
...Karya ini adalah fiksi. Karakter, grub, tempat, adegan, dan lain-lain yang muncul adalah imajinasi. Adanya kesamaan itu merupakan kebetulan, harap tidak ada kekeliruan dengan kenyataan....
Lima menit kemudian, Atsui sudah selesai dan meletakkan sikat gigi dan pasta gigi ke dalam tasnya. Atsui lalu mengambil tasnya dan pergi ke kamar Suika.
Ketika Atsui hendak pergi, tiba-tiba ada ibu yang kebetulan ke dapur. "Eh, Atsui? Udah selesai sikat giginya?"
"Tentu saja sudah, Tante."
"Bagus. Ayo, biar Tante antar kamu ke kamar Suika."
"Jangan repot-repot, Tante."
"Tidak merepotkan, kok. Lagian, kamu 'kan tidak tau di mana kamar Suika. Jadi, ayo."
"Terima kasih, Tante."
"Sama-sama."
Ibu pun mengantarkan Atsui pergi ke kamar Suika. Mereka pun sampai di depan kamar Suika.
"Ini dia, kamar Suika."
Atsui melihat bacaan diselembar kertas yang tertempel di pintu kamar Suika. "Apa ini? 'Jangan masuk, kalau masuk berarti kamu sudah masuk.' Tulisannya sangat rapi dan indah, berbeda sekali dengan tulisanku. Tapi, Tante, maksud dari tulisan Suika apa?"
"Jangan terlalu dipikirkan."
"Oke, Tante. Tapi, Kamarnya Ringo di mana, Tante?"
"Itu, di sebelahnya kamarnya Suika."
Atsui melihat ke sebelah kamar Suika dan dia melihat bacaan diselembar kertas yang tertempel di pintu kamar Ringo. "Apa ini? 'Apa itu cinta?' Ini, ini cukup mengerikan."
"Atsui, kamu juga harus tidur. Besokkan sekolah, jadi kamu harus tidur."
"Eh, iya. Aku tidur dulu. Selamat malam, Tante."
"Iya. Selamat malam, Atsui."
Atsui masuk ke kamar Suika dan melihat banyak boneka yang Suika miliki. "Wah ..., banyak sekali bonekanya. Dari yang kecil sampai yang besar."
Atsui tidur di tempat tidur Suika bersama boneka-boneka yang ada. Atsui meletakkan tasnya di sampingnya, dia pun mulai merasa nyaman saat tidur di kasur Suika. "Ini nyaman sekali. Sepertinya aku akan tidur sangat lelap. Baiklah, aku sudah ngantuk dan aku harus tidur. Sebelum aku tidur, aku matikan lampu dulu."
Atsui lalu mematikan lampu dan mulai tidur. Suika tidur bersama Ringo di kamar Ringo. Ibu tidur di kamar Ibu. Atsui tidur di kamar Suika. Mereka tidur dengan sangat nyenyak.
...****************...
Jam 02.15 a.m., Atsui terbangun karena ingin buang air kecil. Aduh, ingin pipis. Tapi aku takut karena masih jam segini, aku harus bagaimana? Apa aku bangun 'kan saja Suika? Tapi, aku masih kesal sama dia. Kalau aku bangun 'kan Tante? Tapi, aku sangat segan.
Atsui berpikir sebentar dan mendapatkan ide. Oh, iya. Aku minta tolong sama Ringo aja. Tapi, aku sangat malu. Mau bagaimana lagi? Tapi, ini kesempatan aku untuk berduaan sama dia. Hmm ..., baikhlah akan aku lakukan.
Atsui keluar dari kamar Suika dan masuk ke kamar Ringo. Saat Atsui masuk ke kamar Ringo, Atsui melihat Suika dan Ringo yang tidur dengan sangat nyenyak. Aku merasa cemburu saat Suika tidur sambil memeluk Ringo. Aku tau dia adiknya, tapi kenapa aku cemburu? 'kan dia hanya adik — tunggu sebentar! Suika 'kan adik angkatnya, berarti Suika tidak ada hubungan darah dengan Ringo! Jadi, pantas saja dia sangat senang tadi!
