My Destiny: The Beginning

My Destiny: The Beginning
Chapter 15. Penjahat Yang Menyamar (6)



...Karya ini adalah fiksi. Karakter, grub, tempat, adegan, dan lain-lain yang muncul adalah imajinasi. Adanya kesamaan itu merupakan kebetulan, harap tidak ada kekeliruan dengan kenyataan....


Saat detektif dan lima polisi itu datang ke kelas 2-1. Mereka telah menarik perhatian dari kelas-kelas yang lain sebelum sampai ke kelas 2-1. Murid-murid dari kelas lain mengikuti detektif dan para polisi tersebut sampai ke kelas 2-1.


Detektif dan para polisi masuk, mereka terkejut saat melihat banyaknya darah yang menempel di papan tulis, meja, bangku dan dinding kelas.


Detektif dan para polisi tidak percaya apa yang mereka lihat dengan mata kepala mereka sendiri. Pe-Pembunuhan!


Mereka melihat tatapan murid-murid yang telah menyaksikan adegan pembunuhan yang baru saja terjadi, dia merasa bahwa mereka pasti sangat ketakutan dan trauma. M-Mereka pasti sangat ketakutan, sampai-sampai mereka tidak bersuara.


"Angkat tangan dan berbaliklah!" Perintah salah satu polisi yang menyuruh Ringo untuk mengangkat tangannya.


Dengan patuh Ringo mengangkat tangannya dan berbalik. Para polisi dalam keadaan menodong senjata ke arahnya. Saat Ringo berbalik, detektif mengenalinya. "K-Kau adalah ...."


"D-Darah ...!" Ucap salah satu murid dari kelas lain yang tiba-tiba masuk ke kelas 2-1.


"Hei, kau. Keluar!" Perintah salah satu polisi agar tidak mengganggu pekerjaan mereka.


"Iya, Pak." Ucap murid tersebut.


Murid itu keluar dari kelas 2-1 dan para murid yang lain bertanya kepadanya, apa yang dia lihat tadi di dalam.


"Ha? Darah?"


"Iya, benar. Tadi aku lihat."


"Kau serius?"


"Iya, serius. Sepertinya baru saja terjadi pembunuhan dan juga sepertinya Ringo adalah pelaku pembunuhan."


"Pe-Pembunuhan?!"


"Ringo pembunuhnya?!"


"Murid pendiam itu?!"


"Gila benar dia."


"Ayo! Supaya orang-orang tau, anak dari Tangan Kanan Sang Raja seorang pembunuh!"


"Ayo!"


Karena murid tersebut melihat kejadian itu, dia memberitahukan kepada murid-murid yang lain. Yang membuat para murid menjadi heboh dan ingin masuk ke kelas 2-1 untuk merekamnya.


Detektif melihat hal itu dan menyuruh dua orang polisi untuk menutup pintu dan jendela agar murid-murid dari kelas lain tidak bisa masuk dan melihat apa yang terjadi di dalam. "Kalian berdua, cepat tutup pintu dan jendela!"


"Siap, Pak!" Ucap mereka berdua.


Saat Ringo melihat detektif itu, ternyata Ringo mengenalinya. "P-Paman C ...."


"Mungkinkah, mungkinkah kau adalah Ringo? Amai Ringo?" Tanya Detektif C.


"Ya, Paman. Ini aku. Sudah lama kita tidak berjumpa." Ucap Ringo yang tersenyum ramah.


"Kalian semua! Turunkan senjata kalian dan amankan kelas ini. Jika kalian melihat ada yang aneh, langsung lapor ke saya!" Perintah Detektif C kepada para polisi tersebut.


"Siap!" Jawab mereka.


Para polisi dengan sigap mengamankan kelas 2-1, satu orang polisi melihat mayat perempuan tanpa kepala dan melaporkan hal tersebut kepada Detektif C. "Lapor, Pak! Saya menemukan seorang perempuan tanpa kepala."


"A-Apa?! Baiklah, kau bungkus mayat itu dengan alat PM ini." Perintah Detektif C sambil melempar alat yang dikatakannya.


"Siap, Pak!"



Alat PM adalah alat pembungkus mayat yang berbentuk seperti obat kapsul. Alat ini salah satu alat yang berasal dari Perusahaan Senjata milik Amai Key. Cara pakainya adalah jika obat kapsul itu dimasukkan ke dalam mulut mayat, secara otomatis obat kapsul itu akan bereaksi dan akan membungkus mayat tersebut dan juga dengan bagian tubuh yang tidak lengkap akan kembali ke tubuhnya sendiri dan akan dibungkus oleh alat PM tersebut. Kelemahan alat PM ini adalah jika bagian tubuh mayat berada di jarak lebih dari lima puluh meter, maka bagian tubuh mayat tersebut tidak akan bisa kembali ke tubuhnya sendiri.


Detektif C kembali berucap.


"Apa ada lagi?!"