My Crush My Step Father!

My Crush My Step Father!
Bab 25 : Menculik Sera.



Malam hari Tae-Hyun semakin gelisah karena ponsel Sera masih belum bisa dihubungi. Tae-Hyun berjalan mondar-mandir di ruang tamu, sesekali dia meneguk coklat hangat.


“Hah.. tidak bisa begini aku harus menemui Sera.” Tae-Hyun berjalan ke kamar mengambil mantel dan kunci mobil.


Tae-Hyun tidak bisa menahanya lagi, kegelisahannya sudah memuncak. Selama mengendarai mobil Tae-Hyun beberapa kali melihat ponselnya, dia berharap ada kabar dari Sera.


Tin.. tiiiiiiin..


Sesampainya di depan gerbang rumah Sera, Tae-Hyun membunyikan klakson mobilnya berkali-kali. 


“Maaf tuan, anda tidak diperbolehkan masuk.” Seorang penjaga keamanan memberitahu Tae-Hyun dari kaca jendela mobil.


“Haish..” Tae-Hyun menghubungi Dong-Gun namun tidak diangkat. 


Tidak lama dari itu Dong-Gun keluar dari gerbang, dia berjalan mendekati mobil Tae-Hyun.


“Aku harus bertemu dengan Sera.” Tae-Hyun berkata tanpa basa-basi, dia masih di dalam mobilnya, hanya menurunkan kaca mobil saja.


“Ada urusan apa kau dengan Sera?” Tanya Dong-Gun.


“Dia tidak bisa dihubungi, ini pasti ulah mu lagi kan? Kau ini memperlakukan Sera bukan sebagai anak, tapi sebagai boneka mu!” Seru Tae-Hyun, kali ini emosinya sudah di ubun-ubun.


“Itu bukan urusan mu kan? Kau tidak ada hak apapun pada Sera. Secara biologis dan secara negara aku adalah ayahnya. Aku adalah orang tua satu-satunya yang masih hidup, jadi Sera adalah tanggung jawab ku.” Dong-Gun menyeringai, sambil mengangkat satu alisnya.


BAAM..


Tae-Hyun membanting pintu mobil saat turun.


“Kalau begitu perlakukan putri mu sewajarnya seorang anak! Jangan seenaknya memutuskan untuk bertunangan dengan orang lain demi keuntunganmu sendiri Lee Dong-Gun!” Tae-Hyun menunjuk muka Dong-Gun.


Dong-Gun sudah mulai terpancing amarah, dia menggulung lengan bajunya. “Jadi mau mu apa Gong Tae-Hyun??”


“Serahkan Sera padaku, lagi  pula dia sudah lebih dari dua puluh tahun kan? Artinya dia sudah sah untuk memilih keluar dari keluarganya.”


“Hahaha.. kau pikir Sera mau melepaskan semua fasilitas dan kenyamanan yang aku berikan kepadanya??” Dong-Gun mengeringai.


“Tidak masalah, aku bahkan sudah lama ingin melakukan hal itu ayah.” Sera tiba-tiba saja keluar ari gerbang dengan pakaian lengkap dan rapih serta membawa koper.


“Mau kemana kau LEE SERA???!” Dong-Gun berteriak paada Sera.


“Aku siap melepaskan semuanya, fasilitas, harta dan statusku sebagai anak ayah.” Sera berjalan mendekati Tae-Hyun, lalu melingkarkan tangannya di tangan Tae-Hyun.


“Aku akan ikut bersamanya ayah.” 


“LEE SERA!! Masuk ke rumah!!” Dong-Gun menarik tangan Sera namun Tae-Hyun menariknya kembali, dia cepat-cepat membawa Sera masuk ke mobil.


“YAAK!! Lee Sera keluar dari mobil itu!!!” Dong-Gun memukul-mukul kaca mobil Tae-Hyun.


Tae-Hyun masuk ke mobil. “Pakai sabuk pengamannya, kita akan menjadi buronan, jadi bersiaplah.”


Sera tersenyum sambil memandang Tae-Hyun. “Pacarku memang lelaki terkeren.”


CIIIIIIIT…


Mobil Tae-Hyun melaju kencang.


