
Satu bulan sudah pernikahan mereka.
"Hoek...hoek....hoek," Maura yang merasakan mual langsung berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
"Sayang...ada apa," ujar Davin menghampiri Maura.
"Hoek..hoek..perut ku mual sekali," ujar Maura. Davin yang khawatir langsung mengusap punggung istrinya.
"Kita ke dokter ya sayang.." ujar Davin tidak tega melihat Maura yang muntah.
"Tidak perlu Dav...Aku hanya masuk angin saja," ujar Maura membersihkan mulutnya. Belum juga mereka sampai di pintu kamar mandi, Maura kembali mual lagi dan langsung berlari menuju wastafel.
"Sayang...kita ke rumah sakit sekarang. Tidak ada penolakan," ujar Davin tegas tidak sanggup melihat istrinya yang muntah muntah hingga kelelahan.
.
Setelah mengganti pakaian, Davin dan Maura langsung menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supir.
"Ke rumah sakit sekarang," ujar Davin pada supirnya.
"Sayang apa kamu masih mual?" tanya Davin.
"Sedikit..Aku rasa kita tidak perlu ke rumah sakit Dav," ujar Maura merasa Davin berlebihan.
"Tidak sayang, Aku takut kamu kenapa-napa," tukas Davin. Setibanya di rumah sakit keduanya langsung menemui dokter.
"Kondisi istri bapak baik-baik saja, sebaiknya setelah ini. Kalian pergi ke dokter kandungan," ujar Dokter setelah memeriksa kondisi Maura. Kedua pasangan suami istri itu saling menatap satu sama lain.
"Apa istri saya hamil dok?" tanya Davin.
"Saya tidak bisa memastikannya. Sebaiknya kalian temui dokter kandungan saja," ujar Dokter tersebut. Davin lalu membawa Maura menuju ruangan dokter kandungan.
"Selamat siang pak, ada yang bisa saya bantu," ujar Dokter.
"Siang dok, istri saya mual-mual sejak tadi. Saya khawatir terjadi sesuatu dengannya. Setelah diperiksa, dokter menyarankan kami kesini," ujar Davin.
"Baiklah kalau begitu. Ibu silahkan berbaring dulu, saya akan memeriksanya," ujar Dokter wanita itu.
"Istri saya kenapa dok?" tanya Davin setelah Maura diperiksa.
"Istri bapak baik-baik saja. Itu biasa untuk ibu hamil," ujar dokter membuat Davin dan Maura terkejut.
"Ma..maksudnya istri saya sedang hamil dok?" tanya Davin. Dokter pun mengangguk. Davin dan Maura sangat senang sekali mendengar berita bahagia tersebut.
"Baik dok, terima kasih banyak dok" ujar Davin senang.
"Terima kasih sayang," ujar Davin mengecup bibir Maura.
"Saya akan memberikan beberapa resep untuk istri anda agar bayi dan istri anda tetap sehat," ujar Dokter menulis resepnya diatas kertas.
"Oh ya pak, satu lagi. Untuk sementara jangan terlalu sering berhubungan badan dulu," ujar Dokter memperingati Davin.
"Baik dok," ujar Davin pasrah. Apa boleh buat, istrinya sedang mengandung anak mereka. Keduanya lalu pamit pada dokter untuk pulang. Davin merangkul pinggang Maura posesif sepanjang lorong rumah sakit.
Setelah sampai di rumah, Davin dan Maura langsung disambut oleh Cecilia. Anak itu mencari Maura karena tidak dibangunkan seperti biasanya.
"Mommy..." panggil Maura berlari. Maura yang melihat Cecilia berlari langsung menangkapnya dan mengangkat tubuh Cecilia. Davin yang melihat itu khawatir karena istrinya sedang hamil.
"Sayang..jangan menggendong Cecil dulu. Ingat kandungan mu. Sini biar Aku yang menggendongnya," ujar Davin mengambil alih Cecil dadi gendongan Maura.
"Mommy tidak membangunkan ku," ujar Cecilia
"Maafkan mommy sayang, tadi kami buru-buru kerumah sakit," ujar Maura.
"Siapa yang sakit mom?" tanya Cecilia. Davin mengajak Maura duduk di atas sofa.
"Tidak ada sayang. Mommy hanya mual-mual saja karena mommy sedang hamil," ujar Davin.
"Jadi adik Cecil udah ada disini dad," ujar Cecil mengelus perut Maura.
"Iya sayang.." balas Maura.
"Apa adik Cecil yang buat mommy mual?" tanya Cecilia.
"Itu biasa untuk orang hamil sayang," balas Maura mengusap rambut Cecilia.
"Adik Cecil jangan nakal di pelut mommy ya," ujar Cecilia berbicara di depan perut Maura. Davin dan Maura tertawa melihat tingkah lucu anak itu.
"Dav, tolong ambilkan ponselku, Aku ingin mengabari Alice dan mommy," ujar Davin.
"Nanti saja sayang...kita sarapan dulu ya," ucap Davin mengajak Maura dan Cecilia sarapan.
"Ya sudah..kita sarapan dulu," ujar Maura. Mereka pun berjalan menuju ruang makan.