My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 39 : Menikah??



Benar kan feelingku, kau pasti disini." Eun-Woo langsung menarik tangan Sera. Dia baru saja pulang dari kantor.


"Lepas.. lepas.. aku bisa jalan sendiri." Eun-Woo baru saja pulang dari kantor, dia langsung menanyakan keberadaan Sera pada Ju-Hwan.


Eun-Woo hendak menggandeng tangan Sera tapi ditepis.


"Nanti malam ayah mengundang kita makan malam di rumah, ayah dan ibu tirimu juga datang, sepertinya mereka ingin membicarakan hal penting." Wajah Eun-Woo berubah menjadi serius. 


Sera berhenti berjalan, membalikan badan, menatap Eun-Woo. "Apa? Kenapa tiba-tiba makan malam bersama? Bukan kau kan yang usul?" Sera selalu saja berprasangka buruk pada Eun-Woo


Eun-Woo menghela nafas kasar, di mata Sera dirinya adalah musuh.


"Entahlah.. yang pasti kita harus datang tepat waktu, apapun yang terjadi." Eun-Woo menegaskan pada Sera seakan bilang 'jangan coba kabur'.


"Hmm.. baiklah."


Sera dan Eun-Woo kembali ke apartemen Eun-Woo.


Perasaan Sera tidak enak, dia menebak bahwa akan ada kejadian yang tidak mengenakan untuknya saat makan malam nanti.


"Oppa, aku mau minta tolong padamu. Aku akan kirim sesuatu ke apartemenmu, tolong bantu aku." Sera menghubungi Ju-Hwan lalu buru-buru memutus pembicaraan. Sera takut Eun-Woo tahu strategi yang dia rencanakan.


"Pernikahan itu tidak akan ada untukku dan Eun-Woo " Gumam Sera.


...----------------...


Sera keluar dari kamar pukul tujuh malam, dia sudah cantik dengan riasan wajah yang memukau.


Eun-Woo memandang Sera tanpa berkedip, sesaat dia begitu terpesona dengan kecantikan Sera.


"Kenapa melihatku begitu?" Sura Sera membuyarkan lamunan Eun-Woo.


"Oh.. tidak, ayo berangkat, ayah kita pasti sudah menunggu." Eun-Woo juga tampak tampan dengan setelan jas berwarna hitam.


"Aku tidak peduli, paling mereka hanya akan membahas bisnis, harta, uang.. uang.. dan uang.." Sera sedang memakai sepatu hak tinggi nya.


Eun-Woo kembali memperhatikan Sera, kali ini dia benar-benar terpesona dengan kecantikan Sera.


"Ayo berangkat." Ajak Sera.


Eun-Woo mengikuti Sera, mereka menuju basement.


Eun-Woo bercermin di dinding lift, merapikan rambutnya.


"Sudah tampan."


"Pujiannya terasa hambar." Sindir Eun-Woo.


"Aku bukan memuji, aku mengatakan fakta, memang kamu tampan, semua orang yang punya mata akan mengatakan hal yang sama sepertiku." 


Ting!


Sera dan Eun-Woo segera menuju mobil melaju hingga sampai di rumah Eun-Woo.


Kedatangan Sera dan Eun-Woo disambut oleh orang tua mereka.


"Lama tidak berjumpa anak perempuan ayah yang cantik." Sapa Dong-Gun kepada Sera, tapi Sera hanya diam tidak membalas.


"Kalau begitu ayo makan." Ayah Eun-Woo mengajak ke ruang makan, mereka makan dengan tenang.


Setelah makan malam selesai, mereka berbincang di balkon.


"Sera, Eun-Woo, kalian jangan kaget. Saat ini berita tentang kalian sedang ramai di media elektronik. Ada wartawan yang menyebarkan foto kalian." Dong-Gun menikmati wine.


"Jangan khawatir kami berdua sudah mempersiapkan rencana yang baik untuk menimpali kabar yang sedang beredar." Kata Han-Suk.


Ting!


Dong-Gun dan Han-Suk bersulang.


Sera mengerutkan dahinya, "Apa yang ayah rencanakan?" Tanyanya.


"Besok pagi berita tentang pernikahan kalian akan dirilis. Tiga hari lagi kalian akan menjadi pasangan suami-istri." Terlihat wajah bahagia dari wajah Dong-Gun.


Sera mengepalkan tangannya.


"Kenapa ayah sesuka hati melakukan ini itu untukku, ayah tidak pernah meminta pendapatku."


"Pendapatmu? Jika menuruti pendapatmu kau pasti mau menikah dengan ayah tirimu itu kan?!" Suara Dong-Gu meninggi


Sera menangis, dia pergi keluar.


"Lee Sera!" Dong-Gu berteriak memanggil Sera namun tidak ada tanggapan.


"Serahkan pada saya presdir Lee." Eun-Woo mengejar Sera yang sudah berada di halaman depan.


"Lelaskan!" Sera menarik tangannya. "Kau setuju menikah dengan wanita yang tidak mencintaimu?"


Eun-Woo menatap Sera tanpa mengeluarkan kata-kata.


“Aku kira kau berbeda dari anak konglomerat lainnya ternyata tidak, harta membutakan segalanya. Kau tidak akan pernah menemukan kebahagiaan jika harta masih menjadi nomor satu bagimu.” Sera menghapus air matanya.


“Ayo pulang.” Eun-Woo menarik tangan Sera, menggenggamnya kuat.


“Eun-Woo sakit! Lepas, aku bisa jalan sendiri.” Sera berusaha melepaskan diri tapi gagal, dia menurut, masuk ke mobil Eun-Woo, namun tidak ada satupun dari mereka yang mengeluarkan kata-kata.


Bersambung...