My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 28 : Hari peringatan kematian ibu Sera.



Malam ini Sera menemani Eun-Woo pergi ke acara pesta ulang tahun teman sejawat ayah mereka.


"Aku malas sekali kali ini jadi maaf kalau aku gagal akting mesra denganmu." Kata Sera sambil meneguk wine.


"Kemarin aku menemui lelaki itu."


"Gong Tae-Hyun??" 


"Iya."


"Kenapa kau menemuinya?"


"Aku memperingati dia, aku ingatkan dia bahwa kau adalah milikku." Tae-Hyun meneguk soda, dia tidak minum karena harus menyetir.


"Sejak kapan aku jadi milikmu? Jangan ngomong ngawur."


Sang punya hajat bernama Kang Se-Hoon, datang bersama ayah-ayah mereka.


"Wow.. aku tidak menyangka bahwa kalian akan menjadi besan." Kata Se-Hoon kepada kedua ayah mereka.


"Selamat ulang tahun presdir Kang, panjang umur dan sehat selalu." Sera memberi ucapan.


"Terima kasih Sera, kau cantik sekali." Puji Se-Hoon.


"Selamat ulang tahun presdir Kang, panjang umur dan sukses selalu." Eun-Woo ikut memberi selamat.


"Terima kasih, kalian benar-benar pasangan yang serasi." 


"Terima kasih presdir Kang." Eun-Woo melingkarkan tangannya di pinggang Sera.


"Jadi kapan kalian akan menikah?" 


Sera hanya menjawab dengan tertawa garing.


"Belum di tetapkan." Kata Dong-Gun.


"Mungkin tahun depan." Jawab Eun-Woo seenaknya.


Sera melirik ke arah Eun-Woo.


'Sial! Kenapa dia menjawab begitu sih?' Batin Sera.


"Kalau begitu rencanakan, aku pasti akan datang ke pesta pernikahan kalian. Selamat menikmati jamuan." Se-Hoon dan kedua ayah mereka pergi menjauh.


Sera melepaskan tangan Eun-Woo dari pinggangnya.


"Aku ke toilet dulu." Eun-Woo pergi ke toilet.


Sera memakai kesempatan emas ini untuk kabur, dia pergi keluar gedung pesta lalu mencari taxi. Sera kabur ke apartemen Tae-Hyun.


Ting.. tong.. ting.. tong..


Sera terburu-buru menekan bel pintu apartemen Tae-Hyun.


"Sera?"


"Aku harus masuk." Sera menerobos masuk ke apartemen Tae-Hyun.


"Aku kabur dari pesta ulang tahun teman ayah, ada Eun-Woo dan ayahnya juga disana. Aku yakin sebentar lagi Eun-Woo pasti akan datang. Jadi ayo kita pergi." Nafas Sera memburu.


"Tenang Sera tenang." Tae-Hyun memeluk Sera agar tenang.


"Aku akan menghubungi ayahmu." Tae-Hyun mengambil ponselnya.


"Apa?? Tapi ayah tidak mungkin membiarkanku disini."


"Kau tenang dulu ya." Tae-Hyun mengelus rambut Sera.


"Ini aku, Tae-Hyun." 


"Sera bersama mu?!" Suara Dong-Gun terdengar nyaring dari speaker ponsel Tae-Hyun.


"Hmm.. biarkan dia bersamaku dulu."


"Apa?? Tidak! Aku sendiri yang akan menjemput Sera."


"Besok adalah hari peringatan kematian ibunya, biarkan kami melakukan upacara peringatan bersama. Aku akan mengantar Sera pulang besok sore." 


Untuk beberapa saat Dong-Gun tidak menanggapi.


"Jangan coba kabur, bawa Sera pulang besok sore."


"Hmm.."


Pembicaraan Tae-Hyun dan Dong-Gun berakhir.


"Ayah memperbolehkan ku disini??" Tanya Sera.


"Hmm.."


Sera memeluk Tae-Hyun erat.


...----------------...


"Bagaimana presdir Lee?" Tanya Eun-Woo yang kini sedang berada di tempat parkir.


"Biarkan saja dia disana dulu." Kata Dong-Gun dengan nada tenang.


Eun-Woo bingung karena awalnya Dong-Gun menggebu-gebu mau menjemput Sera.


"Aku pamit dulu." Dong-Gun pulang sendiri mengendarai mobilnya.


"Aneh, pasti ada sesuatu. Tapi apa?" Eun-Woo benar-benar tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya bisa pasrah merelakan wanita yang dia suka bersama lelaki lain.


...----------------...


Pagi hari.


Tae-Hyun memasak beberapa makanan untuk makan paginya dan Sera.


Sedangkan Sera masih tertidur pulas di kamar Tae-Hyun.


Muah..


Tae-Hyun mencium pipi Sera agar dia bangun.


"Sudah pagi?" Tanya Sera tanpa membuka mata, matanya masih terasa berat.


"Sudah, ayo bangun aku sudah membuatkan sarapan. Nanti kita pergi ke rumah abu ibumu."


"Gendong." Sera dengan manjanya minta di gendong.


"Hisshh.. dasar anak manja." Tae-Hyun menggendong Sera sampai di kursi makan.


"Menyenangkan." Sera tersenyum puas.


"Ayo makan."


Sera dan Tae-Hyun menikmati makan pagi mereka dengan tenang. 


Setelah selesai makan mereka bersiap untuk pergi ke rumah abu ibu Sera.


"Ibu.. aku datang." Ucap Sera sambil meletakan bunga lili putih di sebelah guci abu ibunya.


"Aku juga." Kata Tae-Hyun.


"Akhirnya aku bisa memiliki lelaki yang selama ini aku sukai bu." Sera memeluk Tae-Hyun.


"Emm.. aku tidak berhasil menahan perasaanku untuk Sera, aku minta maaf Hana." Rasa bersalah selalu datang saat Tae-Hyun memikirkan Hana.


"Jangan begitu, ibu pasti juga senang kalau aku senang. Iya kan bu?" Sera menutup kembali pintu kaca rak abu milik ibunya.


"Jadi.. restui kami ya bu. Maafkan kami juga jika kedepannya kami akan jarang datang." Kata Sera.


Tae-Hyun melirik ke arah Sera. "Kenapa begitu?"


"Karena aku dan lelaki ini akan pergi jauh dari Seoul bu. Kami akan tinggal di benua lain, kami akan meninggalkan semua masalah disini dan memulai hidup baru."


"Hush.. jangan asal ngomong." Tae-Hyun menjitak pelan kepala Sera.


"Tidak, ayo menikah." Sera mengajak Tae-Hyun menikah seperti mengajak bermain, gampang sekali.


"Apa?? Sudah.. jangan ngomong yang aneh-aneh. Maaf Hana, kami pulang dulu, tenang disana. Kami merindukanmu." Tae-Hyun menyeret Sera untuk pulang.


"Ibu tenang disana aku sayang ibu." Kata Sera sambil melambaikan tangan.


Bersambung..