My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 36 : Sera dan Tae-Hyun marahan.



Sera bangun pukul sepuluh pagi, dan nasih bermalas-malasan di kasur.


Sera mencoba menguping dari dalam kamar, mencari tahu apa yang Eun-Woo lakukan.


"Tidak terdengar apa-apa. Apa mungkin dia sudah berangkat bekerja?" Sera mengendap-endap keluar kamar lalu mencari sosok sang pemilih apartemen.


Dan ternyata sang pemilik apartemen sudah berangkat ke kantor.


Sera hanya menemukan sbuah kartu kredit unlimited dan sepucuk surat.


'Setelah pemotretan jangan berkeliaran. Nanti malam pukul delapan datang ke restoran di hotel New Sila. Aku tunggu. Jangan lupa berdandan yang cantik./ Jang Eun-Woo.'


Sera meremas surat dari Eun-Woo lalu membuangnya ke tempat sampah. Surat tidak penting, namun kartu kredit unlimited sangatlah menggiurkan.


"Yang ini boleh juga, salah sendiri diberikan padaku." Sera menyimpan kartu kredit yang Eun-Woo berikan, meski tidak suka pada Eun-Woo bukan berarti dia tidak suka juga pada harta milik Eun-Woo.


Sera pergi mandi lalu bersiap untuk pemotretan.


Jadwalnya hari ini adalah pemotretan untuk perusahaan milik ayahnya di sebuah studio di daerah Itaewon.


"Eun-Woo memintaku melaporkan setiap kegiatanmu." Ju-Hwan dan Sera baru saja sampai di studio pemotretan.


"Laporkan saja, aku sudah tidak peduli." Jawab Sera santai.


"Sejujurnya aku juga tidak suka dengan lelaki itu, dia sombong. Aku memang tunduk dengan presdir Lee tapi tidak dengan dia. Memangnya dia pikir siapa dirinya? Tidak ada hubungannya denganku!" 


"Bagus oppa, pertahankan prinsipmu. Jika Eun-Woo mengiming-imingi uang untuk hal itu jangan mau, tolak saja! Oke?" Sera masuk ke ruang rias.


"Hmm.. kalau sudah uang mainnya akan berbeda Sera, maaf." Eun-Woo bergumam sendiri.



Sepulang pemotretan Sera meminta Ju-Hwan mengantarnya ke rumah sakit tempat Tae-Hyun bekerja.


"Kalau mau lapor, laporkan saja." Kata Sera sambil berjalan masuk ke rumah sakit. Dia benar-benar sudah tidak peduli dengan Eun-Woo atau ayahnya. Dari pada diam, Sera memilih untuk tetap bertemu dengan Tae-Hyun dan menerima resiko atas perbuatannya itu.


Tok.. tok..


"Pamaaaaan." Sera berlari lalu memeluk Tae-Hyun, namun ditolak.


"Jangan begini, ini di rumah sakit." Wajah Tae-Hyun terlihat sangat serius.


"Baiklah." Sera menurut, dia duduk di hadapan Tae-Hyun namun tidak diperhatikan karena pekerjaan yang menumpuk.


"Sedang banyak kerjaan ya paman?" Tanya Sera.


"Hmm.. seperti yang kau lihat tumpukan berkas disini masih menanti, huft.." 


Sera melihat tumpukan berkas setinggi tiga puluh sentimeter di hadapan Tae-Hyun.


"Aku kesal! Hidupku tidak kunjung lepas dari ayah. Emm.. paman bagaimana kalau kita percepat saja kaburnya?" Sera tidak tahu bahwa Tae-Hyun sedang memiliki masalah serius, dia malah membuat otak Tae-Hyun semakin mendidih.


BRAK!


Tae-Hyun meletakan pena dengan kasar.


"Lee Sera, tidak mudah bagi kita untuk kabur. Kita harus punya banyak tabungan agar bisa pindah ke negara lain. Jadi aku mohon bersabarlah, aku sedang berusaha keras untuk naik jabatan dan mendapat gaji yang lebih besar." Tidak ada senyum sedikitpun di wajah Tae-Hyun


"Aku punya uang banyak, jadi paman tidak perlu khawatir."


"Kau harus meninggalkan semua fasilitas dari ayahmu termasuk uang yang kau punya. Itu baru namanya kabur secara elegan."


"Paman pikir selama ini aku hanya diam saja? Aku punya penghasilan sendiri bukan hasil dari pemberian ayah. Jelas saja aku sudah memisahkan uang hasil jerih payahku sendiri." Sera merasa sedikit tidak terima karena dia juga sudah berusaha keras untuk menghasilkan uang.


"Lebih baik kau pulang, tidak enak jika ada orang yang melihatmu disini."


"Paman kenapa sih?? Menyebalkan!" Sera kesal dengan sikap dingin Tae-Hyun, dia pergi begitu saja meninggalkan ruangan Tae-Hyun.


"Hahhh.." Tae-Hyun mengacak-acak rambutnya.


Kepalanya pusing karena atasan memarahinya akibat terlibat urusan dengan polisi. Atasannya juga memperingatkan pada Tae-Hyun untuk lebih fokus pada pekerjaannya karena kinerjanya belakangan ini turun dan itu mempengaruhi penilaian naik jabatan.


Bersambung...