Atsui berjalan ke arah Ringo dan mulai membangunkannya. "Ringo ... bangun ... bangun ...."
Ringo pun terbangun dan melihat kalau Atsui yang membangunkannya. "At-Ats —"
Atsui dengan cepat menutup mulut Ringo. "Shhh ... jangan keras-keras ngomongnya."
Ringo menganggukkan kepalanya yang menandakan bahwa dia sudah mengerti. Atsui lalu mengangkat tangannya yang menutup mulut Ringo.
"Ada apa?"
"Kita bicaranya di luar saja."
Saat Ringo ingin pergi keluar dari kamarnya, Ringo melihat Suika yang sedang tidur sambil memeluk dirinya. Aku harus pelan-pelan, supaya Suika tidak terbangun.
Ringo dan Atsui keluar dari kamar, Ringo menanyakan kenapa Atsui membangunkannya. "Ada apa? Kenapa kau membangunkanku?"
"Emm ... sebenarnya ... aku ingin pipis tapi aku takut. Jadi ... jadi aku minta temenin sama kau. Bolehkan?"
Mendengar alasan sederhana dari Atsui membuat Ringo sedikit kesal. Tch ..., dia ini membangunkan aku hanya untuk ini? Apa-apaan dia? Tapi, kenapa harus aku yang dibangunkannya? Kenapa tidak Suika atau Ibu saja? Apa dia tidak takut karena seorang laki-laki menemani seorang perempuan? Bisa saja aku membuat hal yang mesum terhadapnya.
"Ya, cepatlah."
"Terima kasih."
Ringo dan Atsui berjalan ke kamar mandi dan setelah mereka sampai, Atsui masuk ke kamar mandi dan Ringo menunggu di luar. "Tunggu sebentar, ya."
"Iya."
Saat Atsui sedang pipis, Atsui menanyakan Ringo, untuk memastikan apa dia masih menunggunya atau tidak. "Apa kau di sana?"
Ringo tidak menjawabnya karena Ringo sedang tertidur. Atsui semakin khawatir dan menanyakannya lagi. "Ringo, apa kau di sana?!"
Ringo terbangun dan menjawab. "Iya, aku di sini."
"Iya, sama-sama."
Ketika di perjalanan menuju kamar, Ringo mulai melihat Atsui yang sedang memakai tanktop yang membuat dirinya hampir bisa melihat seluruh tubuh Atsui.
Atsui melihat Ringo yang dari tadi melihatnya mulai merasa tidak nyaman dan merasakan tatapan orang mesum. "Ri-Ringo? Kenapa ka-kau dari tadi melihatku terus? A-Apa ada yang salah dariku?"
"Maaf. Aku cuma penasaran, kenapa kau memakai itu? Apakah kau selalu tidur menggunakan itu? Apa kau nyaman dengan memakai itu?" Ucap Ringo yang memalingkan wajahnya.
Mendengar pertanyaan dari Ringo, Atsui mulai menjawabnya. "Oh, ini. Ini namanya tanktop, aku sangat nyaman memakai ini, dan aku selalu memakai ini saat aku tidur. Mungkin sudah kebiasaanku."
Tanktop?
Di benak Atsui mulai terpikirkan ide untuk menggoda Ringo. "Apa kau berpikiran mesum? Oi, oi, apa dari tadi kau tertarik melihatku memakai ini? Dasar mesum."
Ringo mulai kesal atas perkataan Atsui. "Hentikan, dasar penggoda."
Beberapa menit kemudian, mereka telah sampai ke depan pintu kamar Suika. "Sudah sampai."
"Iya."
"Terima kasih, ya. Karena kau telah membantuku. Walau ini sedikit memalukan, tapi aku tidak punya pilihan lagi."
"Kenapa kau tidak minta tolong sama Suika atau Ibuku saja? Kenapa harus aku?"
