masuk kedalam kamar Cecilia.


"Loh...kenapa kamu sudah pulang sayang..." ujar Maura menyelimuti tubuh Cecilia yang sedang tidur siang.


"Dasar aneh.." ujar Maura menyandarkan punggungnya di kepala ranjang. Davin melepaskan jas dan sepatunya, kemudian bergabung dengan Maura di atas ranjang.


"Apa kamu sudah makan siang?" tanya Maura.


"Belum. Aku tidak lapar. Tapi Aku ingin memakan mu sekarang" ujar Davin langsung meraup bibir Maura. Wanita itu membelalakkan matanya saat merasakan bibir Davin menyentuh bibirnya. Davin mel*mat bibir mungil Maura. Wanita itu kemudian membalas ciuman Davin. Keduanya saling memajukan mulut dan berperang lidah satu sama lain.


"Enghh.." Maura melenguh kala Davin menangkup salah satu buah dadanya dan mere*asnya. Puas dengan bibir manis istrinya, Davin beralih ke leher jenjang Maura. Salah satu tangannya bergerak membuka kancing gaun Maura hingga menyisakan ********** saja.


"uhhh...mereka terlihat semakin besar sayang.." ujar Davin meneguk air liurnya tidak tahan melihat dada Maura yang masih terbungkus oleh bra-nya. Sejak kehamilannya, ukuran payu*a*a Maura bertambah besar.


"Sshhh...Dav, pelan-pelan sayang. Mereka sangat sensitif sekarang" ujar Maura menggigit bibirnya kala Davin mengh*s*pnya kuat.


"Maafkan Aku sayang. Aku akan berusaha untuk lebih lembut lagi" gumam Davin dengan mulut yang sedang bermain di puncak dada Maura.


"Engghhh..Dav....A..Aku tidak tahan lagi. Aku ingin milik mu" rancau Maura.


"Sabar sayang...menu utamanya akan segera datang" ujar Davin mengarahkan miliknya ke dalam milik Maura. Davin mendorong pelan miliknya hingga tertanam sempurna di dalam sarangnya. Davin mulai menggoyangkan tubuhnya, kali ini Ia akan hati-hati karena istrinya sedang hamil.


"Dav...lebih cepat lagi.." ujar Maura merengek seperti anak kecil.


"Tidak bisa cinta, kamu sedang hamil. Aku tidak ingin kamu dan bayi kita kenapa-napa" ujar Davin menggoyang pinggulnya hingga beberapa menit kemudian keduanya sampai pada *******.


"Dav..." panggil Maura.


"Ya sayang.." .


"Aku mau di atas," pinta Maura manja.


"Dikabulkan sayangku," ujar Davin. Maura lalu mengubah posisinya menjadi diatas Davin dan mengarahkan milih Davin ke dalam miliknya. Maura sangat menyukai posisi seperti ini karena Ia bisa merasakan seluruh milik Davin tertanam disana.