My Destiny: The Beginning

My Destiny: The Beginning
Chapter 34. Sembunyi



...Karya ini adalah fiksi. Karakter, grub, tempat, adegan, dan lain-lain yang muncul adalah imajinasi. Adanya kesamaan itu merupakan kebetulan, harap tidak ada kekeliruan dengan kenyataan....


27 Januari 2022.


"Kau bisa masak?" Tanya Pak Wakai yang ragu.


"Tentu saja, bisa." Jawab Ringo yang penuh percaya diri.


"Kalau benar begitu, biar Bapak antar kau ke dapur." Ucap Pak Wakai.


"Terima kasih, Pak." Ucap Ringo.


Pak Wakai mengantar Ringo ke dapur dan setelah sampai di dapur, Pak Wakai meninggalkannya supaya ia bisa fokus untuk memasak apa yang ingin dimasaknya. "Baiklah, Bapak tinggal dulu."


Setelah Pak Wakai pergi, Ringo mulai mencari bahan-bahannya. Setelah beberapa saat mencari, akhirnya semua bahan-bahan yang akan Ringo pakai sudah terkumpul.


"Baikhlah, mari kita mulai!" Ucap semangat Ringo.


Satu jam kemudian ...


"Akhirnya sudah selesai. Semoga mereka puas saat memakan masakan aku. Sebaiknya, aku segera cepat meletakkan semua makanan ini ke meja makan." Ucap Ringo.


Lima belas menit kemudian, makanan yang di masak Ringo semua telah ada di meja makan dan siap dimakan.


Pak Wakai dan Yuki mencium aroma yang sangat enak, sehingga membuat mereka mengikuti aroma itu sampai ke dapur. Ketika sampai, mereka tidak percaya kalau aroma yang sangat enak ini adalah makanan yang Ringo buat.


"R-Ringo ... apa makanan ini kau yang buat?" Tanya Pak Wakai yang masih tidak percaya.


"Benar, Pak. Aku yang buat ini semua." Jawab Ringo.


"Silahkan duduk dan makanlah sampai puas." Sambungnya.


Pak Wakai dan Yuki duduk di meja makan dan mulai menyantap makanan yang dibuat Ringo.


Nyam, Nyam ...


"I-Ini ... ini ... sangat enak!" Ucap Pak Wakai.


Yuki tidak percaya dengan rasa makanan yang dibuat Ringo ini sangat enak. Ini ... ini sangat enak. Aku tidak percaya kalau makanan yang dia buat lebih enak dibandingkan makanan buatan aku.


Setelah Ringo mendengar itu, Ringo merasa puas karena makanan yang dibuatnya sangat enak. "Baguslah kalau begitu."


"Ringo, dwuduk, dwuduk. Kau jugwa ikutan wmakan." Ucap Pak Wakai yang masih mengunyah.


Ringo mulai makan dan merasa bahagia, sampai-sampai dia melupakan janjinya untuk membalas dendam atas kematian ibu dan adiknya.


Beberapa saat kemudian, mereka selesai sarapan dan mulai bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah dan berangkat kerja.


Satu jam kemudian, mereka semua sudah rapih, bersih, dan wangi dengan pakian seragam. Ringo melihat seragam sekolah Yuki yang ternyata satu sekolah dengannya. S-Seragam itu ... sama seperti seragam sekolahku. Mungkinkah ... dia satu sekolah denganku?


Pak Wakai melihat seragam sekolah yang baru diberikannya sama Ringo merasa bahagia, karena Ringo bisa sekolah lagi dan melanjutkan pendidikannya. "Wah ... ternyata pas juga dengan postur tubuh kau, Ringo. Bagus, bagus, sekarang mana tas baru kau, tunjukkan sama kami."


"I-Iya, Pak." Ringo mengambil tas baru yang diberikan sama Pak Wakai. "Ini, tas baru yang Bapak berikan tadi."


Yuki melihat tas baru Ringo merasa sedikit iri, karena tas itu adalah tas impiannya dan juga tas itu sangat mahal sehingga Yuki tidak diberi izin untuk membeli tas tersebut. Itukan tas impian aku tapi Ayah tidak memberikan aku izin untuk membeli tas itu, sedangkan anak ini langsung dibelikan langsung sama Ayah.


"Wah, keren, keren, cocok untuk kau, Ringo. Semua sudah siap, sebaiknya kita langsung berangkat saja." Ucap Pak Wakai.


"Iya, Ayah." Ucap Yuki.


...****************...


Tiga puluh menit kemudian, Pak Wakai sudah sampai di depan gerbang sekolah SchoolCity 06 untuk mengantar Yuki dan Ringo dengan menggunakan mobil.


