My Hottest Duda

My Hottest Duda
Bab 36 : Setuju



Davin membawa Maura untuk menemui Alice. Maura terlihat gugup dan takut menghadapi Alice.


"Kita hadapi bersama," ucap Davin menggenggam tangan Maura.


Setibanya diruang keluarga, Davin mengajak Maura duduk di sofa dengan posisi menghadap Alice. Maura yang tidak sanggup menatap mata Alice hanya menunduk.


"Daddy ingin mengatakan sesuatu pada mu," ucap Davin dengan raut wajah yang tampak tenang. Namun dalam hatinya Ia sedikit takut jika Alice tidak menerima hubungan mereka.


"Daddy mencintai Maura," ujar Davin langsung ke intinya.


"Sejak kapan?" tanya Alice dengan ekspresi wajah datar.


"Sejak pertama kali daddy melihatnya," jawab Davin


tenang.


"Jadi kapan kalian akan menikah," ujar Alice membuat Davin dan Maura terkejut menatap Alice yang melipat tangannya didepan dada.


"Jadi kamu merestui hubungan kami," ucap Davin. Alice tersenyum lalu mengangguk.


"Terima kasih sayang...daddy menyayangimu," ujar Davin senang memeluk Alice.


"Maura hampir mengakhiri hubungan kami karena takut kamu kecewa dengannya," ujar Davin menatap Maura.


"Hahahaha...kalau itu Maura, Alice pasti setuju daddy menikah lagi," ujar Alice tertawa.


"Aku kira persahabatan kita akan berakhir hari ini," tukas Maura merasa lega karena Alice menyetujui hubungannya dengan Davin.


"Jadi kapan adik ku ada disini," ucap Alice mengelus perut rata Maura. Maura merasa malu dengan pertanyaan Alice, ia menatap Davin bingung menjawab apa. Ditambah lagi mereka kepergok sedang tidur bersama tadi.


"Tidak lama lagi, setelah daddy menikahi Maura," ujar Davin santai.


"Ayo dong dad, segera lamar Maura. Eh..Aku panggil mommy aja deh mulai sekarang," ujar Alice memeluk Maura yang sedang merona.


"Secepatnya daddy akan melamarnya," ucap Davin.


"Ayo kita makan dulu..nanti saja ceritanya ini sudah jam tengah 7," ujar Davin mengajak Maura dan Alice.


"Aku lihat Cecil dulu," ucap Maura. Davin dan Alice pergi menuju ruang makan.


"Kakak..." panggil Cecilia saat melihat Alice.


"Hai manis.., kakak tadi ke kamar mu tapi kamu tidur," ucap mengambil alih Cecil dari gendongan Maura.


Maura lalu menyiapkan makanan untuk mereka. Pertama ia memberikan piring gang berisi makanan pada Davin


"Kamu mau pakai lauk apa Alice?" tanya Maura.


"Apa aja mom.." jawab Alice.


"Cecil mau disuap atau makan sendiri?" tanya Maura.


"Cecil makan sendili mom," jawab Cecilia.


Setelah makanan tersaji, mereka pun menikmati makan malamnya.


******************


Pagi harinya Maura membangunkan Davin untuk mengantarnya. Ia harus kembali ke rumah dan membuka toko bunganya.


"Dav...sayang.., Ayo bangun.." panggil Maura mengelus puncak kepala Davin.


"Kenapa sayang..." ujar Davin serak dengan mata yang masih tertutup.


"Aku mau pulang, kamu antar aku ya," ucap Maura. Davin mengangkat kepalanya ke atas paha Maura lalu memeluk pinggang Maura.


"Dav..ayo dong. Aku masih harus membuka toko ku," ujar Maura karena Davin tidak juga bangun tapi malah tidur diatas pahanya dan anehnya lagi tangan nakal Davin menyelusup ke dalam baju tidur Muara dan mencari mainannya. Maura hanya pasrah saja, Ia sudah terbiasa dengan tangan nakal Davin yang sellau bertengger disana.


"Kita ke rumah orang tuamu saja hari ini, aku ingin langsung melamar mu didepan mereka," ucap Davin memainkan salah satu gundukan Maura.


"Apa kamu tidak takut ditolak orang tuaku," ujar Maura.


"Tenang saja sayang, mereka pasti akan merestui hubungan kita. Aku yakin akan hal itu," ujar Davin.


"Ya sudah kalau begitu kamu bangun dulu," ucap Maura.


"Aku mau makan Vitamin ku dulu biar bisa bangun," ucap Davin membuka baju tidur Maura dan meraup puncak gundukan besar milik Maura.