“YAAAAK!!! Kejar mobil itu!!” Dong-Gun memerintahkan anak buahnya untuk mengejar mobil Tae-Hyun.


“Hahh.. bisa gila aku!” Dong-Gun membuka kancing bajunya karena merasa gerah.


...----------------...


Tae-Hyun mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas seratus lima puluh kilo meter per jam. Sesekali dia menengok ke kaca spion memnatau mobil yang mengikutinya.


“Sepertinya ayahmu masih mengikuti kita.” Kata Tae-Hyun.


“Tentu saja, dia pasti tidak ingin kehilanganku.” Sera memegang sabuk pengman kencang.


“Kau takut? Perlu aku turunkan kecepatannya?”


“Tidak, bawa aku pergi yang jauh.”


“Oke, kita akan keliar dari Seoul.” Tae-Hyun mengambil jalur keluar kota menuju Daegu.


Perjalanan mereka menuju Daegu membutuhkan waktu dua jam lebih.


“Hahhhh.. menyegarkan.” Sekejap satu kaleng bir kosong, Sera membersihkan mulutnya dengan tangan.


Tae-Hyun masih menikmati kopi hangat.


Sera dan Tae-Hyun sudah berada di Daegu, mereka mampir di sebuah mini market.


“Aku lelah paman, ayo kita cari hotel.” Kata


Sera sambil menopang dagu.


“Hmm.. kau masih punya uang tunai kan?” Tanya Tae-Hyun.


“Tentu saja, aku membawa uang tunai satu juta won.” Sera menunjukan amplop tebalnya.


“Wow.. anak konglomerat memang berbeda.” Tae-Hyun menghabiskan kopinya.


“Ayo kita cari hotel.” Ajak Tae-Hyun.


“Menyenangkan kami akan menghabiskan malam bersama.” Sera menggumam sebelum mengikuti Tae-Hyun masuk ke mobil.


...----------------...


“Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?” Petugas hotel menyapa Sera dan Tae-Hyun.


“Pesan kamar dua.” 


“Dua? Tidak.. tidak.. kami pesan satu kamar dengan king bed.” Sera buru-buru merevisi permintaan Tae-Hyun pada petugas hotel.


Tae-Hyun melotot, dia protes tanpa mengeluarkan kata-kata.


“Buang-buang uang saja, ingat kita harus menggunakan uang tunai sebijak mungkin.” Sera membuat pembelaan.


“Ini kuncinya, silahkan mengikuti petugas kami.”


“Terima kasih.”


Sera dan Tae-Hyun mengikuti petugas hotel menuju kamar.


“Ini kamarnya, silahkan beristirahat.” Kata petugas hotel sebelum pergi.


Sera sumringah membuka kama hotel. “Wah.. lumayan bagus juga untuk harga segitu.” Sera menilai setiap sudut ruangan.


Tae-Hyun meletakan koper Sera di sudut kamar.


HAP!


Sera memeluk Tae-Hyun dari belakang.


“Terima kasih sudah membawa ku pergi dari rumah.”


“Hmm.. hanya sementara, aku tidak ingin membuat masalah. Lebih baik setelah beberapa hari kau kembali ke rumah.” 


“Beberapa hari? Jadi kita akan tinggal satu kamar untuk beberapa hari?” Pikiran Sera sudah berkhayal yang indah-indah.


“Hmm.. ya jika kau mau.” Tae-Hyun melepaskan diri dari Sera. Dia duduk di sofa, menyandarkan kepalanya di ujung sofa.


Tae-Hyun memijat keningnnya, kepalanya terasa berat, aksi nekat menculik Sera di depan Dong-Gu membuat kepalanya terasa pening.


CUP!


Sera mencium pipi Tae-Hyun.


“Sana tidur, aku tidur disini saja.” Tae-Hyun bersaha menghindari Sera, namun Sera menarik kerah baju Tae-Hyun lalu dengan brutal mencium bibir Tae-Hyun.


Perlawanan Taae-Hyun runtuh, dia tidak bisa menahannya lagi.


Kali ini Sera menang dia mendapatkan apa yang dia inginkan.


Bersambung...