Yuki dan Ringo turun dari mobil dan berpamitan dengan Pak Wakai dengan cara menyalim tangannya.


"Aku berangkat, Ayah." Ucap Yuki.


"Aku berangkat dulu, Pak." Ucap Ringo.


"Iya, hati-hati." Ucap Pak Wakai.


Sebelum Pak Wakai pergi, ia melihat mereka berdua yang masih belum akrab dan juga merasa senang, karena Ringo sudah melupakan kejadian yang baru saja dialaminya. Baguslah, sekarang dia sudah mendingan.


Ringo dan Yuki berjalan bersama dengan jarak dua meter. Ringo masih tidak percaya kalau Yuki satu sekolah dengannya. Tch ... aku tidak tau kalau dia satu sekolah denganku. Mungkin karena aku tidak terlalu sering memperhatikan orang lain, sehingga aku tidak tau kalau dia satu sekolah denganku.


Ringo dan Yuki sedang berada di tangga sekolah yang menuju ke lantai dua, dengan posisi Yuki di depan dan Ringo di belakangnya. Saat Ringo masih berpikir kenapa dia tidak tau kalau Yuki satu sekolah dengannya, Yuki tiba-tiba berhenti yang membuat Ringo tidak sengaja menabraknya.


Brak ...


Tabrakan itu hampir saja membuat Ringo terjatuh. Ringo lalu bertanya, kenapa dia tiba-tiba berhenti. "Apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba berhenti?"


Pertanyaan dari Ringo hanya diabaikan oleh Yuki, Ringo penasaran saat dia melihat tatapan takut Yuki. Ringo semakin penasaran dan jalan duluan untuk melihat ada apa di hadapan Yuki sehingga membuatnya ketakutan.


Ringo sudah di atas dan melihat sekumpulan murid yang sedang menunggu seseorang. Ringo tidak peduli dan melanjutkan perjalanannya ke kelas 2-1.


"Itu dia! Cewek populer kita! Yuki! Dansei Yuki!" Ucap sekumpulan murid.


Sekumpulan murid itu lalu berlari dengan cepat ke arah Yuki, karena Yuki adalah cewek populer di sekolah SchoolCity 06. Ringo yang melihat itu tidak peduli dan tidak ingin berurusan dengan mereka.


Namun ia tersadar kalau dirinya berada di posisi tengah, di depannya ada sekumpulan murid yang sedang lari dan di belakangnya ada Yuki yang ketakutan. Ringo melihat tatapan Yuki yang butuh pertolongannya, tapi tidak bisa mengatakannya.


Tch ... kenapa harus aku?


Ringo lalu berlari ke belakang dan menarik tangan Yuki dan membawa-nya ke suatu tempat, supaya sekumpulan murid itu tidak bisa melakukan sesuatu terhadap Yuki.


Sekumpulan murid itu melihat Ringo membawa idolanya pergi, yang mengakibatkan mereka semua marah dan mengajar Ringo. "Kejar dia!"


Ringo dan Yuki berlari menuruni tangga dan sampai di lantai satu, Ringo mencari tempat untuk sembunyi. Di mana? Di mana?!


Ketika Ringo dan Yuki berlari bersama, ia kepikiran kalau ada satu tempat yang cocok untuk dia dan Yuki bersembunyi.


"Yuki, ke sini!" Ucap Ringo yang membawa Yuki ke tempat Ruang Olahraga yang kebetulan pintunya terbuka.


Mereka masuk ke Ruang Olahraga dan Ringo melihat lemari yang cocok untuk mereka bersembunyi. Terpaksa mereka berdua masuk ke dalam lemari yang sempit dan Ringo tidak berani banyak bergerak karena mereka berdua menempel bersama.


Ringo melihat Yuki yang sedang bergerak dan langsung memperingatinya. "Jangan banyak bergerak, kalau tidak mau ketahuan."


Yuki pun berhenti bergerak dan sekumpulan murid itu sudah tiba di Ruang Olahraga. "Mana kalian?! Hah?!"


Sekumpulan murid itu mencari Ringo dan Yuki dari sudut ke sudut. Sampai-sampai yang tersisa hanyalah lemari persembunyian Ringo dan Yuki.


Salah satu dari sekumpulan murid itu ingin membuka pintu lemari dan itu membuat Ringo dan Yuki ketakutan. Semakin dekat tangan murid itu ke gagang lemari, semakin ketakutan mereka berdua, yang membuat mereka berdua menahan napas supaya tidak ketahuan.