"Eh — I-Itu ..." Atsui mulai mencari alasan agar tujuannya untuk berduaan dengan Ringo tidak ketahuan. "A-Apa kau mempunyai ikat rambut"
"Ikat rambut? Ada." Mengambil ikat rambut yang ada di kantongnya, "Ini."
"Terima kasih." Ucap Atsui yang mengambil ikat rambut dari Ringo.
Atsui mengikat rambutnya dan Ringo hanya bisa berpaling lalu masuk ke kamarnya. "Aku duluan."
Dirinya melihat Ringo yang kembali ke kamarnya dan dia pun masuk ke kamar Suika. "Selamat malam, Ringo."
"Ya, selamat malam."
Ringo kembali tidur di samping Suika. Aduh, aku ngantuk sekali.
Di kamar Suika, wajah Atsui memerah karena dia sedang mengingat berjalan bersama dengan Ringo saat pergi ke kamar mandi. Semakin dia ingat, dirinya semakin malu. Gawat, gawat, gawat, aku senang sekali dan malu. Lebih baik aku tidur lagi. Atsui kembali tidur dan mereka semua tertidur sampai pagi.
...****************...
Cuaca pagi hari yang indah dengan embun yang membasahi tanaman, dan cahaya matahari menyinari sebagian dunia. Ringo melihat Suika yang tidak ada di kamarnya dan dirinya melihat ke arah jam yang menunjukkan pukul 08.15 a.m., dia terkejut karena sekolahnya masuk pukul 08.35 a.m., dia cepat-cepat pergi ke kamar mandi. Gawat, gawat, gawat, kenapa ibu tidak membangunkanku?
Saat Ringo ke dapur, Ringo melihat ibu yang sedang memasak. "Ibu, kenapa tidak membangunkanku?"
"Jangan di bu —"
[Bathtub \= bak mandi.]
Sebelum ibu menyelesaikan ucapannya, Ringo langsung membuka pintu kamar mandi dan melihat Atsui yang sedang berendam air panas di bathtub. Ringo dan Atsui saling menatap dan terdiam untuk sementara, wajah mereka memerah karena malu. Atsui melihat Ringo yang masuk langsung menyiramnya. "Dasar mesum!!"
Ringo cepat-cepat menutup pintu kamar mandi. "Ma-Maaf, aku tidak sengaja."
Lima belas menit kemudian, Atsui selesai mandi dan langsung pergi ke kamar Suika. Sedangkan Ringo, berada di dalam kamarnya karena kejadian memalukan tadi.
Ibu memanggil Ringo untuk segera mandi. "Ringo! Mandilah!"
Ringo mendengar ibu dan langsung pergi ke kamar mandi. Baiklah, aku harus cepat-cepat.
Dua puluh lima menit kemudian, semuanya sudah berkumpul di meja makan. Suasana menjadi canggung karena kejadian tadi. Atsui melihat hanya Suika yang tidak ada di meja makan. "Ta-Tante, mana Suika?"
"Oh, Suika? Suika sedang pergi ke sekolah."
Ringo menanyakan ke ibu, kenapa ibu tidak membangunkannya. "Ibu, kenapa tidak membangunkanku?"
"Saat pukul 07.00 a.m., Ibu ingin membangunkanmu, tapi kebetulan Ibu melihat Atsui yang keluar dari kamar Suika. Lalu, Ibu diberitahukan sama Atsui kalau hari ini sekolah libur. Jadi, Ibu tidak membangunkanmu."
"Jadi, begitu. Pantas saja Ibu masaknya lama."
"Iya. Terima kasih sama Atsui dan minta maaf lah."
"Atsui, terima kasih karena telah memberitahu Ibu dan maaf tentang kejadian tadi."
"I-Iya, sama-sama."
Ibu melihat Atsui dan Ringo masih canggung dan mulai menyuruh mereka untuk makan. "Ba-Baiklah, ayo kita makan."
"Ba-Baik. Se-Selamat makan." Jawab mereka.
Mereka semua pun makan dan suasana tidak canggung lagi. Mereka makan dengan sangat menikmati.